Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Dari Kantin Sekolah ke Pengusaha Ayam Geprek Rumahan Hanya Bermodal Aplikasi GoFood

Rumah di Jalan Putri Nilam Nomor 18 itu sederhana saja. Seperti rumah petak pada umumnya. Dua kamar berderet dan di belakangnya dapur. Tak ada hiruk pikuk apapun saat saya datang berkunjung sore itu, Selasa (26/10/21).

Namun siapa sangka, dari dapur kecil rumah sederhana itu, terjual setidaknya 70 porsi lebih ayam geprek tanpa harus membuka outlet.

“Hasilnya lebih dari lumayan untuk masa pandemi seperti sekarang ini,” kata Susila Novianti yang akrab dipanggil Uci ini.

Kami duduk di rumah tamu dan dia mulai bercerita tentang usaha ayam geprek yang ia geluti setahun terakhir.

“Akibat pandemi ini, sekolah-sekolah ditutup dan saya yang awalnya jualan di kantin sekolah, harus merasakan imbasnya juga,” katanya memulai.

Delapan tahun lamanya Uci berjualan di kantin sekolah di Jalan Balam, Sukajadi Pekanbaru. Lalu karena pandemi Covid-19 menyerang, keadaan berubah secara tiba-tiba.

“Saya berpikir, harus pandai-pandai cari jalan keluar dari semua ini. Saya coba bikin sambel pecel lele, tapi kata suami, gak usah pecel lele, ganti ke ayam aja. Akhirnya saya ganti dengan ayam. Lagian, suami saya sering dapat orderan ayam geprek,” kata Uci.

Suami Uci memang seorang driver Gojek. Dari hasil pengalamannya, peminat ayam geprek di Pekanbaru ternyata cukup banyak.

Bermodalkan uang Rp500 ribu, Uci memulai usahanya. Ia membeli sendiri semua bahan yang dibutuhkan untuk usaha itu. Mulai dari ayam dan bumbu-bumbunya. Ia pula yang memasak makanan itu.

Tahu sedang pandemi dan banyak orang yang beralih ke transaksi online, Agustus 2020 lalu, Uci mendaftarkan usahanya ke Go-Food. Prosesnya sangat cepat, dalam dua hari, Ayam Geprek Sumbari sudah muncul di aplikasi Go-Food.

Mulainya ia menunggu handphonenya berdering. “Rasanya senang sekali waktu ada yang order,” katanya. Di awal-awal usahanya, tidak semuanya berjalan mulus. Pernah sebulan tidak ada orderan yang masuk. Padahal ia sudah membeli semua bahan yang diperlukan. “Itu rasa mau nangis. Kami sudah buka 24 jam, namun tidak ada orderan yang masuk,” kenangnya.

Perlahan-lahan, orang mulai mengenal Ayam Geprek Sumbari. Sekali mencoba, mereka ketagihan dan mengorder lagi di waktu–waktu berikutnya.

Booming ayam geprek terjadi di Bulan November lalu. Sejak itu, Ayam Geprek Sumbari mulai dicari pelanggan. Kalau dulu ia terkadang hanya dapat satu orderan sehari, sekarang ia bisa menjual 77 porsi sehari. Ia juga tak perlu lagi buka 24 jam, karena sekitar jam 10 malam, makanannya sudah habis terjual.

Uci mengatakan, ayam yang disediakan di tempatnya, potongannya cukup besar. “Pokoknya sepadan dengan harganya. Di sini seekor ayam itu dipotong 11, jadi cukup besarlah,” katanya.

Menurut Uci lagi, pada dasarnya ayam geprek itu sama saja rasanya. Yang membedakannya adalah sambelnya. Racikan Uci sejauh ini belum pernah diklaim pelanggan. Dan ia bersyukur atas hal itu.

“Alhamdulillah, belum ada pelanggan yang komplain, setelah setahun dua bulan berlalu.” Usi bersyukur, usaha yang dirintisnya dari nol itu, kini bisa dikatakan telah membuahkan hasil. Bahkan bisa dikatakan lebih dari cukup untuk ukuran pandemi seperti sekarang ini. Tanpa perlu keluar rumah atau meninggalkan dua anaknya, uang mengalir terus ke rekeningnya.

Satu hal yang disukai Uci bekerja sama dengan Go-Food adalah, kebijakan Go-Food untuk mengganti biaya atas orderan fiktif yang terlanjur dimasak. Dan prosesnyapun cepat.

