Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Kisah Mahasiswa TPK Unri, Membentuk SDM Handal dan Siap Kerja di Industri Pulp dan Kertas

Riauterkini- RAJAB tampak serius berkisah. Dia seperti mencoba mengingat-ingat, namun ceritanya lancar mengalir. Tentang alasan dia memilih kuliah di Jurusan Teknik Pulp dan Kertas (TPK) Universitas Riau (Unri) pada tahun 2021 lalu.

Awalnya pemuda 20 tahun ini bingung hendak memilih langkah. Impiannya menjadi bagian dari abdi negara harus dia ikhlaskan, karena tak lolos dalam tahap seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Di sisi lain, sejak lulus sekolah menengah atas (SMA) dia tak berniat melanjutkan ke bangku kuliah.

"Awalnya saya tidak ada niat kuliah, mau daftar polisi. Namun karena banyak kekurangan, tak lolos tes," ungkap Rajab saat ditemui di salah satu ruangan gedung TPK Unri, Komplek Kampus Bina Widya, Pekanbaru, Senin (29/7/2024).

Dituturkannya, setelah diskusi dengan keluarga dan rekan-rekannya, akhirnya pemuda murah senyum bernama lengkap Rajab Vadli ini memutuskan untuk berkuliah di TPK Unri dengan jalur mandiri.

"Awalnya bingung mau ambil jurusan apa, setelah cari informasi lebih jauh, akhirnya tahu tentang TPK Unri. Saya tahu program studi ini masih baru dan ada peluang ditarik kerja, karena kerja sama dengan RAPP," sebutnya lagi.

Menurut Rajab, nama RAPP sudah pasti menjanjikan. Katanya, semua orang pasti tahu RAPP dan banyak yang berharap bisa menjadi bagian dari pabrik pulp dan kertas terkemuka di Indonesia itu. Kuliah di prodi yang menjurus tentang pulp dan kertas dan berkesempatan magang di perusahaan itu adalah kesempatan besar yang harus diambil.

Di awal mulai kuliah, Rajab sudah merasakan keistimewaan TPK Unri. Mulai dari gedung yang bagus, full AC, hingga fasilitas lainnya yang sangat mendukung proses perkuliahan.

"Saya bukan penerima beasiswa di TPK Unri, namun dengan fasilitas yang ada, saya merasa sepadan dengan uang kuliah yang saya bayarkan. Belum lagi para tenaga pengajar ada yang merupakan praktisi dari RAPP. Di sini, kita tidak ada perbedaan antara mahasiswa penerima beasiswa dan yang bukan. Kita sama saja. Saya cocok di TPK Unri, saya enjoy, suka," ulasnya dengan nada bangga.

Dia juga menyampaikan pengalaman magang sembilan bulan di RAPP yang ia terima di akhir masa kuliah sangat berarti. Dia dan rekan-rekannya belajar banyak tentang operasional pabrik dan dunia kerja.

"Selama magang belajar banyak dan bertemu banyak orang, termasuk para kakak tingkat yang sudah bekerja di RAPP. Membangun relasi dan paham lebih jauh dengan dunia kerja yang sebenarnya. Selama magang saya bertugas di bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)," sebutnya.

Apa yang diutarakan Rajab senada dengan yang disampaikan Indah Amalia Ramadan, mahasiswa TPK Unri lainnya. Indah dan Rajab sama-sama satu angkatan, saat ini tengah menunggu wisuda di Oktober nanti. Perjalanan mereka sebagai mahasiswa TPK Unri angkatan keempat dilalui dengan banyak kesan baik.

"Di awal masa kuliah dulu, yakni 2021, memang sempat terpikir teman-teman di jurusan lain tampak lebih enjoy. Ada waktu untuk nongkrong. Di TPK lebih padat jadwalnya, dari pagi hingga sore. Tapi menurut saya, di situlah spesialnya kami. Sehari-hari dosen yang mengajar kami tidak hanya dari Unri, namun ada juga dari RAPP sebagai dosen praktisi, jadi vibes pabrik RAPP benar-benar terasa. Materi yang kami terima sangat berhubungan dengan yang di pabrik. Apa yang dipelajari saat kuliah dan yang dilihat waktu magang sama persis," jelasnya.

Indah juga menyebutkan, bila nanti lolos ujian dan diterima menjadi salah satu karyawan RAPP, dia sudah punya rencana ke depan untuk mendukung kariernya.

"Ke depannya rencana karier saya adalah akan bekerja dahulu, selanjutnya menyambung pendidikan untuk jenjang Sarjana (S1). Beruntung saya kuliah di TPK Unri, support kampus, tenaga pengajar yang luar biasa, dan dukungan mentor saat magang, semua sangat saya apresiasi," ungkap Indah.

Pada kesempatan berbeda, Novita Erawati, yang juga mahasiswa lulusan keempat TPK Unri mengaku sangat bersyukur bisa kuliah di TPK Unri. Dia adalah satu dari ratusan mahasiswa yang menerima beasiswa dari RAPP.

