Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Gagal di Sepak Takraw, Sumaya Malah Bawa Pulang Perak Asian Games dari Jepang

Riauterkini - PEKANBARU - Jalan menuju podium Asian Games ternyata tidak selalu dimulai dari olahraga yang pertama kali dicintai. Sumaya merasakan sendiri bagaimana kegagalan justru membuka pintu menuju kesempatan yang lebih besar.

Berawal dari keinginan mengikuti jejak kedua orangtuanya di cabang sepak takraw, ia kemudian beralih ke olahraga yang saat itu masih asing baginya, teqball. Pilihan tersebut akhirnya membawa Sumaya ke panggung Asian Games di Nagoya, Jepang.

Di Nagoya City Higashi Sports Center, Sumaya tampil konsisten hingga berhasil membawa pulang medali perak untuk Indonesia. Perjalanannya menuju final dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Lebanon. Pada pertandingan kedua, ia kembali menang 2-0 atas Myanmar. Pertandingan ketiga menghadapi Kirgistan berlangsung lebih ketat. Sumaya harus bermain hingga tiga gim sebelum akhirnya menang 2-1.

Langkahnya berlanjut dengan kemenangan 2-0 atas Kamboja. Hasil tersebut mengantarkannya ke semifinal. Di babak empat besar, Sumaya kembali menunjukkan mental bertandingnya. Menghadapi India, ia berhasil mengamankan kemenangan 2-1 sekaligus memastikan tempat di partai final. Namun, final mempertemukannya kembali dengan Myanmar.

Pertandingan berlangsung sengit. Kali ini Sumaya harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah 1-2. Ia pun menyelesaikan perjuangannya dengan medali perak.

Bagi Sumaya, kunci menjalani pertandingan adalah tidak membebani diri sendiri. "Percaya diri saja, tidak ada mikir-mikir yang berat. Enjoy saja," kata Summaya, Senin (21/9/26).

Sumaya tidak lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh di tengah keluarga atlet. Sang ayah, Safrudin, merupakan pelatih sepak takraw. Sedangkan ibunya, Khairani, adalah mantan pemain sepak takraw yang pernah memperkuat tim nasional Indonesia. Sejak kecil, Sumaya mendapatkan tempaan olahraga dari kedua orangtuanya. Bukan hanya teknik, tetapi juga disiplin, mental dan motivasi untuk terus berjuang.

Awalnya, Sumaya ingin mengikuti jejak ayah dan ibunya. Ia ingin berprestasi melalui sepak takraw dan memberikan sesuatu untuk Indonesia.

Kesempatan itu kemudian datang melalui berbagai pelatihan dan seleksi. Pada 2024, ia mengikuti seleksi di Sumatera Utara. Namun, namanya belum masuk dalam daftar yang diharapkan.

Kegagalan tersebut sempat membuat jalan menuju tim nasional sepak takraw belum terbuka. Tetapi, di balik itu muncul kesempatan lain yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Saat itu, teqball masih terdengar asing baginya. Namun, ia melihat olahraga tersebut sebagai peluang baru. Ia pun memutuskan mencoba. Sumaya kembali mengikuti pelatihan di Riau. Dari berbagai uji coba, pertandingan dan ekshibisi, kemampuannya mulai terlihat. Perlahan, namanya diperhitungkan di tingkat nasional.

Dari olahraga yang awalnya asing, Sumaya akhirnya menemukan panggung baru untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-citanya membela Indonesia.

"Tuhan sepertinya memberikan jalan yang lain," ungkapnya.

Sebelum tampil di Asian Games Nagoya, Sumaya menjalani persiapan panjang. Sekitar satu setengah bulan ia menjalani latihan di Surabaya. Setelah itu, persiapan dilanjutkan di Jakarta selama sepekan, tepatnya di kawasan Blok S.

Baru setelah seluruh rangkaian persiapan tersebut, Sumaya bertolak ke Jepang untuk menghadapi persaingan di Asian Games. Hasilnya terbayar di lapangan.

Enam pertandingan dijalani hingga partai final. Lima kemenangan berhasil diraih sebelum akhirnya Sumaya harus puas dengan medali perak.

Perjuangan Sumaya di partai final juga mendapat perhatian langsung dari Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir menyaksikan pertandingan menghadapi Myanmar. Usai pertandingan, Erick Thohir menyampaikan ucapan terima kasih atas perjuangan Sumaya membawa nama Indonesia dan raihan medali perak tersebut. Ucapan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi Sumaya.

