Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
UNDP Luncurkan ASEAN Responsible Business Collective untuk Bantu Perusahaan Terapkan Standar Global Baru



Riauterkini-JAKARTA— Seiring dengan penerapan standar global baru tentang rantai pasok, hak asasi manusia, dan praktik lingkungan yang memengaruhi perdagangan internasional, para pemimpin bisnis dari seluruh Asia Tenggara berkumpul di Jakarta hari ini untuk meluncurkan ASEAN Responsible Business Collective, sebuah platform regional yang dirancang untuk membantu perusahaan untuk tetap berdaya saing dan siap menghadapi regulasi yang berubah dengan cepat.

Didanai oleh Pemerintah Jepang, platform ini didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP), dan bertujuan untuk mempertemukan perusahaan, asosiasi industri, dan perwakilan diplomatik dari seluruh kawasan ini. ASEAN kini merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia, dengan PDB gabungan melebihi 4 triliun Dolar AS, dan memainkan peran sentral dalam jaringan produksi global yang mencakup elektronik, minyak kelapa sawit, garmen, mineral, dan layanan digital.

Pada saat yang sama, persyaratan uji tuntas dan transparansi baru di pasar utama seperti Uni Eropa dan Jepang mengubah cara pemenuhan akuntabilitas perusahaan. Bagi negara-negara dengan ekonomi yang tergantung pada ekspor seperti Indonesia, yang mencatatkan ekspor lebih dari 200 miliar Dolar AS dalam beberapa tahun terakhir, pemenuhan ekspektasi ini semakin terkait dengan akses pasar yang berkelanjutan.

“Pertanyaan bagi perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara bukan lagi apakah ekspektasi global sedang berubah, karena ekspektasi tersebut telah berubah,” kata Sara Ferrer Olivella, Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia. “Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana bisnis memiliki kapasitas untuk beradaptasi dengan cepat terhadap standar global yang berubah dengan cepat dan tetap berdaya saing untuk mengakses pasar seperti Uni Eropa dan Jepang. ASEAN Responsible Business Collective mengedepankan kerja sama untuk menemukan solusi praktis dan beralih dari komitmen ke implementasi.”

Tidak seperti forum kebijakan tradisional, ASEAN Responsible Business Collective dirancang sebagai forum di mana perusahaan dapat mengatasi tantangan operasional nyata, mulai dari ketelusuran rantai pasok hingga mekanisme pengaduan dan tata kelola perusahaan. Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan bisnis seperti Global Compact Networks dari Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, Kamar Dagang Vietnam, dan perwakilan dari kelompok industri Indonesia di bidang manufaktur, pertanian, layanan digital, pertambangan, keuangan, dan infrastruktur.

Selain peluncuran ASEAN Responsible Business Collective, sorotan utama acara tersebut adalah sesi tentang penelitian terbaru UNDP, “Human Rights vs. Competitiveness — A False Dilemma?”, yang menganalisis 235 perusahaan global yang beroperasi di sektor berisiko tinggi. Studi tersebut tidak menemukan bukti bahwa kinerja hak asasi manusia yang lebih kuat merugikan hasil keuangan.

Sebaliknya, berdasarkan temuan penelitian, perusahaan dengan praktik hak asasi manusia yang lebih kuat lebih efisien dalam mengubah aset mereka menjadi keuntungan, menunjukkan bahwa rantai pasok yang dikelola dengan lebih baik dan perlindungan pekerja yang lebih kuat dapat memperkuat kinerja bisnis. Temuan ini menantang asumsi lama bahwa bisnis yang bertanggung jawab melemahkan daya saing dan sebaliknya menunjukkan bahwa penghormatan hak asasi manusia dapat memperkuat efisiensi operasional dan ketahanan jangka panjang.

Kazuo Chujo, Wakil Kepala Misi Jepang untuk ASEAN menyambut baik inisiatif ini, dengan menyatakan, “Karena saat ini kita menghadapi tantangan yang rumit dan tidak dapat diprediksi, ketahanan dan keberlanjutan ekonomi di kawasan ASEAN, yang didukung oleh rantai pasok yang kuat dan terpercaya, menjadi semakin penting. Diskusi hari ini, termasuk pembelajaran bersama dalam peer-platform, akan menjadi langkah penting untuk mengatasi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konteks global.”

