Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Inspirasi Kuliner Lokal, Nasabah UMKM BRK Syariah Tembilahan Kembangkan Bisnis Usaha Roti Gembung

Riauterkini-TEMBILAHAN - Bank Riau Kepri Syariah bersama Pemerintah Provinsi Riau bersinergi dalam meningkatkan Mikro Kecil Menengah (MKM) produktif One Vilage One Product (OVOP) melalui Segmen Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Seluruh kantor Cabang BRK Syariah komitmen memberikan dan melakukan pembinaan kepada nasabah Pembiayaan KUR untuk meningkatkan usahanya masing-masing.

Setelah kisah sukses Nasabah UMKM Ikan Asap di Kabupaten Kampar, Ikan Asin di Kabupaten Rokan Hilir dan Batik Seikijang Kabupaten Pelalawan, BRK Syariah kembali menceritakan kisah sukses nasabah Roti Bakar Gembung Srikaya di Kabupaten Tembilahan milik Raini (58th).

Raini memulai usaha rotinya sejak 12 tahun silam dengan modal kecil dan peralatan sederhana. Keinginan Raini kuat menggeluti usaha roti bakar ini berawal dari pengalamannya membuat roti untuk keluarga yang selalu mendapat pujian atas rasa yang enak, gurih, lembut dan higienis karena tanpa tambahan bahan pengawet.

Diceritakannya, roti merupakan salah satu makanan khas masyarakat melayu itu dan biasanya disajikan saat sarapan pagi dengan minum kopi/teh pada sore hari. Kebiasaan ini membuat sebagian orang melayu mempelajari cara membuat roti yang enak untuk dikonsumsi keluarga tercinta, termasuk dirinya.

"Jadi awal mulanya, saya sering melihat Mak Cik saya itu membuat roti, karena orang melayu itu minum kopi atau teh pagi hari itu temannya Roti. Lalu saja pelajari juga membuat roti dan kemudian membeli oven sendiri. Waktu itu oven hock yang kecil itu, bikin sedikit untuk dijual kepada kerabat saja. Kemudian usaha roti ini, tersebar dari mulut ke mulut pelanggan sehingga banyak permintaan," kata Raini saat mengawasi karyawannya memasukan adonan roti pada loyang.

Dari peningkatan jumlah produksi setiap harinya, Raini mengaku menyisihkan keuntungan untuk membeli mixer dan oven yang lebih besar. Setelah berjalan 2 tahun, dari produksi semula hanya 5 kg tepung roti sampai 10 kg tepung roti perharinya, dan pada awal tahun ketiga Raini sudah memproduksi 50 kg tepung roti setiap harinya hingga saat ini.

Menariknya dari produksi sebanyak itu, Roti Gembung Raini ini habis dijual di tempat pembuatannya saja. Ia tidak menitipkan Roti Gembung ini pada toko atau pasar, karena pelanggan sudah familiar dengan Roti Gembungnya dan langsung datang ke tempat prduksi.

"Sekarang itu produksi sampai 2 karung tepung roti setiap harinya, sama dengan 50 kilogram. Roti Gembung yang kosong ini kata pelanggan sangat enak, sehingga saat waktunya membakar itu, sudah banyak yang menunggu untuk membelinya hingga 150 loyang per harinya. Untuk harga juga kita buat dua versi, yang kecil harga Rp.6.000,- dan yang besar Rp.12.000,- per loyangnya," kata Raini.

Raini memulai usaha Roti Gembung ini didampingi sang suami Rifai (58 th). Mulai dari mengerjakan berdua saja, kini mereka sudah memiliki 7 orang pekerja diantaranya, 3 orang untuk menyusun adonan pada loyang dan 4 orangnya di bagian oven. Sedangkan yang mengadon Rotinya langsung dilakukan Raini dan Suami mulai dari pukul 04.00 WIB.