“Kini yang saya harapkan adalah pembinaan dari Go-Food. Mungkin cara mengemas makanan, atau apalah, supaya usaha kami semakin berkembang,” katanya.

Di gang tempat tinggal Uci, ternyata masih ada lagi usaha makanan berbasis aplikasi Go-Food. Walau tak ada logo apapun, namun orderan mereka tetap masuk.

Lain lagi cerita Rully, pengusaha kuliner Sego Sambel Layah di Jalan Balam, Sukajadi Pekanbaru. Pandemi Covid-19 juga berdampak pada usahanya. Pelanggan mendadak berkurang drastis.

Mengantisipasi usahanya gulung tikar, seperti dialami banyak rumah makan lain, bahkan yang sudah punya pelanggan banyak, Rully aktif mempromosikan menu-menu di restorannya melalui media sosialnya. Setiap hari ia juga selalu posting info apa saja di media sosialnya, supaya pelanggannya tetap ingat. Tak lupa, ada promosi-promosi khusus untuk pelanggan setianya.

Namun ternyata itupun belum dirasa cukup. Rully tetap merasa perlu masuk ke Go-Food, untuk menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama.

“Enam bulan lalu, saya putuskan gabung dengan Go-Food. Alhamdulillah, ini cukup meningkatkan omset. Sampai sekarang memang belum maksimal, namun pergerakannya dari awal hingga sekarang cenderung naik,” katanya.

Sego Sambel Layah termasuk usaha kuliner yang mampu bertahan di masa pandemi lalu. Dari awalnya mereka buka di warung kecil, kini telah pindah ke ruko yang lebih besar dan lega. *(fitri mayani)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Berita Lainnya

Selasa, 29 September 2026

Polres Rohil Bekuk Dua Terduga Pengedar Sabu di Kubu Babussalam


Selasa, 29 September 2026

Pemkab Siak Buka BeTUNAS 2026, Sediakan Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi


Selasa, 29 September 2026

Dinas Pertanian Inhil Gelar Vaksinasi Rabies dan Pengobatan 235 Ekor Hewan Peliharaan Secara Gratis


Selasa, 29 September 2026

Hari Ozon Sedunia, Enam PTBg PTPN IV Regional III Tekan Emisi 88.608 Ton CO2e Tiap Tahun


Selasa, 29 September 2026

Pastikan BBM Aman, Polsek Tanah Putih Monitoring SPBU Banjar XII


Selasa, 29 September 2026

17 Ranperda Masuk Agenda DPRD, Pemkab Kuansing Percepat Pembahasan Regulasi


Senin, 28 September 2026

36 Tim Bertanding di Logas Cup 2026, Fedrios Gusni Dorong Pembinaan Atlet Muda


Senin, 28 September 2026

Todong Kasir dan Sandera Anak 9 Tahun, Pelaku di Amankan Polsek Pangkalan Kuras


Senin, 28 September 2026

RUPSLB BRK Syariah Tetapkan Calon Pengurus Bank, Selanjutnya Diajukan ke OJK


Senin, 28 September 2026

Surabaya Pusat Industri Maritim Jawa, Pulau Sumatera Pilihannya di Riau


Senin, 28 September 2026

KSP Ingin Riau Jadi Jantung Ekonomi Sumatera


Senin, 28 September 2026

KKP Kirim Sampel Bangkai Paus di Inhil ke BRIN, Identifikasi Jenis Tunggu Sebulan


Senin, 28 September 2026

RAPP Perkuat Kapasitas Kader di 320 Posyandu, Dukung Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau


Senin, 28 September 2026

Pekanbaru Jadi Kota Pertama, Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Berjalan Sukses


Senin, 28 September 2026

Farewell Parade Kapolres Pelalawan, John Louis Letedara Serahkan Tongkat Komando kepada Ahmad Nur Ari


Senin, 28 September 2026

Polisi Sergap Dua Pria di Bagan Batu, Sembilan Butir Diduga Ekstasi Disita


Senin, 28 September 2026

Kas Jan-Feb Rp30 Juta, DPRD Inhu Rekomendasikan Inspektorat Audit RSUD Indrasari


Senin, 28 September 2026

Puluhan Bikers Stylo Pekanbaru dan Dumai Meriahkan Stylo Sound Ride


Senin, 28 September 2026

Digitalisasi Pajak Kuansing Didorong Makin Maksimal, Pembayaran PBB Kini Bisa Lewat QRIS


Senin, 28 September 2026

PT BSP Tuntaskan Rehabilitasi DAS Seluas 772 Hektare di Taman Nasional Tesso Nilo