Bagi kedua orangtuanya yang masih berada di Rupat, Kabupaten Bengkalis, keberhasilan Sumaya merupakan kebanggaan tersendiri. Mereka terus memberikan dukungan dan motivasi agar Sumaya tidak berhenti berjuang.

Medali perak tersebut juga menjadi bukti bahwa kegagalan pada satu kesempatan bukan berarti perjalanan harus berhenti. Justru dari kegagalan itulah Sumaya menemukan jalan baru.

Dari sepak takraw menuju teqball. Dari olahraga yang sudah akrab sejak kecil menuju cabang yang awalnya sama sekali asing. Hingga akhirnya, langkah itu membawanya ke podium Asian Games di Jepang. Sumaya kini masih berada di Jepang sembari mempersiapkan kepulangannya ke Indonesia. Dari perjalanan yang dilaluinya, ia memiliki satu pesan sederhana bagi anak-anak muda yang sedang mengejar impian.

"Jangan takut mencoba hal baru. Terus berjuang dengan sungguh-sungguh, fokus pada satu tujuan dan berikan yang terbaik." Pesan itu sejalan dengan perjalanan yang telah dilaluinya sendiri. Sebab, jika Sumaya tidak berani mencoba teqball setelah gagal dalam seleksi sepak takraw, mungkin cerita tentang medali perak Asian Games di Nagoya tidak akan pernah terjadi. ***(mok)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Kamis, 17 September 2026

Percepat Digitalisasi Layanan, BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar TO E-BLUD

Percepat Digitalisasi Layanan Keuangan dan Kesehatan, BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar TO Integrasi Implementasi SIPD E-BLUD One to Many

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Berita Lainnya

Jumat, 18 September 2026

Jumat Curhat, Polisi Ukui Serap Aspirasi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas


Jumat, 18 September 2026

Perkenalkan Pacu Jalur, GOW Kuansing Kunjungi Kabupaten Lima Puluh Kota


Jumat, 18 September 2026

PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Raih Penghargaan Pelaksana Donor Darah Terbanyak


Jumat, 18 September 2026

Nasdem Riau Klarifikasi Soal Kematian MA di Hotel Rekan Anggota DPRD Meranti


Jumat, 18 September 2026

Polwan Polda Riau Sambut Hari Jadi ke-78 dengan JALUR, Salurkan Sembako dan Buka Klinik Terapung


Jumat, 18 September 2026

Suap Bupati demi Jabatan dan Proyek, Sekdakab Kuansing dan Direktur PT MIC Diadili


Jumat, 18 September 2026

KKI 2026 Bengkalis Resmi Ditutup, ITS Surabaya Rebut Juara Umum


Jumat, 18 September 2026

Inisiatif Pembelajaran Hidroponik dan Dukungan Gizi Dorong Tumbuh Kembang Generasi Muda di Dumai


Jumat, 18 September 2026

Inisiatif Pembelajaran Hidroponik dan Dukungan Gizi Dorong Tumbuh Kembang Generasi Muda di Dumai


Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla


Jumat, 18 September 2026

Keliling Pasar Kamis Gunakan TOA, Polsek Tanah Putih Ajak Warga Cegah Karhutla


Jumat, 18 September 2026

BRK Syariah Percepat Digitalisasi Keuangan 22 Puskesmas di Inhil


Jumat, 18 September 2026

Hari Perhubungan Nasional 2026, Pemkab Kuansing Dorong Transportasi Makin Aman, Lancar dan Terintegrasi


Jumat, 18 September 2026

Hari Perhubungan Nasional 2026, Pemkab Kuansing Dorong Transportasi Makin Aman, Lancar dan Terintegrasi


Kamis, 17 September 2026

Waktu Tersisa Kurang dari 2 Pekan, Pembahasan APBD-P Siak 2026 Dikejar Deadline Keras Akhir September


Kamis, 17 September 2026

Sekda Inhu Bantah Pengurangan TPP ASN Akibat Anggaran Penanggulangan Karhutla


Kamis, 17 September 2026

3.387,73 Hektare Lahan Terbakar, Polda Riau Tetapkan 61 Orang Tersangka


Kamis, 17 September 2026

Dua Desa di Kecamatan Gaung Inhil Dilanda Karhutla, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Api


Kamis, 17 September 2026

Perjalanan Pengusaha Jadi Abdi Negara, Basriman Luncurkan Autobiografi Menyisir Tantangan, Menyemai Pengabdian


Kamis, 17 September 2026

Percepat Digitalisasi Layanan, BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar TO E-BLUD