Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Inspirasi Kuliner Lokal, Nasabah UMKM BRK Syariah Tembilahan Kembangkan Bisnis Usaha Roti Gembung

Riauterkini-TEMBILAHAN - Bank Riau Kepri Syariah bersama Pemerintah Provinsi Riau bersinergi dalam meningkatkan Mikro Kecil Menengah (MKM) produktif One Vilage One Product (OVOP) melalui Segmen Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Seluruh kantor Cabang BRK Syariah komitmen memberikan dan melakukan pembinaan kepada nasabah Pembiayaan KUR untuk meningkatkan usahanya masing-masing.

Setelah kisah sukses Nasabah UMKM Ikan Asap di Kabupaten Kampar, Ikan Asin di Kabupaten Rokan Hilir dan Batik Seikijang Kabupaten Pelalawan, BRK Syariah kembali menceritakan kisah sukses nasabah Roti Bakar Gembung Srikaya di Kabupaten Tembilahan milik Raini (58th).

Raini memulai usaha rotinya sejak 12 tahun silam dengan modal kecil dan peralatan sederhana. Keinginan Raini kuat menggeluti usaha roti bakar ini berawal dari pengalamannya membuat roti untuk keluarga yang selalu mendapat pujian atas rasa yang enak, gurih, lembut dan higienis karena tanpa tambahan bahan pengawet.

Diceritakannya, roti merupakan salah satu makanan khas masyarakat melayu itu dan biasanya disajikan saat sarapan pagi dengan minum kopi/teh pada sore hari. Kebiasaan ini membuat sebagian orang melayu mempelajari cara membuat roti yang enak untuk dikonsumsi keluarga tercinta, termasuk dirinya.

"Jadi awal mulanya, saya sering melihat Mak Cik saya itu membuat roti, karena orang melayu itu minum kopi atau teh pagi hari itu temannya Roti. Lalu saja pelajari juga membuat roti dan kemudian membeli oven sendiri. Waktu itu oven hock yang kecil itu, bikin sedikit untuk dijual kepada kerabat saja. Kemudian usaha roti ini, tersebar dari mulut ke mulut pelanggan sehingga banyak permintaan," kata Raini saat mengawasi karyawannya memasukan adonan roti pada loyang.

Dari peningkatan jumlah produksi setiap harinya, Raini mengaku menyisihkan keuntungan untuk membeli mixer dan oven yang lebih besar. Setelah berjalan 2 tahun, dari produksi semula hanya 5 kg tepung roti sampai 10 kg tepung roti perharinya, dan pada awal tahun ketiga Raini sudah memproduksi 50 kg tepung roti setiap harinya hingga saat ini.

Menariknya dari produksi sebanyak itu, Roti Gembung Raini ini habis dijual di tempat pembuatannya saja. Ia tidak menitipkan Roti Gembung ini pada toko atau pasar, karena pelanggan sudah familiar dengan Roti Gembungnya dan langsung datang ke tempat prduksi.

"Sekarang itu produksi sampai 2 karung tepung roti setiap harinya, sama dengan 50 kilogram. Roti Gembung yang kosong ini kata pelanggan sangat enak, sehingga saat waktunya membakar itu, sudah banyak yang menunggu untuk membelinya hingga 150 loyang per harinya. Untuk harga juga kita buat dua versi, yang kecil harga Rp.6.000,- dan yang besar Rp.12.000,- per loyangnya," kata Raini.

Raini memulai usaha Roti Gembung ini didampingi sang suami Rifai (58 th). Mulai dari mengerjakan berdua saja, kini mereka sudah memiliki 7 orang pekerja diantaranya, 3 orang untuk menyusun adonan pada loyang dan 4 orangnya di bagian oven. Sedangkan yang mengadon Rotinya langsung dilakukan Raini dan Suami mulai dari pukul 04.00 WIB.

"Melihat kebutuhan peralatan untuk membuat roti ini harus diupgrade (tingkatkan), diperlukan tambahan modal. Selain itu kami memiliki selain Roti yakni Depot Air Bersih yang juga sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Untuk usaha kedua ini, kami kembangkan dengan Bantuan modal Pembiayaan di Bank Riau Kepri Syariah. Sedangkan usaha Roti, baru 2 tahun terakhir ini kami coba melakukan pembiayaan di BRK Syariah," kata Riani.

Riani memilih Pembiayaan KUR di BRK Syariah karena prosesnya yang sangat mudah, cepat dan tidak bertele-tele. Dalam proses pengajuan Pembiayaan, Riani diwakilkan oleh anaknya yang merupakan salah satu tenaga pengajar di Kabupaten Tembilahan.

Menurut Riani, menjadi nasabah BRK Syariah sudah sangat tepat baginya dan suami. Program pembiayaan dari BRK Syariah yang ditawarkan kepadanya selalu membantu peningkatan usaha Roti dan Depot Air Bersihnya.

"Waktu diajukan anak saya itu ke BRK Syariah, tak lama datang orang Bank Survey. Setelah semua syarat yang diajukan lengkap, proses pencairan pun cepat, tidak bertele-tele. Makanya kami senang mengajukan pinjaman ke Bank Riau Kepri Syariah ini. Apalagi ini Bank Daerah, jelas akan sangat membantu kami pelaku usaha kecil ini agar semakin maju," kata Riani.

Bahkan Riani berencana akan memindahkan proses produksi usaha rotinya ke bangunan baru yang sudah milik sendiri dari hasil usaha rotinya selama 12 tahun.

