Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Riau Melangkah Maju Terapkan Standar Pasar Karbon Hutan Berintegritas Tinggi Pertama di Indonesia



Riauterkini-PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau hari ini mencatat tonggak penting dalam Inisiatif GREEN for Riau menuju penerapan ART-TREES (Architecture for REDD+ Transactions - REDD+ Environmental Excellence Standard). ART-TREES merupakan standar internasional untuk kredit pasar karbon hutan berintegritas tinggi.

Kementerian Kehutanan menyampaikan dukungan terhadap langkah Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat kesiapan REDD+ berbasis yurisdiksi tersebut. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong kesiapan teknis, kelembagaan, safeguards, dan tata kelola yang konsisten dengan kebijakan nasional. Melalui proses ini, Riau menjadi provinsi pertama di Indonesia dalam menerapkan REDD+ yurisdiksional yang mengacu pada standar internasional berintegritas tinggi, ART-TREES, sekaligus membangun rujukan praktis bagi provinsi lain.

“Ini merupakan tonggak penting bagi Riau,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau, S.F. Hariyanto. “Kami ingin melindungi hutan dan lahan gambut sekaligus membuka peluang nyata bagi masyarakat. Dengan membangun satu sistem yang transparan, kami ingin memastikan bahwa pembiayaan iklim diberikan berdasarkan hasil yang terukur dengan menerapkan perlindungan sosial dan lingkungan yang kuat. Sistem ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat yang selama ini menjaga hutan.”

Pada 7–8 September, serangkaian kegiatan akan mempertemukan pemerintah tingkat provinsi dan nasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mitra pembangunan, perwakilan Kedutaan Besar Inggris dan Norwegia, masyarakat, pakar teknis, serta calon pembeli kredit karbon.

Kegiatan tersebut mencakup dialog tingkat tinggi, konsultasi teknis, kunjungan lapangan, dan pertemuan dengan pelaku pasar. Rangkaian kegiatan ini membahas landasan yang dibutuhkan untuk memperkuat REDD+ berbasis yurisdiksi serta membuka peluang askes terhadap berbagai skema pembiayaan berbasis hasil (results-based finance) dan pasar karbon, sesuai dengan kebijakan nasional dan persyaratan standar yang digunakan.

Hal ini termasuk penyusunan Tingkat Emisi Rujukan Hutan (Forest Reference Emission Level/FREL) pada skala provinsi yang konsisten dengan FREL nasional dan sistem MRV nasional, perlindungan sosial dan lingkungan, mekanisme pembagian manfaat yang berkeadilan, serta aturan yang jelas untuk mengintegrasikan proyek dan aksi berbasis masyarakat ke dalam satu kerangka penghitungan karbon di tingkat provinsi.

Pertemuan ini juga akan mempresentasikan dan membahas rancangan Panduan Operasional mengenai kerangka nesting dan penghitungan REDD+ yurisdiksional Riau. “Langkah Riau untuk memperkuat kesiapan REDD+ berbasis yurisdiksi patut diapresiasi. Namun, integritas lingkungan dan sosial harus menjadi fondasi sejak awal.

Hal ini mencakup tingkat rujukan dan sistem MRV yang konsisten dengan kerangka nasional, perlindungan sosial dan lingkungan yang kokoh, serta mekanisme pembagian manfaat yang jelas,” kata Haruni Krisnawati, Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan Iklim, Kementerian Kehutanan. “Pengalaman Riau dapat menjadi pembelajaran penting bagi provinsi lain dalam mengembangkan REDD+ yurisdiksional yang kredibel ketika provinsi lain mempertimbangkan jalur berintegritas tinggi di Indonesia.”

Kerja ini sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial dalam Perubahan Iklim (RAN-GPI). “Perempuan bukan hanya penerima dampak, tetapi juga pelaku dan pemimpin perubahan. Pembangunan hijau harus memastikan perempuan dan kelompok rentan dilibatkan, didengar, dilindungi, dan memperoleh manfaat,” kata Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Riau memiliki kawasan hutan yang luas serta sekitar 4,9 juta hektare lahan gambut, menjadikan provinsi ini penting bagi pencapaian target iklim dan tata guna lahan Indonesia. Kerangka yang tengah berkembang akan mendukung target FOLU Net Sink 2030 Indonesia dan pengembangan Nilai Ekonomi Karbon di sektor kehutanan. Pengaturan nesting diperlukan untuk menjaga konsistensi penghitungan serta mengurangi risiko terjadinya klaim yang tumpang tindih antara program-program yang berjalan pada skala berbeda.

Langkah kesiapan ini berlangsung pada musim kemarau di Sumatra, ketika risiko kebakaran hutan dan lahan gambut serta kabut asap meningkat. Risiko musiman tersebut menegaskan pentingnya perlindungan hutan dan gambut yang masih utuh, sekaligus peralihan dari respons darurat menuju pencegahan berkelanjutan, pemulihan tata kelola air dan pembasahan kembali pada ekosistem gambut yang terdegradasi, serta pengelolaan lahan dan air yang lebih baik. Upaya ini menjadi kunci untuk mengurangi risiko kebakaran dan emisi Riau dalam jangka panjang.

