Riauterkini----DURI----Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi jurnalis dalam mengawal narasi energi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggelar silaturahmi buka puasa bersama puluhan wartawan dan pemberian santunan bagi anak yatim serta keluarga wartawan di Duri, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni Ramadan, ini merupakan manifestasi kemitraan yang telah lama mengakar. Kehangatan obrolan santai antara manajemen PHR dan para insan pers menggambarkan bahwa hubungan yang terjalin telah melampaui batas hubungan antara narasumber dan pencari berita, bertumbuh menjadi sinergi strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Jika PHR berperan sebagai penggerak roda energi, maka wartawan adalah penyampai pesan yang memastikan setiap capaian bermuara pada pemahaman masyarakat. Pertemuan di Duri ini menjadi momentum kolaborasi, sebuah orkestra kebaikan yang melibatkan doa tulus anak yatim di sela-sela perjuangan menjaga ketahanan energi nasional.
"Kita berkumpul di sore yang penuh keberkahan ini bukan sekadar untuk berbuka puasa, melainkan untuk merajut tali silaturahmi. Kami ingin memperkuat ukhuwah dalam semangat kekeluargaan. PHR sangat mengapresiasi peran dari wartawan yang selama ini turut mendukung pemberitaan positif dan mencerdaskan generasi bangsa," ungkap Head of Relations Zona Rokan North, Hardiyanto.
Bagi PHR, jurnalis adalah pilar penting. Di balik setiap capaian PHR dalam menjaga kedaulatan energi dari 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, ada peran pena jurnalis yang menyampaikan narasi positif kepada publik. PHR memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para agen perubahan ini atas dedikasinya sebagai kontrol sosial yang berintegritas.
"Sinergi yang luar biasa dari rekan-rekan wartawan dalam mengabarkan kontribusi PHR bagi ketahanan energi nasional adalah energi tambahan bagi kami untuk terus beroperasi," tambahnya.
Momen paling menggugah hadir saat sesi penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan keluarga wartawan (ibu tunggal). Titik air mata haru dan senyum malu-malu para penerima manfaat menjadi pengingat bahwa di balik megahnya industri migas, ada denyut kepedulian yang tak boleh padam.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kepedulian yang sebelumnya telah dimulai di Pekanbaru. PHR bergerak secara paralel untuk memastikan amanah ini sampai langsung kepada mereka yang berhak dengan cara yang paling santun dan tepat sasaran. Sebanyak 15 anak yatim dan 15 keluarga wartawan mendapatkan santunan tersebut, ini adalah simbol kasih sayang dan penghormatan PHR terhadap dedikasi para jurnalis, bahkan kepada keluarga mereka yang telah tiada.
Mewakili para wartawan yang hadir, Ketua PWI Kota Dumai Bambang Prayetno menyampaikan apresiasi terhadap PHR. Menurutnya, jalinan sinergi dan kolaborasi adalah kunci. “Sinergi ini adalah bentuk nyata kepedulian. Kolaborasi yang harmonis antara PHR dan wartawan menjadi kunci untuk memastikan setiap kontribusi energi di Riau benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Sebagai operator wilayah kerja di Blok Rokan, komitmen PHR tidak berhenti pada angka-angka produksi. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR terus berupaya menjadi motor penggerak kesejahteraan di Riau melalui empat pilar utama: Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Melalui doa-doa tulus dari anak-anak yatim dan keikhlasan silaturahmi dengan insan pers, PHR berharap langkah mereka ke depan selalu diberkahi. Sinergi yang harmonis ini diharapkan terus tumbuh, memastikan bahwa setiap tetes minyak yang dihasilkan tidak hanya menyalakan lampu di rumah-rumah penduduk, tetapi juga menyalakan harapan bagi masa depan masyarakat Riau dan kedaulatan energi Indonesia.
TENTANG PHR ZONA ROKAN
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.
Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.
Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.***(Rls/Bud)