"Melihat kebutuhan peralatan untuk membuat roti ini harus diupgrade (tingkatkan), diperlukan tambahan modal. Selain itu kami memiliki selain Roti yakni Depot Air Bersih yang juga sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Untuk usaha kedua ini, kami kembangkan dengan Bantuan modal Pembiayaan di Bank Riau Kepri Syariah. Sedangkan usaha Roti, baru 2 tahun terakhir ini kami coba melakukan pembiayaan di BRK Syariah," kata Riani.

Riani memilih Pembiayaan KUR di BRK Syariah karena prosesnya yang sangat mudah, cepat dan tidak bertele-tele. Dalam proses pengajuan Pembiayaan, Riani diwakilkan oleh anaknya yang merupakan salah satu tenaga pengajar di Kabupaten Tembilahan.

Menurut Riani, menjadi nasabah BRK Syariah sudah sangat tepat baginya dan suami. Program pembiayaan dari BRK Syariah yang ditawarkan kepadanya selalu membantu peningkatan usaha Roti dan Depot Air Bersihnya.

"Waktu diajukan anak saya itu ke BRK Syariah, tak lama datang orang Bank Survey. Setelah semua syarat yang diajukan lengkap, proses pencairan pun cepat, tidak bertele-tele. Makanya kami senang mengajukan pinjaman ke Bank Riau Kepri Syariah ini. Apalagi ini Bank Daerah, jelas akan sangat membantu kami pelaku usaha kecil ini agar semakin maju," kata Riani.

Bahkan Riani berencana akan memindahkan proses produksi usaha rotinya ke bangunan baru yang sudah milik sendiri dari hasil usaha rotinya selama 12 tahun.

"Tempat yang saat ini masih menyewa, belum punya sendiri. Dan pemiliknya berencana ingin mengambil kembali tempat ini, jadi kontrak tempat ini tidak diperpanjang," kata Riani sembari melayani pelanggan yang membeli Roti.

Kemasan Roti Gembung itu dibuat Riani dengan sangat sederhana dari bungkus kertas nasi. Hal itu dilakukannya karena harga jual Rotinya sangat murah dan pembeli tidak menginginkan kemasan yang cantik.

"Kalau kita kasih kemasan mika itu tentunya harga jadi dinaikan tiga ribu rupiah. Pelanggan ternyata tidak terlalu ingin pakai kemasan cantik itu, cukup pakai kertas nasi saja, dan sampai d rumah mereka langsung salinkan ke tempat roti yang mereka punya. Biasanya Roti mereka langsung habis sehari dan paling lama 3 hari," kata Riani.

Tetapi, untuk pelanggan Roti Gembung dari luar Tembilahan, kata Riani, ketika ditawarkan kemasan beserta tambahan harga itu, mereka tidak keberatan.

"Kami juga menawarkan selai Roti Srikaya juga untuk pelanggan dari luar Tembilahan. Selai ini juga kami produksi sendiri. Orang luar Tembilahan kalau ke Tembilahan, selalu mampir ke sini untuk beli Roti Gembung. Karena rasanya yang sangat enak dan lembut itu sudah diakui banyak orang, jadi rugi jika sampai Tembilahan tapi tak beli Roti Gembung," kata Riani.

Riani mengaku, kedua usaha yang sedang dijalaninya bersama suami saat ini juga akan dilanjutkan oleh anak-anaknya. Mengingat usianya yang sudah semakin tua dan tidak kuat lagi sementara pabrik roti yang dirintisnya dari nol itu harus tetap ada dan produksi setiap hari.

"Memang sempat ada produksi Roti kita menurun saat itu karena permintaan juga sedikit akibat Covid-19, tetapi kami tetap konsisten produksi setiap harinya dengan jumlah produksi yang sudah diperhitungkan dari volume pembelian selama Covid-19. Karena Roti Gembung ini sudah dikenal dimana-mana, kami ingin anak-anak nanti tetap melanjutkan usaha ini," sebut Riani lagi. ***(rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Senin, 13 April 2026

Ribuan Masyarakat Ujung Batu Tumpah Ruah Saksikan Heat Show-Off Honda Exclusive AT

Heat Show-Off Honda Exclusive AT di Kung Batu, Rohul sukses. Disaksikan ribuan pengunjung.

