Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Idris Laena : Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, tetapi Ruang Membangun Peradaban

Riauterkini - PEKANBARU - Pendiri Alexandria Islamic School Dr. Ir. H.M. Idris Laena, M.H menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik semata. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat membangun karakter, menanamkan nilai-nilai akhlak, serta melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia dan umat Islam.

Pesan tersebut disampaikan Idris Laena saat memberikan pengarahan dalam acara Gathering and Closing Ceremony Pre-Session Tahun Ajaran 2026–2027 di Auditorium Alexandria Islamic School, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat Sabtu (11/7/2026). Acara tersebut dihadiri ratusan orang tua siswa, jajaran yayasan, kepala sekolah, guru, peserta didik baru serta undangan.

Mengawali sambutannya, Idris Laena mengajak seluruh orang tua memahami filosofi pelaksanaan Pre-Session, program pengenalan sekolah yang menjadi ciri khas Alexandria Islamic School. Menurutnya, terdapat tiga makna utama yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.

Idris menjelaskan bahwa Pre-Session bukan sekadar pengganti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), melainkan proses awal membangun rasa memiliki terhadap sekolah.

Selama kurang lebih dua pekan, para siswa diperkenalkan dengan lingkungan belajar, budaya sekolah, hingga nilai-nilai yang akan menjadi bekal selama mereka menempuh pendidikan.

“Kami berharap mereka mulai mencintai lembaga yang akan mendidik mereka selama tiga tahun,” kata Idris Laena.

Dengan mengenal lingkungan sekolah sejak awal, siswa diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat, merasa nyaman, sekaligus memiliki semangat untuk berkembang bersama sekolah.

Filosofi kedua yang ditekankan Idris adalah pentingnya penghormatan kepada orang tua. Karena itu, Alexandria mewajibkan ayah dan ibu hadir bersama anak dalam acara penutupan Pre-Session.

Menurut Idris, kehadiran orang tua bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menjadi simbol bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah.

Apalagi sebagian besar siswa Alexandria merupakan peserta didik boarding school atau berasrama. Melalui momentum tersebut, para siswa diingatkan bahwa meskipun tinggal di asrama, mereka tidak pernah ditinggalkan oleh orang tua.

Ia bahkan mengajak seluruh peserta memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan kepada ayah dan bunda yang telah berjuang memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya.

Usai acara, seluruh peserta juga mengikuti makan siang bersama sebagai bagian dari membangun kebersamaan antara sekolah, siswa, dan keluarga.

Makna ketiga Pre-Session adalah menemukan potensi terbaik setiap peserta didik. Idris mengatakan seluruh penampilan seni yang ditampilkan dalam acara penutupan merupakan hasil pemetaan minat dan bakat siswa baru selama dua pekan mengikuti Pre-Session.

Mulai dari tari tradisional, seni bela diri, angklung, drama, pidato berbahasa asing, hingga pembacaan puisi merupakan bagian dari proses mengenali potensi peserta didik.

Bagi Idris, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak berkembang sesuai bakatnya.

“Semua yang tampil hari ini adalah anak-anak yang baru masuk. Dalam dua minggu kami sudah mulai melihat bakat dan minat mereka,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Idris juga memaparkan sejumlah capaian Alexandria Islamic School.

Di bidang akademik, sebanyak 12 siswa SMP memperoleh penghargaan Academic Achievement, sementara 13 siswa SMA juga meraih penghargaan serupa. Selain itu, sebanyak 122 lulusan berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Tidak hanya akademik, Alexandria juga mencatat prestasi pada sekitar 30 cabang ekstrakurikuler. Salah satu kebanggaan sekolah adalah keberhasilan marching band Alexandria meraih Juara II Dunia dalam ajang WAMSB Drumline Battles International.

Bahkan pada tahun ini, tim marching band Alexandria memperoleh undangan untuk tampil di Meksiko.

Menurut Idris, berbagai prestasi tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan bukti bahwa pendekatan pendidikan yang dijalankan sekolah mampu mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh.

Bagian terpenting dari pidato Idris adalah penekanannya mengenai makna pendidikan sebagai proses membangun peradaban.

Ia menegaskan bahwa penutupan Pre-Session bukan hanya seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa seluruh proses pendidikan memiliki dampak besar terhadap masa depan bangsa.

“Hari ini bukan sekadar penutupan Pre-Session. Hari ini adalah pengingat bahwa sesungguhnya kita tidak hanya sedang mendidik anak, kita sedang membangun peradaban,” tegasnya.

Menurut mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar itu, peradaban tidak dibangun dalam waktu singkat. Peradaban lahir dari manusia yang utuh, yaitu manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, hati nurani, serta akhlak mulia.

Karena itu, sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat mengejar nilai akademik, tetapi harus menjadi ruang pembentukan karakter.

Sebagai implementasi filosofi tersebut, Alexandria menerapkan konsep pendidikan Three in One, yaitu mengintegrasikan tiga aspek utama pendidikan.

Pertama, adalah Academic, yang bertujuan membangun kecerdasan intelektual. Kedua, adalah Life Skill, untuk membentuk ketangguhan, kemampuan memecahkan masalah, dan kesiapan menghadapi kehidupan nyata. Ketiga adalah Behavior, yakni membangun karakter, akhlak, dan kepribadian peserta didik.

Idris mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa akhlak justru dapat menjadi ancaman. Ia mencontohkan bagaimana dalam sejarah dunia terdapat tokoh-tokoh yang memiliki kecerdasan tinggi, tetapi menggunakan kemampuannya untuk melakukan kejahatan karena tidak memiliki landasan moral.

