Riauterkini - PEKANBARU - PTPN IV PalmCo mencetak sejarah baru dalam pengelolaan hubungan industrial usai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026-2027 disepakati antara manajemen dan karyawan.
Kini, kesepakatan tunggal pertama sejak terbentuknya Subholding PalmCo tersebut gencar disosialisasikan oleh Manajemen yang berkolaborasi bersama Serikat Pekerja PTPN IV PalmCo ke seluruh wilayah operasionalnya.
Setelah sebelumnya sosialisasi dilangsungkan di Regional I dan II di Sumatra Utara, serta Regional V di Kalimantan, saat ini kegiatan serupa berlangsung di PTPN IV Regional III, tepatnya Gedung Serba Guna Region Office, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat hari ini (13/02/26).
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri langsung Direktur SDM dan Teknologi Informasi PTPN IV PalmCo, Suhendri, serta jajaran pengurus Serikat Pekerja Perkebunan PTPN IV PalmCo itu diikuti oleh ratusan karyawan yang diwakili para pengurus serikat pekerja perkebunan tingkat Regional I hingga Regional V. Juga turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Regional Management PTPN IV Regional III, mulai dari Region Head Bambang Budi Santoso, hingga jajaran manajemen kebun dan pabrik kelapa sawit.
Dalam sambutannya, Suhendri mengatakan bahwa PKB 2026-2027 ini merupakan milestone dalam perjalanan hubungan industrial PTPN IV untuk memperkuat sinergi, komunikasi terbuka, dan kepercayaan antara manajemen dan pekerja sehingga mampu menjembatani kepentingan perusahaan dan kesejahteraan karyawan secara berimbang.
"Kami menyadari bahwa tantangan perusahaan ke depan tidaklah ringan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi, komunikasi terbuka, dan kepercayaan antara manajemen dan pekerja. PKB ini adalah inisiatif penting kita dalam melangsungkan perbaikan-perbaikan, sebagai road map untuk mencapai tujuan bersama-sama," kata dia.
Ia melanjutkan bahwa hanya dengan harmonisasi serta dukungan dari seluruh pihak, maka tujuan utama untuk memperkuat perusahaan dan mewujudkan keberlanjutan bisa tercapai.
Lebih jauh, pria berkacamata itu turut mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun penting bagi PTPN IV PalmCo. Selain untuk pertama kalinya PKB Sub Holding disepakati, lanjut dia, pada tahun ini juga merupakan tahun perdana terdapat karyawan hasil rekrutan PTPN IV PalmCo yang mulai memperkuat entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) itu. "Kita akan terus ciptakan formulasi khusus yang paling baik buat PTPN IV ke depannya," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut berpesan bahwa PKB yang telah disepakati ini menjadi momentum bagi setiap regional untuk menerapkan stanndar yang sama dalam melangsungkan perbaikan-perbaikan. "Bagi yang sudah baik, yang telah on-track, harus ditingkatkan. Dan bagi yang sedang melangsungkan perbaikan, harus lebih baik lagi," pintanya.
Senada, Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) Tingkat Perusahaan PTPN IV PalmCo Muhammad Iskandar yang turut hadir via daring berharap dengan adanya PKB ini maka menjadi motivasi untuk kian memperkuat kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama, perusahaan sehat, karyawan sejahtera.
"Bagi kami, kesejahteraan karyawan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Melalui PKB ini, diharapkan terciptanya sinergisitas manajemen dan serikat yang lebih kokoh, di mana aspirasi pekerja diakomodasi secara adil demi mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan secara jangka panjang," tuturnya.
PKB Periode 2026-2027 ini mencakup detail program yang komprehensif, mulai dari standarisasi sistem penggajian, jaminan kesehatan, hingga penyelarasan budaya kerja di seluruh regional.
Program ini dirancang untuk meminimalisir kesenjangan antar unit pasca merger, sehingga setiap insan PalmCo merasakan keadilan dan kesetaraan dalam bekerja. Selain itu, aspek pengembangan kompetensi pekerja juga menjadi poin utama guna menghadapi tantangan transformasi di industri perkebunan.
PKB ini juga menandai langkah awal sinergisitas PTPN IV PalmCo pasca merger. Dengan adanya PKB tunggal, seluruh regional kini memiliki kompas yang sama dalam bergerak. Hal ini penting untuk menciptakan budaya kerja yang inklusif.
Selain fokus pada internal, PTPN IV juga terus memperkuat misi kemanusiaan dan sosial-ekonomi, khususnya di wilayah Sumatra. Hubungan industrial yang harmonis menjadi modal dasar bagi perusahaan untuk menjalankan peran sebagai agen pembangunan nasional, baik dalam penanganan bencana maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan.
Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengingatkan bahwa PKB ini harus dipandang sebagai instrumen yang hidup dan adaptif. Implementasi pada setiap aspek operasional perusahaan menjadi kunci utama agar butir-butir kesepakatan menjadi jiwa dalam setiap aktivitas produksi dari hulu hingga hilir.
Jatmiko turut mengajak seluruh insan PalmCo untuk mengimplementasikan PKB ini secara konsisten sebagai kompas dalam bekerja. "PKB adalah janji bersama untuk tumbuh lebih kuat, lebih efisien, dan lebih sejahtera. Mari kita jadikan sinergi ini sebagai bahan bakar untuk melampaui seluruh target yang telah ditetapkan," pungkasnya.
Semangat kolaborasi yang terpancar dari Jakarta ini diharapkan menjadi energi baru bagi PTPN IV PalmCo untuk menyongsong tahun 2026 dengan optimisme tinggi.***(Rls)