Novi merupakan putri daerah asal Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Pelalawan dan telah menjadi penerima beasiswa lewat program Community Development (CD), sejak masih duduk bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Pangkalan Kerinci, dan berlanjut hingga ke TPK Unri.

"Saya merupakan putri daerah yang tinggal di daerah sekitar operasional perusahaan, berbekal dengan pendidikan yang sudah saya tempuh, saya berharap nantinya dapat menjadi bagian dari perusahaan RAPP dan berkontribusi untuk kemajuan Pelalawan,” ucap Novi.

Salah satu dosen TPK Unri, Syelvia Putri Utami ST., MEng, PhD, menuturkan, para mahasiswa yang menimba ilmu di TPK Unri adalah anak-anak muda yang memiliki motivasi tinggi dan siap memasuki dunia kerja begitu lulus.

"Tidak ada perbedaan antara mahasiswa penerima beasiswa dan yang jalur mandiri, semua sama-sama tekun menjalani perkuliahan dan dari awal sudah terlihat bertekad kuat," jelas dosen yang meraih gelar doktor di University of Tsukuba Jepang ini.

Di TPK Unri, para pengajar ada yang merupakan praktisi di RAPP. Suatu keistimewaan yang tidak diperoleh di program studi yang lain. Dua orang tenaga pengajar di prodi ini juga adalah doktor di bidang pulp dan kertas.

Dengan beragam keistimewaan, Prodi TPK Unri terus berkontribusi dalam menciptakan lulusan yang siap kerja di industri pulp dan kertas. Hal ini seperti diutarakan Prof. Evelyn, ST., MSc., MEng., PhD., Ketua Prodi TPK Unri saat ditemui di kantornya, Senin (29/7/2024).

Prof Evelyn menyampaikan bahwa sejak tahun pertama pendirian program studi ini, RAPP selalu berkomitmen memberikan dukungan, mulai hibah gedung, fasilitas yang diperlukan untuk proses pembelajaran, termasuk penyediaan peralatan laboratorium untuk pratikum dan penelitian dalam bidang pulp dan kertas.

"Termasuk juga hibah buku cetak untuk referensi kuliah bidang pulp dan kertas. RAPP juga membantu kalibrasi instrumen di laboratorium, bahan-bahan penelitian mahasiswa dan dosen, hingga penyusunan kurikulum yang di-update bersama dosen praktisi," jelas Prof Evelyn.

Disebutkannya juga, kerjasama dengan Tanoto Foundation dan PT RAPP ini untuk mendukung mempersiapkan sumberdaya manusia yang siap kerja. Dengan konsep link and match, TPK Unri memastikan kurikulum pembelajaran yang diberikan selaras dengan kebutuhan pada dunia kerja.

"Sejak dibuka pada tahun 2018 lalu, TPK Unri terus konsisten dalam mendistribusikan lulusan yang siap kerja. Saat ini 90% lulusan TPK Unri telah tergabung dan menjadi bagian dari karyawan RAPP, baik lulusan penerima beasiswa maupun yang bukan penerima beasiswa," jelasnya.

Prof Evelyn berharap, prodi TPK Unri akan terus berkembang di masa yang akan datang, menjadi salah satu studi vokasi yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat Riau.

"Terwujudnya Prodi Teknologi Pulp dan Kertas ini merupakan bentuk kepedulian Tanoto Foundation dan PT RAPP terhadap pendidikan, serta langkah konkret pelaksanaan konsep link and match," sebutnya.

Konsep Ini memastikan dunia pendidikan agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang siap pakai dan produktif, khususnya di bidang pulp dan kertas.

Direktur RAPP Mohd Ali Sabri Nasution mengatakan kerjasama RAPP dengan Unri, khususnya untuk program D3 TPK ini sudah berlangsung sejak pendirian gedung TPK Unri pada tahun 2018 lalu. Dimana RAPPberkontribusi dalam pendirian bangunan dan penyediaan fasilitas dengan nilai investasi miliaran rupiah.

"Ini adalah satu-satunya di Indonesia, Prodi Teknik Pulp dan Kertas di bawah pengelolaan universitas negeri," ujar Mohd Ali Sabri Nasution, belum lama ini.

Total dana hibah yang diberikan oleh RAPP kurun waktu 2018-2023 mencapai Rp 17,2 miliar. Dukungan yang diberikan oleh RAPP berupa bangunan, fasilitas, peralatan laboratorium, buku, hingga beasiswa. Perusahaan pulp, kertas dan serat ini juga membantu merancang kurikulum agar skill mahasiswa sesuai dengan kompetensi dunia industri.

RAPP juga menyediakan 15 orang tenaga pengajar dari praktisi yang merupakan karyawan senior RAPP dari level superintendent dan manager.

Komitmen RAPP yang merupakan anak perusahaan APRIL Group untuk melakukan upaya transformatif dalam bidang pendidikan sejalan dengan visi APRIL2030 dalam pilar Kemajuan Inklusif.