Karena itu, menurutnya, pendidikan harus melahirkan manusia yang cerdas sekaligus beradab. Selain konsep Three in One, Alexandria juga menerapkan Personal Approach Solution, yakni pendekatan personal kepada setiap siswa.

“Setiap anak bukanlah angka. Setiap anak adalah amanah, setiap anak adalah masa depan,” ujarnya.

Idris menjelaskan bahwa Alexandria berupaya memadukan pendidikan bertaraf internasional dengan penguatan nilai-nilai lokal dan keislaman.

Sekolah menghadirkan kurikulum Cambridge agar peserta didik siap bersaing secara global. Namun di saat yang sama, mereka tetap dibekali nilai budaya Indonesia, karakter Pancasila, dan ajaran Islam.

Idris menjelaskan, pendidikan tidak boleh memaksa memilih antara identitas nasional dan daya saing internasional.

“Kami tidak memilih antara global dan lokal, kami merangkul keduanya,” katanya.

Visi Alexandria adalah melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, inovatif, berjiwa Pancasila, mandiri, serta bertakwa. Dalam pidatonya, Idris mengutip firman Allah dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 mengenai derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Ia juga mengingatkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Bagi Idris, ilmu pengetahuan harus selalu melahirkan keimanan dan akhlak.Tanpa keduanya, pendidikan hanya menghasilkan kecerdasan yang kehilangan arah.

Idris menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada Alexandria Islamic School.

Ia menegaskan bahwa sekolah akan berupaya menjaga sekaligus mengarahkan masa depan setiap peserta didik. Namun ia juga mengingatkan bahwa pendidikan terbaik hanya dapat terwujud apabila rumah dan sekolah berjalan beriringan.

“Ketika cinta di rumah bertemu dengan nilai di sekolah, di situlah pendidikan terbaik lahir,” ujarnya.

Pesan untuk Para Siswa

Menutup pidatonya, Idris mengajak seluruh peserta didik baru untuk memanfaatkan masa belajar di Alexandria sebagai kesempatan mengembangkan seluruh potensi diri. Ia mengingatkan para siswa agar tidak takut melakukan kesalahan selama mau terus belajar dan memperbaiki diri.

Di atas segalanya, ia menanamkan pesan bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Ia meminta para siswa menghormati orang tua, memuliakan guru, menyayangi teman, serta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan.

Lebih Idris menerangkan, generasi muda hari ini merupakan calon pemimpin bangsa yang kelak akan menentukan arah Indonesia. Karena itu, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, kepedulian sosial, dan semangat membangun peradaban.

Dengan semangat itulah Alexandria Islamic School berkomitmen menjadikan setiap peserta didik bukan sekadar lulusan yang cerdas, melainkan insan yang siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. ***(mok)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Berita Lainnya

Senin, 21 September 2026

Semi Open Tournament Volleyball Putra Dandim 0314/Inhil Cup VIII Resmi Dibuka, 40 Club Siap Bertanding


Senin, 21 September 2026

64 Bikers Honda Jelajah Misteri dalam Petualangan dan Sejarah di Kampar


Senin, 21 September 2026

Sebanyak 34 Hewan Diberi Vaksinasi Rabies Gratis di Dinas PKH Riau


Senin, 21 September 2026

Gadaikan Motor Adik Ipar Rp5 Juta, Pria di Bengkalis Ini Tangkap Polisi


Senin, 21 September 2026

Kontrak Sudah Ditandatangani, Kerjasama BSI dengan RSUD Indrasari Inhu Terganjal BRK Syariah


Senin, 21 September 2026

Sertijab Kapolsek Tanah Putih, Kapolres Rohil Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan kepada Masyarakat


Senin, 21 September 2026

Capella Honda dan Kepolisian Ajak 350 Mahasiswa UMRI Kenali Batas Tubuh Saat Berkendara


Senin, 21 September 2026

Melanggar, Seorang WN Malaysia Didekrtasi Imigrasi Pekanbaru


Senin, 21 September 2026

Gagal di Sepak Takraw, Sumaya Malah Bawa Pulang Perak Asian Games dari Jepang


Senin, 21 September 2026

Pemberitahuan Dianggap Ancaman, PT RSA Diduga akan Gunakan APH Untuk Tekan Petani Nuntut Haknya.


Senin, 21 September 2026

Minggu Kasih, Polsek Tanah Putih Sambangi Warga dan Sampaikan Pesan Kamtibmas


Senin, 21 September 2026

Ketua DPRD Bengkalis Sebut Beasiswa SDM Sawit jadi Bekal Bangun Daerah


Senin, 21 September 2026

PTPN IV PalmCo Donorkan 1.082 Kantong Darah, Perkuat Kepedulian dan Manfaat bagi Masyarakat


Senin, 21 September 2026

Silaturahmi Pariaman-Kuansing Menguat, PKDP Apresiasi Dukungan Dua Daerah


Minggu, 20 September 2026

Data SiPongi Riau Hari Ini Nihil Karhutla, Dua Hotspot Terpantau Ternyata Berasal dari Pabrik


Minggu, 20 September 2026

Di Hadapan Ribuan Mahasiswa, Mentan Puji Petani Sukses Binaan PTPN IV PalmCo


Minggu, 20 September 2026

Tragedi KM 25 Tol Pekanbaru–Bangkinang: Lelah dan Microsleep Berujung Duka Pasangan Suami Istri


Minggu, 20 September 2026

Aksi Cincang Truk Tronton di Pelalawan Terbongkar, 8 Orang Diamankan


Minggu, 20 September 2026

A Riza Patria Lantik IARMI Riau, Pangdam XIX Tuanku Tambusai Diberi Baret Kehormatan


Minggu, 20 September 2026

Sekolah di Pelalawan Tetap Tatap Muka 21-23 September, Kualitas Udara Terus Dipantau