Seiring langkah ASEAN untuk terus memposisikan diri sebagai pusat jaringan manufaktur dan investasi utama, peluncuran ASEAN Responsible Business Collective menandakan upaya regional yang terkoordinasi untuk membantu perusahaan memenuhi standar global yang terus berkembang dan pada saat yang sama menjaga pertumbuhan dan kredibilitas di pasar internasional.***(rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Sabtu, 25 April 2026

Pemda Indragiri Hilir Terapkan WFH Setiap Rabu, Bupati: Langkah Nyata Penghematan Energi

Pemda Indragiri Hilir Terapkan WFH Setiap Rabu, Bupati: Langkah Nyata Penghematan Energi.

Galeri
Jumat, 24 April 2026

Galeri, Bupati Hadiri Pelepasan dan Tepuk Tepung Tawar 39 ASN Calon Jamaah Haji Tahun 2026

Galeri, Bupati Hadiri Pelepasan dan Tepuk Tepung Tawar 39 ASN Calon Jamaah Haji Tahun 2026

Advertorial
Sabtu, 25 April 2026

Diskominfopers Inhil Percepat Penyempurnaan Portal SPMB, Dukung Layanan PPDB Terintegrasi 2026

Diskominfopers Inhil Percepat Penyempurnaan Portal SPMB, Dukung Layanan PPDB Terintegrasi 2026.

Advertorial
Kamis, 23 April 2026

Bupati Inhil Apresiasi Konfercab ke 5 GMNI

GMNI menggelar Konfercab di Tembilahan. Kegiatan yang mendapat apresiasi Pemkab Inhil.

Galeri
Jumat, 06 Maret 2026

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Advertorial
Selasa, 21 April 2026

Pemkab Inhil Lepas Kontingen Futsal ke Gubernur Cup 2026, Usung Semangat Juang dan Sportivitas

Pemkab Inhil Lepas Kontingen Futsal ke Gubernur Cup 2026, Usung Semangat Juang dan Sportivitas.

Berita Lainnya

Kamis, 23 April 2026

Sidang Korupsi Gubri; Permintaan Fee 5 Persen Disertai Tekanan Terhadap Kepala UPT


Kamis, 23 April 2026

Sepanjang 2026, Polda Riau Musnahkan 1.167 Rakit PETI di Kuansing


Kamis, 23 April 2026

Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Pemkab Inhu Terjunkan Tim Medik Veteriner


Kamis, 23 April 2026

Gelar Evaluasi Program, RAPP Dukung Upaya Pemerintah Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Kuantan Singingi


Kamis, 23 April 2026

Menkomdigi Tegaskan Pembangunan Konektivitas Digital Diikuti Pemanfaatan Nyata di Sekolah dan Puskesmas


Kamis, 23 April 2026

Polri di Ukui Pelalawan Terus Kebut Pembangunan Jembatan


Kamis, 23 April 2026

Perkuat Keandalan Distribusi Energi, Komut PPN Tinjau AFT Hang Nadim dan IT Tanjung Uban


Kamis, 23 April 2026

Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Nilai Guna bagi Kehidupan


Kamis, 23 April 2026

Pensiunan PTPN IV Regional III Berbahagia, Jelang Penuhi Rukun Islam ke-5


Kamis, 23 April 2026

Pembinaan Statistik Sektoral 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kualitas Data Pembangunan Daerah


Kamis, 23 April 2026

Luka Parah, Penjaga Kantor Kepenghuluan Dosan, Siak Dibacok OTK


Kamis, 23 April 2026

Polres Dumai Gagalkan Penyeludupan Pekerja 63 WNI dan 7 WN Myanmar


Kamis, 23 April 2026

Bupati Inhil Apresiasi Konfercab ke 5 GMNI


Kamis, 23 April 2026

Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara


Kamis, 23 April 2026

Warga Inuman Temukan Mayat Mengapung di Sungai Kuantan


Kamis, 23 April 2026

Puluhan Relawan Anti Korupsi Dukung KPK Dalam Kasus Dugaan Pemerasan Abdul Wahid


Kamis, 23 April 2026

Polsek Tanah Putih Tanam Pohon di Hari Bumi 2026, Wujudkan Green Policing di Rokan Hilir


Kamis, 23 April 2026

DP3APM Pekanbaru dan FW-KLA Bersinergi Dorong Pemenuhan Hak Anak Lewat Lima Klaster Kota Layak Anak


Kamis, 23 April 2026

Dua Pekan, Polda Riau Amankan 39 Tersangka Selewengkan BBM Bersubsidi


Kamis, 23 April 2026

Tenggelam di Sungai Tanjung Kuyo Pelalawan, Bocah 6 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia