Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Siap Bangun 16 Pabrik CBG, PTPN IV PalmCo dan PT Renikola Buka Peluang Ribuan Green Jobs



Riauterkini - PEKANBARU - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo, terus mempertegas posisinya sebagai salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia yang memimpin transisi energi baru terbarukan (EBT). Menyusul inisiasi proyek pertamanya di Simalungun, perusahaan kini bersiap melakukan ekspansi masif dengan membangun 16 unit pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) baru secara serentak yang akan mengolah limbah cair dari 17 Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Proyek strategis yang menggandeng PT Renikola sebagai mitra pelaksana ini diproyeksikan akan dimulai (groundbreaking) pada awal tahun 2027. Inisiatif ini digadang-gadang sebagai terobosan teknologi pemanfaatan limbah dan juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penciptaan ribuan lapangan kerja berbasis lingkungan atau Green Jobs.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pembangunan 16 pabrik CBG ini merupakan bagian dari grand strategy perusahaan dalam mewujudkan sirkular ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, PalmCo tidak lagi hanya fokus pada produktivitas on-farm, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah dari setiap limbah yang dihasilkan.

“Pembangunan 16 pabrik CBG yang terintegrasi dengan 17 PKS kami ini adalah bukti keseriusan kami. Kami tidak melihat limbah sawit sebagai residu, melainkan sebagai sumber daya energi masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan menggandeng PT Renikola, kami mengonversi tantangan lingkungan menjadi peluang energi dan yang terpenting, peluang bagi tenaga kerja lokal,” ujar Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta.

Langkah ekspansif ini merupakan eskalasi dari keberhasilan pilot project di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Proyek tersebut, yang dikerjakan bersama PT reNIKOLA Primer Energi (anak usaha reNIKOLA), telah melakukan peletakan batu pertama pada 12 Agustus 2025 lalu.

Saat ini, proyek di Tinjowan tengah dalam tahap percepatan konstruksi dengan target penyelesaian selama 14 bulan, sehingga diproyeksikan dapat beroperasi penuh pada kuartal IV tahun 2026.

Jatmiko K. Santosa menyoroti bahwa dampak sosial dari proyek ini tidak kalah pentingnya dibandingkan dampak lingkungan. Pembangunan infrastruktur energi hijau di 16 titik yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara dan Banten ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Kami memproyeksikan adanya penyerapan tenaga kerja yang masif. Pada fase konstruksi saja, setiap titik pabrik membutuhkan sekitar 50 hingga 100 orang pekerja. Jika diakumulasikan dari 16 lokasi, kita berbicara tentang potensi 800 hingga 1.600 lapangan kerja baru yang terbuka bagi masyarakat sekitar,” jelas Jatmiko.

Lebih lanjut, Jatmiko menekankan pentingnya transfer knowledge dan peningkatan kapabilitas SDM lokal melalui proyek ini.

“Ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi biasa. Ini adalah Green Jobs. Setelah pabrik berdiri dan dioperasionalkan, kami membutuhkan tenaga ahli dan operator yang kompeten untuk menjalankan teknologi biometana ini. Estimasi kami, setiap pabrik akan diawaki oleh 8 hingga 10 personel tetap. Artinya, PTPN IV PalmCo turut andil dalam mencetak talenta-talenta baru yang siap bersaing di era ekonomi hijau,” tambah Jatmiko dengan optimis.

Rencana pembangunan 16 pabrik CBG ini akan mencakup Sebagian wilayah operasional PTPN IV PalmCo yang lebih luas dengan memanfaatkan pasokan biomassa dari 17 PKS. Di Sumatera Utara, lokasi proyek tersebar di Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, Labuhan Batu, dan Labuhan Batu Selatan. Sementara itu, ekspansi juga merambah ke Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak.

Dari sisi teknis, setiap unit pabrik dirancang memiliki kapasitas produksi gas biometana sebesar 75.000 hingga 200.000 MMBTu per tahun. Gas ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar fosil.

Jatmiko menutup penjelasannya dengan memaparkan kontribusi signifikan proyek ini terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia di tahun 2060 serta dalam pencapaian target penurunan emisi nasional sebesar -140 juta ton CO₂e pada tahun 2030, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 194 Tahun 2025, sebagai bagian dari komitmen Nationally Determined Contribution (NDC).

“Jika ke-16 pabrik ini beroperasi penuh, kami mengestimasi potensi pengurangan emisi karbon mencapai 350.000 Ton CO2 ekuivalen (CO2e) per tahun. Ini angka yang sangat besar dan menjadi kontribusi nyata PTPN IV PalmCo untuk Indonesia yang lebih bersih,” tutup Jatmiko.*(Rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Berita Lainnya

Kamis, 22 Oktober 2026

Kunjungi Ponpes Darel Hikmah Pekanbaru, Muhaimin Iskandar Ajak Santri Jadi Pemersatu Bangsa


Kamis, 22 Oktober 2026

Kisah Petugas Pemadam Karhutla Nyaris Lewatkan Kelahiran Anak Pertamanya


Kamis, 22 Oktober 2026

Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Dinkes Bengkalis Ajak Keluarga Peduli Gizi Anak


Kamis, 22 Oktober 2026

Satres Narkoba Polres Rohil Tangkap Tiga Tersangka dan Amankan 49,5 Gram Sabu


Kamis, 22 Oktober 2026

Cegah Karhutla, Kompol Ali Azar Kerahkan Personel Polsek Tanah Putih Sosialisasi ke Masyarakat


Kamis, 22 Oktober 2026

Kunjungan ke Lokasi PM-AAS Teberau Panjang, Pemkab Kuansing Prioritaskan Penanganan Kekeringan dan Keterbatasan Alsintan


Rabu, 21 Oktober 2026

Berkah Sampah di Area Minyak Mentah


Rabu, 21 Oktober 2026

Tingkatkan Keselamatan Transportasi, Satlantas Polres Inhu Gelar Ramp Check


Rabu, 21 Oktober 2026

Polisi Amankan Pria 41 Tahun dalam Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur


Rabu, 21 Oktober 2026

PGRI Pelalawan Peduli, Himpun Donasi Rp110 Juta untuk Guru Korban Kebakaran


Rabu, 21 Oktober 2026

Siak Run 2026 Sukses Diikuti 1.700 Peserta, Bupati Afni Z Buka Langsung Ajang Lari 5K dan 10K


Rabu, 21 Oktober 2026

Beredar Fitnah di Medsos Polres Kampar Terima Setoran, Petugas SPBU Langsung Bantah


Rabu, 21 Oktober 2026

Kajari Kuansing Gandeng OPD Penuhi Hak Dasar Anak Panti, Terobosan Perdana di Riau


Rabu, 21 Oktober 2026

Polda Riau Ungkap Penyelewengan BBM Subsidi di Siak, 6.500 liter Bio Solar Diamankan


Rabu, 21 Oktober 2026

HUT ke-62 Golkar, DPD Pelalawan Gelar Ziarah dan Potong Tumpeng, Santunan Anak Yatim


Rabu, 21 Oktober 2026

Kapolres Inhil Serahkan Bantuan 3 Mesin Katinting buat Nelayan Parit 13 Tembilahan Hilir


Rabu, 21 Oktober 2026

Polda Riau Tetapkan Mantan Dirut SPRH Perseroda Rohil Tersangka Dugaan Korupsi CSR Rp19,57 Miliar


Rabu, 21 Oktober 2026

Percepat Temuan TB, Dinkes Bengkalis Sasar 10 Ribu Warga Lewat Integrasi CKG


Rabu, 21 Oktober 2026

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Tanah Putih Cek Program Jagung Pipil


Rabu, 21 Oktober 2026

Efisiensi Layanan, Diskop UKM Bengkalis Lakukan Pengawasan dan Pemeriksaan Kesehatan Koperasi Jarak Jauh