"Tempat yang saat ini masih menyewa, belum punya sendiri. Dan pemiliknya berencana ingin mengambil kembali tempat ini, jadi kontrak tempat ini tidak diperpanjang," kata Riani sembari melayani pelanggan yang membeli Roti.

Kemasan Roti Gembung itu dibuat Riani dengan sangat sederhana dari bungkus kertas nasi. Hal itu dilakukannya karena harga jual Rotinya sangat murah dan pembeli tidak menginginkan kemasan yang cantik.

"Kalau kita kasih kemasan mika itu tentunya harga jadi dinaikan tiga ribu rupiah. Pelanggan ternyata tidak terlalu ingin pakai kemasan cantik itu, cukup pakai kertas nasi saja, dan sampai d rumah mereka langsung salinkan ke tempat roti yang mereka punya. Biasanya Roti mereka langsung habis sehari dan paling lama 3 hari," kata Riani.

Tetapi, untuk pelanggan Roti Gembung dari luar Tembilahan, kata Riani, ketika ditawarkan kemasan beserta tambahan harga itu, mereka tidak keberatan.

"Kami juga menawarkan selai Roti Srikaya juga untuk pelanggan dari luar Tembilahan. Selai ini juga kami produksi sendiri. Orang luar Tembilahan kalau ke Tembilahan, selalu mampir ke sini untuk beli Roti Gembung. Karena rasanya yang sangat enak dan lembut itu sudah diakui banyak orang, jadi rugi jika sampai Tembilahan tapi tak beli Roti Gembung," kata Riani.

Riani mengaku, kedua usaha yang sedang dijalaninya bersama suami saat ini juga akan dilanjutkan oleh anak-anaknya. Mengingat usianya yang sudah semakin tua dan tidak kuat lagi sementara pabrik roti yang dirintisnya dari nol itu harus tetap ada dan produksi setiap hari.

"Memang sempat ada produksi Roti kita menurun saat itu karena permintaan juga sedikit akibat Covid-19, tetapi kami tetap konsisten produksi setiap harinya dengan jumlah produksi yang sudah diperhitungkan dari volume pembelian selama Covid-19. Karena Roti Gembung ini sudah dikenal dimana-mana, kami ingin anak-anak nanti tetap melanjutkan usaha ini," sebut Riani lagi. ***(rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Berita Lainnya

Kamis, 15 Oktober 2026

Ringankan Beban Masyarakat, Plt Gubri Putihkan Denda Pajak Kendaraan, Cek Jadwalnya


Kamis, 15 Oktober 2026

Tim IGTK Kuansing Raih Peringkat III Porseni Riau, Plt Bupati Muklisin Beri Apresiasi


Kamis, 15 Oktober 2026

Pamit Kencing ke Parit, Pemuda di Inhu Ditemukan Tewas Mengambang


Rabu, 14 Oktober 2026

Kejari Inhil Musnahkan Barang Bukti 70 Perkara Pidana Umum dan Khusus Telah Inkracht


Rabu, 14 Oktober 2026

Bandara SSK II Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Skala Penuh


Rabu, 14 Oktober 2026

Kepala BPBD Riau Bahas Pengurangan Risiko Bencana di Banten Bersama Kalaksa se Indonesia


Rabu, 14 Oktober 2026

Kartu Anggota KORPRI Berbasis e-Money, Upaya BRK Syariah Perluas Transaksi Digital


Rabu, 14 Oktober 2026

‎Porseni IGTKI-PGRI Riau 2026 Ditutup, Rokan Hulu Keluar sebagai Juara Umum


Rabu, 14 Oktober 2026

Capella Honda Perkuat Pendampingan Vokasi SMK Binaan AHM se-Riau


Rabu, 14 Oktober 2026

Pemkab Siak Perpanjang Kontrak Ribuan PPPK Paruh Waktu, Bupati Afni Pastikan Alokasi THR dan Gaji 13


Rabu, 14 Oktober 2026

Konferkab PWI Kampar Siap Digelar, Dua Kandidat Berebut Kursi Ketua


Rabu, 14 Oktober 2026

Petani Mangga Filipina Pelajari Pengendalian Hama di Indonesia dengan Dukungan FAO


Rabu, 14 Oktober 2026

Sukseskan TMMD Ke-130, Kodim 0314/Inhil Mulai Langsir Material Melalui Jalur Darat dan Laut


Rabu, 14 Oktober 2026

Green Policing yang Dikembangkan di Riau Masuk Commander Wish Kapolri


Rabu, 14 Oktober 2026

Bagikan Masker, Danlanud Tegaskan Asap Bukan dari Riau


Rabu, 14 Oktober 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Salurkan Bantuan Dukung Kesiapsiagaan Dampak Asap Karhutla


Rabu, 14 Oktober 2026

Polsek Tanah Putih Intensifkan Patroli Objek Vital Nasional, Antisipasi Gangguan Keamanan Jalur Pipa Minyak


Rabu, 14 Oktober 2026

Tanpa Atap, Disdag Bengkalis Janji Perbaikan Pasar Terubuk Tahun Depan


Rabu, 14 Oktober 2026

PTPN IV Regional III Dukung Gebrakan Kapolri Berantas Narkoba


Rabu, 14 Oktober 2026

Bunda PAUD Riau Buka Porseni IGTK-PGRI di Kuansing, Perkuat Silaturahmi dan Dedikasi Guru PAUD-TK