Riauterkini - PEKANBARU - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau menggelar dialog terbuka bersama mahasiswa serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini bertajuk “Nyore Kite di PKB”, di kantor DPW PKB Riau ini juga dimaksudkan untuk menyerap aspirasi.
Kegiatan berlangsung hangat ini terjadi dialog dua arah antara narasumber dari PKB Riau nota bene anggota DPRD Riau. Menjawab pertanyaan mahasiswa prihal perekonomian dan pembangunan di Riau, Misliadi, yang juga anggota Fraksi PKB DPRD Riau menegaskan bahwa visi Riau Maju dan Berkelanjutan” tidak boleh sekadar menjadi tagline.
Menurutnya, cita-cita ini harus diwujudkan dengan pembangunan yang merata di seluruh sektor, demi mengantarkan Riau menuju Indonesia Emas 2045.
“Pak Gubernur ingin Riau benar-benar bangkit, tidak hanya di kota, tapi juga merata hingga ke pelosok. Tantangannya memang ada pada tata kelola APBD yang sedang terus dibenahi. Karena itu, sumber-sumber pendapatan daerah harus terus didorong,” ujar Musliadi, Sabtu (27/9/25).
Ia mengakui, pertumbuhan ekonomi Riau yang tercatat sebesar 3,46 persen masih relatif rendah untuk ukuran sebuah provinsi besar. Namun, Musliadi optimis pemerintah bersama DPRD Riau mampu mendorong perbaikan ekonomi secara bertahap dan berkesinambungan.
“Percayalah, pemerintah bersama DPRD Riau berupaya keras untuk mengangkat ekonomi daerah. Ini bukan pekerjaan instan, tapi dengan kerja bersama, Riau bisa lebih maju, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas,” tegasnya.
Sementara anggota Fraksi PKB lainya, Muhtarom di antaranya berbicara soal defisit anggaran yang sedang dihadapi Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) Riau. Menurutnya, upaya Gubernur Riau Abdul Wahid yang lebih terkonsentrasi menyelesaikan tunda bayar merupakan pilihan baik selama 2025.
Pemprov menurutnya tak ingin beban hutang yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya menjadi beban lagi. Pasalnya, pada 2026 mendatang, akan mulai fokus pada program pembangunan.
Baik dari sisi infrastruktur mau pun program lainya yang bertujuan untuk kemajuan dan kesejagteraan masyarakat.
"Kita selesaikan tunda bayar dulu. 2026 baru kita tata. Persoalan tinda bayar memang harus kita tuntaskan agar tak menjadi pekerjaan rumah lagi. Sehingga ke depan kita benar-benar fokus kita membangun Riau," ujarnya.
Kesempatan ini juga hadir iAsisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat daerah Provinsi Riau, Helmi D. Helmi mewakili Gubri Abdul Wahid menyambut baik kegiatan yang dilakukan DPW PKB Riau. Menurutnya menyerap aspirasi masyarakat bagian yang tidak terpisahkan dari partai politik.
"Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi langkah serap aspirasi DPW PKB Riau, aspirasi tersebut bisa disampaikan kepada Pemprov melalui wakil PKB di DPRD Riau," ujar Helmi.
Sementara Ketua Fraksi PKB DPRD Riau, Kasir ST, bersama seluruh anggota fraksi. Ratusan peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari organisasi masyarakat, mahasiswa, hingga komunitas di Riau. Kemudian ikut memeriahkan acara yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna.
“Acara ini ruang positif yang kreatif. Dengan kegiatan seperti ini, masyarakat bisa lebih dekat dan lebih mudah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah,” ujar Kasir.
DPW PKB Riau menegaskan, “Nyore Kite di PKB” bukan sekadar acara seremonial. Dialog aspirasi ini akan dijadikan agenda rutin, sebagai wujud komitmen partai untuk memperkuat komunikasi politik dan menghadirkan solusi nyata dari suara masyarakat.
Dengan konsep diskusi yang terbuka, santai, dan interaktif, PKB berharap aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara jujur, terbuka, serta menjadi dasar dalam mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat. ***(mok)