Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
UNDP Luncurkan ASEAN Responsible Business Collective untuk Bantu Perusahaan Terapkan Standar Global Baru



Riauterkini-JAKARTA— Seiring dengan penerapan standar global baru tentang rantai pasok, hak asasi manusia, dan praktik lingkungan yang memengaruhi perdagangan internasional, para pemimpin bisnis dari seluruh Asia Tenggara berkumpul di Jakarta hari ini untuk meluncurkan ASEAN Responsible Business Collective, sebuah platform regional yang dirancang untuk membantu perusahaan untuk tetap berdaya saing dan siap menghadapi regulasi yang berubah dengan cepat.

Didanai oleh Pemerintah Jepang, platform ini didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP), dan bertujuan untuk mempertemukan perusahaan, asosiasi industri, dan perwakilan diplomatik dari seluruh kawasan ini. ASEAN kini merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia, dengan PDB gabungan melebihi 4 triliun Dolar AS, dan memainkan peran sentral dalam jaringan produksi global yang mencakup elektronik, minyak kelapa sawit, garmen, mineral, dan layanan digital.

Pada saat yang sama, persyaratan uji tuntas dan transparansi baru di pasar utama seperti Uni Eropa dan Jepang mengubah cara pemenuhan akuntabilitas perusahaan. Bagi negara-negara dengan ekonomi yang tergantung pada ekspor seperti Indonesia, yang mencatatkan ekspor lebih dari 200 miliar Dolar AS dalam beberapa tahun terakhir, pemenuhan ekspektasi ini semakin terkait dengan akses pasar yang berkelanjutan.

“Pertanyaan bagi perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara bukan lagi apakah ekspektasi global sedang berubah, karena ekspektasi tersebut telah berubah,” kata Sara Ferrer Olivella, Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia. “Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana bisnis memiliki kapasitas untuk beradaptasi dengan cepat terhadap standar global yang berubah dengan cepat dan tetap berdaya saing untuk mengakses pasar seperti Uni Eropa dan Jepang. ASEAN Responsible Business Collective mengedepankan kerja sama untuk menemukan solusi praktis dan beralih dari komitmen ke implementasi.”

Tidak seperti forum kebijakan tradisional, ASEAN Responsible Business Collective dirancang sebagai forum di mana perusahaan dapat mengatasi tantangan operasional nyata, mulai dari ketelusuran rantai pasok hingga mekanisme pengaduan dan tata kelola perusahaan. Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan bisnis seperti Global Compact Networks dari Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, Kamar Dagang Vietnam, dan perwakilan dari kelompok industri Indonesia di bidang manufaktur, pertanian, layanan digital, pertambangan, keuangan, dan infrastruktur.

Selain peluncuran ASEAN Responsible Business Collective, sorotan utama acara tersebut adalah sesi tentang penelitian terbaru UNDP, “Human Rights vs. Competitiveness — A False Dilemma?”, yang menganalisis 235 perusahaan global yang beroperasi di sektor berisiko tinggi. Studi tersebut tidak menemukan bukti bahwa kinerja hak asasi manusia yang lebih kuat merugikan hasil keuangan.

Sebaliknya, berdasarkan temuan penelitian, perusahaan dengan praktik hak asasi manusia yang lebih kuat lebih efisien dalam mengubah aset mereka menjadi keuntungan, menunjukkan bahwa rantai pasok yang dikelola dengan lebih baik dan perlindungan pekerja yang lebih kuat dapat memperkuat kinerja bisnis. Temuan ini menantang asumsi lama bahwa bisnis yang bertanggung jawab melemahkan daya saing dan sebaliknya menunjukkan bahwa penghormatan hak asasi manusia dapat memperkuat efisiensi operasional dan ketahanan jangka panjang.

Kazuo Chujo, Wakil Kepala Misi Jepang untuk ASEAN menyambut baik inisiatif ini, dengan menyatakan, “Karena saat ini kita menghadapi tantangan yang rumit dan tidak dapat diprediksi, ketahanan dan keberlanjutan ekonomi di kawasan ASEAN, yang didukung oleh rantai pasok yang kuat dan terpercaya, menjadi semakin penting. Diskusi hari ini, termasuk pembelajaran bersama dalam peer-platform, akan menjadi langkah penting untuk mengatasi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konteks global.”

Seiring langkah ASEAN untuk terus memposisikan diri sebagai pusat jaringan manufaktur dan investasi utama, peluncuran ASEAN Responsible Business Collective menandakan upaya regional yang terkoordinasi untuk membantu perusahaan memenuhi standar global yang terus berkembang dan pada saat yang sama menjaga pertumbuhan dan kredibilitas di pasar internasional.***(rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Berita Lainnya

Kamis, 10 September 2026

Karhutla Inhu, Jadi Perhatian Siswa KKP Sespimmen Polri TA 2026


Kamis, 10 September 2026

Pelalawan Siapkan Pilkades Serentak 43 Desa, Pendaftaran Calon Dimulai 25 September


Kamis, 10 September 2026

Diskominfoss Kuansing Dukung Perjuangan Diva, Harumkan Nama Daerah di Panggung Nasional


Kamis, 10 September 2026

Kabut Asap Semakin Tebal, Pemkab Inhu Kembali Terapkan PJJ bagi Peserta Didik


Kamis, 10 September 2026

Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru


Kamis, 10 September 2026

Dukung Asta Cita Presiden RI, Polsek Tanah Putih Dampingi Panen Jagung di Kepenghuluan Putat


Kamis, 10 September 2026

Karhutla di Tualang Membara di Dekat SMAN 2, Arara Abadi dan IKPP Kerahkan Tim Darat serta Heli Water Bombing


Kamis, 10 September 2026

Polres Bengkalis Gagalkan Penyeludupan 65 Bungkus Besar Diduga Perusak Saraf Sabu


Kamis, 10 September 2026

Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas, Tiga Pemuda di Pelalawan Jadi Tersangka


Kamis, 10 September 2026

PTPN IV Regional III Kucurkan Rp3,6 Miliar CSR Sepanjang Semester Pertama 2026


Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School


Kamis, 10 September 2026

Sektor Jasa Keuangan Tunjukkan Ketahanan, Dukung Akselerasi Ekonomi


Kamis, 10 September 2026

Penghargaan dari Desa Dorong Keberlanjutan Kolaborasi Cegah Karhutla di Riau


Rabu, 09 September 2026

Karhutla di Empat Wilayah Ini Jadi Perhatian Tim Satgas Udara


Rabu, 09 September 2026

Vonis Dinilai Terlalu Ringan, Kejari Bengkalis Banding Perkara TPPO Jasmani-Suzana


Rabu, 09 September 2026

Cegah Karhutla Susulan, BPBD Inhil Buat Parit Lintang Sepanjang 600 Meter


Rabu, 09 September 2026

Polres Bengkalis Musnahkan Perusak Saraf Senilai Rp80 Miliar


Rabu, 09 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School


Rabu, 09 September 2026

Sektor Jasa Keuangan Tunjukkan Ketahanan, Dukung Akselerasi Ekonomi


Rabu, 09 September 2026

Perkuat Keamanan Lingkungan, Polsek Tanah Putih Gencarkan Sambang Poskamling