
Riauterkini-PEKANBARU – Erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Minggu (6/9/2026). Sedikitnya 33 penerbangan dari dan menuju Pekanbaru dibatalkan akibat penyebaran abu vulkanik di ruang udara serta penyesuaian operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.
General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Achmad menjelaskan, pembatalan dilakukan sebagai langkah untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat.
Berdasarkan data monitoring hingga pukul 14.03 WIB, penerbangan yang mengalami pembatalan meliputi rute Pekanbaru-Jakarta (PKU-CGK), Jakarta-Pekanbaru (CGK-PKU), Pekanbaru-Halim Perdanakusuma (PKU-HLP), Halim Perdanakusuma-Pekanbaru (HLP-PKU), serta Pekanbaru-Dabo Singkep (PKU-SIQ).
Dari total 33 penerbangan tersebut, Pelita Air menjadi maskapai dengan delapan penerbangan yang dibatalkan, disusul Citilink tujuh penerbangan, Garuda Indonesia enam penerbangan, Lion Air empat penerbangan, Batik Air empat penerbangan, Super Air Jet tiga penerbangan, dan Susi Air satu penerbangan.
Rinciannya, penerbangan Pelita Air yang dibatalkan yakni nomor penerbangan 329 rute PKU-CGK, 320 CGK-PKU, 321 PKU-CGK, 322 CGK-PKU, 323 PKU-CGK, 324 CGK-PKU, 325 PKU-CGK, dan 328 CGK-PKU.
Selanjutnya, Citilink meliputi penerbangan 936 CGK-PKU, 937 PKU-CGK, 932 CGK-PKU, 933 PKU-CGK, 939 PKU-CGK, 032 HLP-PKU, serta 033 PKU-HLP.
Lion Air yang dibatalkan adalah penerbangan 292 CGK-PKU, 393 PKU-CGK, 390 CGK-PKU, dan 391 PKU-CGK. Sedangkan Super Air Jet meliputi penerbangan 919 PKU-CGK, 866 CGK-PKU, dan 867 PKU-CGK.
Untuk Batik Air, penerbangan yang terdampak yakni 6852 CGK-PKU, 6857 PKU-CGK, 6854 CGK-PKU, dan 6855 PKU-CGK.
Sementara itu, Garuda Indonesia membatalkan penerbangan 172 CGK-PKU, 175 PKU-CGK, 174 CGK-PKU, 177 PKU-CGK, 176 CGK-PKU, dan 179 PKU-CGK.
Satu penerbangan lainnya adalah Susi Air 7238 dengan rute Pekanbaru menuju Dabo Singkep (PKU-SIQ).
Pihak Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II menyebut pembatalan tersebut berkaitan dengan erupsi Anak Gunung Krakatau yang menyebabkan penyebaran abu vulkanik (volcanic ash) di ruang udara dan turut memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.
Koordinasi Penanganan Penumpang
Tim operasional Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak pembatalan maupun penundaan penerbangan.
Selain itu, pembaruan informasi mengenai jadwal penerbangan yang terdampak erupsi Anak Gunung Krakatau terus dilakukan secara berkala.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II diimbau untuk memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai guna memastikan kepastian jadwal keberangkatan.
Manajemen Injourney Airports Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II juga menyatakan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jasa bandara di tengah kondisi tersebut.
Manajemen berharap bencana erupsi Anak Gunung Krakatau dapat segera teratasi sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan normal.***(rls)