Riauterkini-RENGAT-Dampak kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus meluas terutama di dunia pendidikan, setelah sebelumnya siswa SD dan SMP yang tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Hal yang sama juga berdampak pada siswa SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta yang harus mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah.
Dihentikan nya proses belajar mengajar di sekolah bagi siswa SMA, SMK dan SLB negeri dan swasta di Inhu akibat dampak kabit asap yang menyelimuti Inhu, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Riau nomor 100.3.4/17/SETDA/2026 tentang, penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara dilingkungan satuan pendidikan, jenjang SMA, SMK dan SLB negeri dan swasta di Propinsi Riau.
“Mengacu pada SE Gubri nomor 100.3.4/17/SETDA/2026 pada poin satu, untuk proses belajar mengajar di sekolah bagi siswa SMA, SMK dan SLB di Inhu dihentikan dan disesuaikan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang mulai diterapkan pada hari ini Rabu 26 Agustus 2026,” ujar Leni Rosa, SE. M. Si.
Kasubag tata usaha cabang dinas wilayah 4 dinas pendidikan Provinsi Riau, Rabu (26/8/26) kepada riauterkinicom melalui selulernya.
Bagi Satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta di Provinsi Riau yang melaksanakan pembelajaran melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) agar meminimalisir kegiatan di luar ruangan serta melaksanakan pembelajaran secara sederhana, efektif, dan tidak membebani Peserta Didik, dengan tetap memastikan proses pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya.
“Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ataupun melalui metode tatap muka dengan mempedomani data yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau menyesuaikan dengan kebijakan Pembelajaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten di tempat Satuan Pendidikan berada,” ungkapnya.
Ditambahkanya, bagi sekolah yang tetap melaksanakan metode pembelajaran tatap muka agar menghimbau Peserta Didik untuk menggunakan Alat Pelindung Pernapasan seperti masker dan alat lainnya serta menjaga kondisi Kesehatan dan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup
mengkonsumsi air minum yang cukup.
Sementara itu dihubungi terpisah, kepala Kementrian Agama (Kemenag) Inhu H.Darwison menyikapi dampak kabut asap yang dapat menimbulkan ganggaun kesehatan bagi siswa MTS dan MAN baik negeri dan swasta di Inhu, juga telah mengambil kebijakan dengan menghentikan proses belajar mengajar di sekolah dan menyesuaikan dengan menerapkan pembelajaran Daring atau PJJ.
“Untuk di madrasah sudah di terapkan untuk pembelajaran Daring atau PJJ mulai hari ini,” jelasnya. ***** (guh)