Pada tahun 2022 lalu, APRIL Group telah menerima penghargaan Best Practices Pengembangan Vokasi dari Kementerian Perindustrian.***(rls)

Teks foto:

Rajab Vadil, Indah Amalia Ramadhan, dan Devti Marna Syafitri, berdiskusi di perpustakaan TPK Unri.

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 21 Mei 2026

Bupati Herman Jadi Inspektur Upacara Peringatan Ke-118 Harkitnas Tahun 2026 di Pemkab Inhil

Bupati Herman Jadi Inspektur Upacara Peringatan Ke-118 Harkitnas Tahun 2026 di Pemkab Inhil.

Galeri
Rabu, 13 Mei 2026

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Advertorial
Rabu, 20 Mei 2026

Bupati Inhil Evaluasi Kinerja Pembangunan, Minta OPD Tingkatkan Capaian Program

Bupati Inhil Evaluasi Kinerja Pembangunan, Minta OPD Tingkatkan Capaian Program.

Advertorial
Senin, 18 Mei 2026

CDN Berikan 5 Tips Cerdas Taklukkan Blind Spot dengan Motor Listrik Honda

Blind Spot kerap jari momok motor listrik. cDN memberi 5 tips cerdas menaklukannya.

Galeri
Jumat, 08 Mei 2026

Galeri, Diskominfopers dan Disdik Inhil Percepat Persiapan SPMB Digital Melalui Portal Layanan Terpadu

Galeri, Diskominfopers dan Disdik Inhil Percepat Persiapan SPMB Digital Melalui Portal Layanan Terpadu

Advertorial
Kamis, 14 Mei 2026

Diskominfopers Inhil Gelar Rapat Persiapan Harkitnas 2026 Bersama Perngakara Daerah dan Instansi Vertikal

Diskominfopers Inhil Gelar Rapat Persiapan Harkitnas 2026 Bersama Perngakara Daerah dan Instansi Vertikal.

Berita Lainnya

Rabu, 20 Mei 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Implementasikan Stop Work Authority Pertamina


Rabu, 20 Mei 2026

Perkuat Fasilitas Kesehatan Inhu, Bupati Ade Temui Wamenkes RI


Rabu, 20 Mei 2026

Terlibat Edar Perusak Saraf, Dua Oknum Polisi di Bengkalis Divonis 3,5 hingga 5 Tahun Penjara


Rabu, 20 Mei 2026

Pengaruh Dolar, 80 Persen Obat di RSUD Bengkalis Alami Kenaikan Harga


Rabu, 20 Mei 2026

BRK Syariah dan Pemko Batam Jalin Kerja Sama Subsidi Margin untuk Pelaku Usaha Mikro


Rabu, 20 Mei 2026

Bakal Sedot Perhatian Masyarakat Luas Bupati Kuansing Minta Persiapan MTQ dan Pacu Jalur Dimaksimalkan


Rabu, 20 Mei 2026

Diduga Terjatuh dari Kapal Pompong, ABK Asal Nias Hilang di Selat Rupat Dumai


Selasa, 19 Mei 2026

Disdukcapil Pekanbaru Raih Penilaian Sangat Baik oleh Kemendagri, Wako Agung: Pemacu untuk Tingkatkan Pelayanan


Selasa, 19 Mei 2026

Unilak Resmi Buka Program Magister Kenotariatan, Satu-Satunya di Riau.


Selasa, 19 Mei 2026

Bupati Herman Dorong Lahirnya Relawan PMI Tangguh Hadapi Bencana di Inhil


Selasa, 19 Mei 2026

Pemkab Inhil Gelar High Level Meeting Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha 1447 H


Selasa, 19 Mei 2026

Kuansing Tempati Peringkat 3 Dalam Penilaian OKKPD


Selasa, 19 Mei 2026

Polsek Tanah Putih Cek Perkembangan Jagung Ketahanan Pangan di Ujung Tanjung


Selasa, 19 Mei 2026

Tahun Depan Targetkan Akreditasi Unggul, Tiga Wakil Rektor Umri Masa Jabatan 2026-2028 Dilantik


Selasa, 19 Mei 2026

PTPN IV PalmCo Bantu Atasi Persoalan Banjir Empat Desa di Siak


Selasa, 19 Mei 2026

PPN Sumbagut Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Sumut


Selasa, 19 Mei 2026

FBN Riau Dilantik, Kepala Kesbangpol Harap Jadi Garda Terdepan Cegah Degradasi Moral dan Peredaran Narkoba


Selasa, 19 Mei 2026

Ketua Pengadilan Tinggi Riau Apresiasi Kuansing Miliki Perda Masyarakat Hukum Adat


Selasa, 19 Mei 2026

Dipaketkan Tujuan Sulsel, Sabu 919 Gram dan 1.653 Ekstasi Diamankan Petugas Bandara SSK II Pekanbaru


Selasa, 19 Mei 2026

Empat Tersangka Ditangkap, Polsek Bangko Pusako, Rohil Amankan 43,3 Gram Sabu dan Ratusan Amunisi