“Melindungi hutan-hutan ini bukan semata-mata soal karbon, tetapi juga tentang air, kesehatan masyarakat, dan ketangguhan jangka panjang bagi masyarakat Riau,” kata Gita Sabharwal, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia. “Karena itu, pendekatan yang dilakukan Riau ini penting: pendekatan ini menunjukkan bahwa ambisi iklim, perlindungan hutan, kesejahteraan masyarakat, dan investasi dapat saling memperkuat, sekaligus membantu Indonesia menetapkan standar global bagi aksi kehutanan yurisdiksional yang berintegritas tinggi.”

Inisiatif GREEN for Riau didukung oleh Program UN-REDD, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dan didanai oleh Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) Inggris. Inisiatif ini telah mendukung dialog teknis, koordinasi kelembagaan, serta kajian awal mengenai tingkat rujukan, perlindungan sosial dan lingkungan, dan nesting, dengan tujuan menerjemahkan persyaratan integritas internasional serta kebijakan Indonesia menjadi pendekatan operasional di tingkat provinsi.

“Ini merupakan tonggak penting bagi Riau dan provinsi percontohan ART-TREES lainnya. Langkah ini menunjukkan bagaimana ambisi iklim dapat diterjemahkan menjadi hasil nyata,” kata Peter Rajadiston, Minister-Counsellor (Development) Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

“Inggris bangga mendukung Indonesia dan Riau dalam mendorong pembangunan berkelanjutan serta mewujudkan prioritas bersama dalam Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia di bidang Iklim, Energi, dan Alam. Riau memiliki peluang untuk menunjukkan bagaimana penghitungan emisi gambut yang kuat dan penerapan nesting yang efektif dapat mengintegrasikan proyek sektor swasta ke dalam kerangka yurisdiksional yang kredibel. Hal ini penting untuk menjaga integritas, meningkatkan kepercayaan investor, mendukung harga premium bagi kredit karbon berkualitas tinggi, serta menarik investasi swasta jangka panjang bagi hutan dan masyarakat lokal.”

Proses Riau selanjutnya masih bergantung pada penyelesaian dan validasi persyaratan teknis, konsultasi dengan para pemangku kepentingan, serta proses registrasi, validasi, dan verifikasi ART-TREES yang berlaku.***(rls)

teks foto: Penyerahan Surat Rekomendasi dan persetujuan untuk penggunaan Standar ART-TREES oleh Kementerian Kehutanan kepada Provinsi Riau dalam acara Dialog Tingkat Tinggi Inisiatif Green for Riau di Pekanbaru, Riau pada 7 September 2026. (Credit: Yayasan PETAI/UN-REDD)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Berita Lainnya

Minggu, 06 September 2026

Dua Pria Ditangkap Polisi di Rimba Melintang, 12 Paket Diduga Sabu Diamankan


Minggu, 06 September 2026

Protes jalan Rusak menahun, Emak-emak Nekad Hadang Mobil Dinas Bupati Rohil, Bistamam


Sabtu, 05 September 2026

Ajang Silaturahmi, Perbarindo Riau Gelar Turnamen Badminton dan Idol 2026


Sabtu, 05 September 2026

Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Indonesia Terbebas dari Karhutla


Sabtu, 05 September 2026

Pangdam dan Kapolda Riau Tinjau Lokasi Karhutla di Dayun Siak


Sabtu, 05 September 2026

Asap Tipis Masih Muncul, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Maksimalkan Pendinginan Karhutla di Kawasan Jalan Koridor RAPP


Sabtu, 05 September 2026

Komda APHI Riau: Inpres 11/2026 Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Cegah Karhutla


Sabtu, 05 September 2026

Putri Mahkota Swedia Victoria Kunjungi Lombok, Tinjau Program UNDP dan UMKM Lokal


Sabtu, 05 September 2026

Dua Pria Ditangkap Polisi di Rimba Melintang, 12 Paket Diduga Sabu Diamankan


Sabtu, 05 September 2026

Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman 5 Titik Hotspot di Desa Kayu Raja, Luas Lahan Capai 20 Hektare


Sabtu, 05 September 2026

Karhutla Riau Terkendali, PTPN IV Regional III Tetap Siagakan Ratusan Personel Perkuat Patroli


Sabtu, 05 September 2026

Rumah Warga Terbakar, Polsek Tanah Putih Bersama Babinsa Langsung Tinjau ke Lokasi


Jumat, 04 September 2026

Direktur PT TML Bantah Korupsi PMKS Bengkalis, Minta Divonis Bebas


Jumat, 04 September 2026

Bidik Bibit Atlet Muda, Jhon LBF dan Penyanyi Anji Sosialisasikan Orado di SMAN 5 Pekanbaru


Jumat, 04 September 2026

Polisi Serap Aspirasi dan Pesan Kamtibmas ke Warga Ukui


Jumat, 04 September 2026

Jakarta Sambut Kunjungan Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Swedia sebagai Goodwill Ambassador UNDP


Jumat, 04 September 2026

SMK Abdurrab Tambah Asrama, Tampung 80 Siswi


Jumat, 04 September 2026

Polisi Tangkap 9 Orang Pelaku Penyerangan Warga di Rohul


Jumat, 04 September 2026

Karhutla di Riau Tambah 87,9 Hektar, Total Lahan Terbakar Capai 18.770 Hektar


Jumat, 04 September 2026

Peringati Harpelnas 2026, BRK Syariah Sudirman Perkuat Layanan Humanis