Riauterkini-PELALAWAN – PT Musim Mas menggelar sosialisasi dan pelatihan pencegahan serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Estet I Desa Batang Kulim, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Kamis (4/12/2025). Acara dimulai pukul 09.30 WIB dan dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Masyarakat Bebas Api (MBA) dan Masyarakat Bebas Areal Konservasi (MBAK) Tahun 2025.
Kegiatan dihadiri BPBD Pelalawan, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, Dinas Perkebunan-Peternakan, TNI–Polri, perangkat desa, serta regu pemadam perusahaan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kapolsek Pangkalan Lesung AKP Lambok Hendriko mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam penanganan karhutla.
“Penanganan karhutla tidak bisa oleh satu instansi saja. Pemerintah, TNI–Polri, perusahaan, dan masyarakat harus bersama-sama,” katanya.
Ia juga menyampaikan program Green Policing dari Polda Riau, di mana Polsek rutin menanam bibit pohon berbuah setiap 10 hari.
Operator DLK Pangkalan Kuras, Aipda Marmin, menjelaskan bahwa dashboard tersebut memudahkan deteksi titik panas.
“Titik api, curah hujan, dan posisi personel terdekat bisa terpantau dari satu aplikasi,” ujarnya.
Perwakilan BPBD Pelalawan, Sanusi, menyebut mayoritas pemicu kebakaran masih berasal dari aktivitas manusia.
“90 persen karhutla karena faktor manusia, termasuk membuang puntung rokok sembarangan,” katanya.
Sanusi juga mengapresiasi PT Musim Mas atas konsistensi perusahaan melakukan edukasi pencegahan karhutla.
Sementara itu, General Manager PT Musim Mas, Jerry, mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen memperkuat pencegahan karhutla melalui edukasi, pelatihan, dan kesiapsiagaan tim pemadam internal.
“Kami tidak ingin pencegahan karhutla hanya menjadi program tahunan. Ini adalah komitmen jangka panjang kami untuk melindungi lingkungan, masyarakat, dan operasional perusahaan,” ujar Jerry.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan sangat penting.
“Tanpa kolaborasi, upaya pencegahan di lapangan tidak akan maksimal. Karena itu kami terus melibatkan BPBD, TNI–Polri, dan masyarakat,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan, menyebut telah terjadi penurunan besar kasus karhutla pada tahun ini.
“Karhutla turun sekitar 70 persen. Peringkat Pelalawan di Provinsi Riau juga turun dari posisi 5 ke 7,” ujarnya.
Ia menyebut luas lahan terbakar tahun 2025 sekitar 1.500 hektare, lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kegiatan ditutup dengan pelatihan penggunaan peralatan pemadam oleh Dinas Damkar dan Manager K3 PT Musim Mas, Juspriadi Harianja. Acara berjalan aman dan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.*(ang)