Galeri
Jumat, 06 Maret 2026

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Advertorial
Rabu, 08 April 2026

Enam Dekade Menjemput Berkah: BRK Syariah Perkuat Ekonomi Daerah di Usia ke-60

Enam Dekade Menjemput Berkah: BRK Syariah Perkuat Ekonomi Daerah di Usia ke-60

Advertorial
Senin, 06 April 2026

Honda Premium Matic Day di Mal SKA Pekanbaru Sedot Antusias Ribuan Pengunjung

Kehadiran Honda Premium Matic Day di Mal SKA Pekanbaru direspon positif. Ribuan pengunjung antusias berdatangan.

Galeri
Kamis, 05 Maret 2026

Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026, Menko Polkam RI: Jaga Alam Tanggung Jawab Kita

Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026, Menko Polkam RI: Jaga Alam Tanggung Jawab Kita

Advertorial
Minggu, 29 Maret 2026

Bina UMKM Desa, Cara PT Sari Lembah Subur Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Sekitar

PT Sari Lembah Subur punya cara khusus meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Melakukan pembinaan ekonomi.

Berita Lainnya

Kamis, 16 April 2026

Pasca Aksi Demonstrasi, Kapolda Riau Pimpin Cooling System di Panipahan Bersama Forkopimda


Kamis, 16 April 2026

Pimpin BAM DPR RI ke Riau, Adian Napitupulu Soroti Tajam Konflik Agraria di Kampar dan Inhu


Kamis, 16 April 2026

Komisi I DPR RI Tinjau Skuadron Tempur Rafale


Kamis, 16 April 2026

Polisi Tangkap Petani di Kiyap Jaya Pelalawan, Diduga Edarkan Sabu


Kamis, 16 April 2026

Kodim 0314 Inhil Fasilitasi Dialog Masyarakat dengan Agrinas dalam Pengelolaan Sawit


Kamis, 16 April 2026

Jembatan Presisi Polri di Ukui Pelalawan Mulai Dikerjakan


Kamis, 16 April 2026

Polisi Ringkus Pengedar dan Pengguna Perusak Saraf di Pulau Rupat


Kamis, 16 April 2026

‎Perkuat Tata Kelola, PT BPR Gemilang (Perseroda) Raih Penghargaan TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta


Kamis, 16 April 2026

Komitmen Dirut Baru, RSUD Arifin Achmad Tetap Maksimalkan Pelayanan di Tengah Lonjakan Pasien


Kamis, 16 April 2026

PN Tembilahan Bersama LBHK Marfen Justice Gelar Penyuluhan Hukum dan Sosialisasi Perdana di Desa Sungai Gantang


Kamis, 16 April 2026

PCX Ngasab, Perkenalkan Keunggulan Motor Honda PCX bersama Komunitas


Kamis, 16 April 2026

Kader Nasdem Riau Gelar Aksi Protes Pemberitaan Majalah Tempo


Kamis, 16 April 2026

Polsek Pujud Ungkap Kasus Sabu di Pondok Kresek, Dua Pelaku Diamankan dan Uang Puluhan Juta Disita


Kamis, 16 April 2026

Amuk Warga Panipahan Berlanjut, Sasar Sarang Walet Terduga Bandar Narkoba


Kamis, 16 April 2026

Jelang MTQ Riau di Kuansing Perbaikan Jalan Nasional Dikebut, BPJN Siapakan Anggaran 90 Miliar


Kamis, 16 April 2026

Perangi Narkoba dan Penyakit Masyarakat, Polsek Tanah Putih Perkuat Sinergitas Lintas Sektor


Kamis, 16 April 2026

Dua PLTBg Ini Jadi Andalan PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global


Rabu, 15 April 2026

Tak Bayar Tagihan Hotel, Anggota BNNP Gadungan Ini Ditangkap di Kuansing


Rabu, 15 April 2026

Lapas Tembilahan Terima Transfer BMN dari Kantor Imigrasi Tembilahan untuk Dukung Pelayanan Publik


Rabu, 15 April 2026

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci