Riauterkini-NEW YORK– Dua belas inisiatif dari Azerbaijan, Brasil, Kamboja, Republik Dominika, Indonesia, Filipina, Arab Saudi, dan Thailand akan menerima penghargaan pada Upacara Penghargaan Pelayanan Publik PBB (UN Public Service Awards). Acara ini akan diselenggarakan pada puncak acara Forum Pelayanan Publik PBB (UN Public Service Forum) tanggal 25 Juni 2026 di Tbilisi, Georgia.
Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare Republik Indonesia akan menerima penghargaan dalam kategori "Layanan publik yang responsif gender" untuk inisiatifnya yang bernama "Pendekatan Budaya dalam Meningkatkan Ekonomi Perempuan Pesisir (“Berdaya Srikandi”)".
Inisiatif ini memberdayakan kelompok perempuan lokal yang rentan secara ekonomi melalui pengembangan keterampilan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan. Dengan melibatkan perempuan asli daerah yang sudah lulus pendidikan perguruan tinggi sebagai fasilitator, program ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat serta mengatasi hambatan sosial dan budaya dalam berpartisipasi, sehingga membantu para perempuan meningkatkan pendapatan, mencapai kemandirian ekonomi, dan mendorong inklusi sosial.
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia akan menerima Penghargaan Kehormatan (Honourable Mention) dalam kategori "Lembaga publik yang transparan dan akuntabel untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)" melalui program "Sistem Keuangan Desa” (“SISKEUDES”).
berskala nasional ini menstandarisasi tata cara penganggaran, administrasi keuangan, dan pelaporan di seluruh 75.265 desa di Indonesia. Program ini secara nyata meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta pencegahan kecurangan dalam pengelolaan keuangan desa. Program ini juga terhubung dengan sistem-sistem utama pemerintah, sehingga memungkinkan pengawasan secara langsung (real-time) dan pembuatan kebijakan yang tepat berdasarkan data.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) , Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia akan menerima Penghargaan Kehormatan (Honourable Mention) dalam kategori "Memberikan layanan yang inklusif dan adil agar tidak ada yang tertinggal (Leave No One Behind)" untuk Aplikasi Multiplatform Mitigasi dan Penilaian Bahaya Geologi (“MAGMA”).
Platform ini memusatkan data penanggulangan bencana secara langsung (real-time) serta menyediakan informasi bahaya yang akurat dan mudah diakses oleh seluruh pihak terkait beserta masyarakat umum. Kehadiran aplikasi ini memperkuat sistem peringatan dini, mendukung pengambilan keputusan yang cepat oleh pihak yang berwenang, serta menekan risiko korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Dari lebih dari 700 pendaftar yang berasal dari 62 negara, penghargaan ini menyoroti 12 inisiatif yang paling luar biasa dan membawa terobosan baru. Para penerima penghargaan tahun ini telah menerapkan berbagai solusi baru dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Solusi-solusi tersebut menjawab berbagai tantangan serta meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah, sekaligus terus memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Beberapa inisiatif yang terpilih juga berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, kecerdasan buatan (AI), serta sistem pemerintahan berbasis digital.
Upacara Penghargaan Pelayanan Publik PBB tahun 2026 akan dipandu oleh Bapak Li Junhua, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Ekonomi dan Sosial. Acara ini diselenggarakan berurutan setelah peringatan Hari Pelayanan Publik PBB yang jatuh pada tanggal 23 Juni.
Daftar Pemenang Penghargaan Pelayanan Publik PBB Tahun 2026:
Kategori: “Memberikan layanan yang inklusif dan adil agar tidak ada yang tertinggal (Leave No One Behind)”:
- Layanan Jaminan Sosial yang Inklusif dan Setara untuk Semua, Dana Perlindungan Sosial Negara, Azerbaijan (Pemenang Penghargaan)
- Kerangka Kerja Menyeluruh untuk Tata Kelola yang Ramah Disabilitas ("Kalingyakap"), Pemerintah Kota Carmona, Filipina (Pemenang Penghargaan)
- Pendidikan anak usia dini untuk anak-anak tanpa kewarganegaraan, tidak berdokumen, dan etnis minoritas, Pemerintah Kecamatan Pang Mu, Thailand (Pemenang Penghargaan)
- Pembuatan dokumen sipil bagi narapidana ("Identifique-se"), Sekretariat Keadilan Negara Bagian Espírito Santo, Brasil (Penghargaan Kehormatan)
- Aplikasi Multiplatform Mitigasi dan Penilaian Bahaya Geologi ("MAGMA"), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM, Indonesia (Penghargaan Kehormatan)
Kategori: “Layanan publik yang responsif gender”:
- Pendekatan Budaya dalam Meningkatkan Ekonomi Perempuan Pesisir ("Berdaya Srikandi"), Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare, Indonesia (Pemenang Penghargaan)
-
Kategori: “Lembaga publik yang transparan dan akuntabel untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”:
- Verify.gov.kh, Kementerian Pos dan Telekomunikasi, Kamboja (Pemenang Penghargaan)
- Sistem Peringatan Preventif dan Reaktif, Direktorat Jenderal Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Republik Dominika (Pemenang Penghargaan)
- Bank Data Nasional & Estishraf, Otoritas Data & AI Arab Saudi, Arab Saudi (Pemenang Penghargaan)
- Sistem Keuangan Desa ("SISKEUDES"), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Indonesia (Penghargaan Kehormatan)
Kategori: “Partisipasi dan pelibatan publik untuk pembuatan kebijakan yang inklusif”:
- Kesepakatan Perikanan: Pengelolaan Wilayah Partisipatif di Amazon Pará, Sekretariat Negara Bagian Pará untuk Lingkungan Hidup, Iklim, dan Keberlanjutan, Brasil (Pemenang Penghargaan)
- Map4All: Pemetaan Inklusif untuk Masa Depan Berkelanjutan, Institut Penelitian dan Pengembangan Dataran Tinggi, Thailand (Pemenang Penghargaan).***(rls/yan)