
Riauterkini-KAMPAR-Belakangan ini, tren Kalcer (culture) sedang naik daun di dunia otomotif roda dua. Mulai dari penggunaan aksesoris tambahan, warna-warna retro, hingga aksesoris detail unik lainnya. Gaya Kalcer lebih mengedepankan estetika harian, kenyamanan, dan ekspresi jati diri pengendara.
Rama Dhandyano, Instruktur Safety Riding Main Dealer Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau mengatakan banyak pengendara yang ingin tampil beda, justru mencopot komponen vital keselamatan. Padahal, modifikasi kalcer yang sejati adalah yang mampu menyelaraskan gaya hidup dengan fungsi teknis kendaraan.
Untuk itu, Rama pun memberikan beberapa tips modifikasi Kalcer yang tetap #Cari_Aman. Tips-tips tersebut yakni bermain warna, bukan mengubah cahaya. Salah satu kekuatan aliran Kalcer adalah pada pemilihan warna bodi yang unik (seperti warna-warna pastel, earth tone, atau retro). Bisa di repaint atau dilapis stiker pada bodi motor. Hindari melapis film gelap (smoke) yang berlebihan pada lampu utama atau mengganti lampu rem menjadi warna selain merah, biar memudahkan komunikasi dengan pengguna jalan .
Tips kedua adalah spion bukan sekedar pajangan. Spion adalah mata kedua kita saat berkendata. Tanpanya, blind spot (titik buta) semakin luas, dan risiko terserempet saat berpindah jalur jadi meningkat.
"Jadi pastikan visibilitas spion sesuai, biar aman dan hindari penggunaan ukuran spion yang sangat kecil demi mengejar tampilan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (23/01/26).
Lalu tips selanjutnya, kata dia lagi, hati-hati dengan penambahan aksesoris keranjang dan muatan. Salah satu ciri khas kalcer adalah pemasangan aksesoris seperti keranjang atau rak depan (front rack). Membawa beban terlalu berat dapat mengganggu kestabilan kemudi (handling) dan menutupi pancaran lampu utama.
Tips keempat adalah penggunaan ban. Menurutnya, beberapa aliran modifikasi memaksa penggunaan ban kecil (ban cacing) agar terlihat ramping, hal ini bisa membahayakan karena luas tapak ban yang menempel ke aspal sangat minim dan membuat daya cengkeram ban berkurang drastic, terutama saat pengereman mendadak atau jalan basah.
Sedangkan tips terakhir adalah posisi riding, ergonomi tetap utama. Mengganti setang atau mengubah posisi duduk agar terlihat skena sering dilakukan. Posisi berkendara yang tidak natural membuat tubuh cepat lelah dan respon tangan saat keadaan darurat menjadi lambat. Pastikan posisi tangan, punggung, dan kaki tetap dalam segitiga ergonomi agar pengendalian semakin maksimal dan meningkatkan kenyamanan untuk durasi berkendara yang panjang.
“Modifikasi adalah hak setiap pemilik motor, namun keselamatan adalah kewajiban setiap pengguna jalan. Mari kita tunjukkan bahwa anak motor yang kalcer adalah mereka yang mengutamakan #Cari_Aman saat berkendara," tutupnya.***(rls/gas)