Logo RTC
 
 
Gelapkan Uang Rp3,7 Miliar, Mantan Manajer Jumbo Fres Ditangkap di Sumut

Riauterkini - PEKANBARU - Pelarian Mantan Manajer Jumbo Fresh, Robert (40) akhirnya dapat dihentikan oleh piha kepolisian. Tersangka penggelapan uang senilai Rp3,7 miliar itu berhasil di ringkus Polda Sumatera Utara di Kita Medan. Kini ia telah ditahan di Mapolresta Pekanbaru.

Penahanan ini dibenarkan oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Pria Budi, melalui Kasat Reskrim Kompol Andri Setiawan. Ia menjelaskan setakat ini pihaknya tengah melengkapi berkas perkara untuk kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

"Kita masih lengkapi berkas perkara. Nanti akan kita limpahkan ke Kejari Pekanbaru," katanya.

Robert sendiri telah melakukan pelarian beberapa bulan sejak ditetapkan sebagai tersangka. Ia bahkan dua kali mangkir dari panggilan penyidik Polresta Pekanbaru yang kemudian namanya dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Aksi pelaku menggelapkan uang itu saat ia bekerja sebagai Manajer Keuangan di Jombo Fresh. Kemudian ia dilaporkan oleh owner Jumbo Fresh ke Polres Pekanbaru, Rudy Hartono, pada 20 Februari 2021 lalu.

Dirinci Rudy kala itu, modus tersangka menguras uang perusahaannya, di antaranya dengan melakukan transfer uang ke perusahaan yang diduga milik pribadinya atas nama CV Riau Mandiri Bersama dan CV Deandro, dengan dalih pembelian barang-barang, untuk dipasok ke Jumbo Fresh Mart.

"Padahal perusahaan itu tidak memiliki produk sebagaimana yang dibelanjakan. Jadi, dugaan kami itu hanya akal-akalan dia saja untuk memuluskan kejahatannya," kata Rudy.

Kemudian tersangka juga dicurigai beberapa kali menarik uang perusahaan, di antaranya dengan dalih membayar uang muka untuk pembelian aset tanah. Padahal pembelian aset yang dimaksud, langsung Rudy yang menanganinya.

Bahkan, saking nekadnya tersangka, ada tandatangannya yang diduga sengaja dipalsukan, agar bisa menarik uang dari kasir CV Jumbo Fresh.

"Harusnya semua pengeluaran perusahaan, dilengkapi dengan persetujuan saya, tapi ternyata ada beberapa pengeluaran yang jumlahnya cukup besar, tidak sampai ke saya. Akhirnya setelah ditelusuri, ternyata ada penyimpangan," terang Rudy

Malah, Rudy semakin curiga usai Pelaku membeli sebuah hunian mewah yang terdapat di Jalan Parit Indah Pekanbaru.

"Terhadap persoalan ini sebenarnya kita sudah sempat dialog, tapi tak ada solusi, hingga akhirnya saya lapor polisi," tutupnya.***(arl)

BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Senin, 06 Desember 2021

Kota Pekanbaru Terima WTP 5 Kali Berturut-turut dari Kemenkeu

PEKANBARU - Pemko Pekanbaru menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Prestasi ini diperoleh karenakan tata kelola dan pengelolaan keuangan Pemko Pekanbaru yang transparan dan akuntabel selama lima tahun terakhir.

Advertorial
Selasa, 19 Oktober 2021

Sempena Hari Pangan Sedunia, Ketua TP PKK Pelalawan Hadiri Lomba MPASI

Riauterkini- PELALAWAN- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pelalawan Sella Pitaloka Zukri mengahdiri kegiatan Lomba Kreasi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), yang digelar oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Asia Pasific Rayon (APR) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, Sabtu (16/10/2021)

Galeri