Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Kisah Mahasiswa TPK Unri, Membentuk SDM Handal dan Siap Kerja di Industri Pulp dan Kertas

Riauterkini- RAJAB tampak serius berkisah. Dia seperti mencoba mengingat-ingat, namun ceritanya lancar mengalir. Tentang alasan dia memilih kuliah di Jurusan Teknik Pulp dan Kertas (TPK) Universitas Riau (Unri) pada tahun 2021 lalu.

Awalnya pemuda 20 tahun ini bingung hendak memilih langkah. Impiannya menjadi bagian dari abdi negara harus dia ikhlaskan, karena tak lolos dalam tahap seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Di sisi lain, sejak lulus sekolah menengah atas (SMA) dia tak berniat melanjutkan ke bangku kuliah.

"Awalnya saya tidak ada niat kuliah, mau daftar polisi. Namun karena banyak kekurangan, tak lolos tes," ungkap Rajab saat ditemui di salah satu ruangan gedung TPK Unri, Komplek Kampus Bina Widya, Pekanbaru, Senin (29/7/2024).

Dituturkannya, setelah diskusi dengan keluarga dan rekan-rekannya, akhirnya pemuda murah senyum bernama lengkap Rajab Vadli ini memutuskan untuk berkuliah di TPK Unri dengan jalur mandiri.

"Awalnya bingung mau ambil jurusan apa, setelah cari informasi lebih jauh, akhirnya tahu tentang TPK Unri. Saya tahu program studi ini masih baru dan ada peluang ditarik kerja, karena kerja sama dengan RAPP," sebutnya lagi.

Menurut Rajab, nama RAPP sudah pasti menjanjikan. Katanya, semua orang pasti tahu RAPP dan banyak yang berharap bisa menjadi bagian dari pabrik pulp dan kertas terkemuka di Indonesia itu. Kuliah di prodi yang menjurus tentang pulp dan kertas dan berkesempatan magang di perusahaan itu adalah kesempatan besar yang harus diambil.

Di awal mulai kuliah, Rajab sudah merasakan keistimewaan TPK Unri. Mulai dari gedung yang bagus, full AC, hingga fasilitas lainnya yang sangat mendukung proses perkuliahan.

"Saya bukan penerima beasiswa di TPK Unri, namun dengan fasilitas yang ada, saya merasa sepadan dengan uang kuliah yang saya bayarkan. Belum lagi para tenaga pengajar ada yang merupakan praktisi dari RAPP. Di sini, kita tidak ada perbedaan antara mahasiswa penerima beasiswa dan yang bukan. Kita sama saja. Saya cocok di TPK Unri, saya enjoy, suka," ulasnya dengan nada bangga.

Dia juga menyampaikan pengalaman magang sembilan bulan di RAPP yang ia terima di akhir masa kuliah sangat berarti. Dia dan rekan-rekannya belajar banyak tentang operasional pabrik dan dunia kerja.

"Selama magang belajar banyak dan bertemu banyak orang, termasuk para kakak tingkat yang sudah bekerja di RAPP. Membangun relasi dan paham lebih jauh dengan dunia kerja yang sebenarnya. Selama magang saya bertugas di bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)," sebutnya.

Apa yang diutarakan Rajab senada dengan yang disampaikan Indah Amalia Ramadan, mahasiswa TPK Unri lainnya. Indah dan Rajab sama-sama satu angkatan, saat ini tengah menunggu wisuda di Oktober nanti. Perjalanan mereka sebagai mahasiswa TPK Unri angkatan keempat dilalui dengan banyak kesan baik.

"Di awal masa kuliah dulu, yakni 2021, memang sempat terpikir teman-teman di jurusan lain tampak lebih enjoy. Ada waktu untuk nongkrong. Di TPK lebih padat jadwalnya, dari pagi hingga sore. Tapi menurut saya, di situlah spesialnya kami. Sehari-hari dosen yang mengajar kami tidak hanya dari Unri, namun ada juga dari RAPP sebagai dosen praktisi, jadi vibes pabrik RAPP benar-benar terasa. Materi yang kami terima sangat berhubungan dengan yang di pabrik. Apa yang dipelajari saat kuliah dan yang dilihat waktu magang sama persis," jelasnya.

Indah juga menyebutkan, bila nanti lolos ujian dan diterima menjadi salah satu karyawan RAPP, dia sudah punya rencana ke depan untuk mendukung kariernya.

"Ke depannya rencana karier saya adalah akan bekerja dahulu, selanjutnya menyambung pendidikan untuk jenjang Sarjana (S1). Beruntung saya kuliah di TPK Unri, support kampus, tenaga pengajar yang luar biasa, dan dukungan mentor saat magang, semua sangat saya apresiasi," ungkap Indah.

Pada kesempatan berbeda, Novita Erawati, yang juga mahasiswa lulusan keempat TPK Unri mengaku sangat bersyukur bisa kuliah di TPK Unri. Dia adalah satu dari ratusan mahasiswa yang menerima beasiswa dari RAPP.

Novi merupakan putri daerah asal Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Pelalawan dan telah menjadi penerima beasiswa lewat program Community Development (CD), sejak masih duduk bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Pangkalan Kerinci, dan berlanjut hingga ke TPK Unri.

"Saya merupakan putri daerah yang tinggal di daerah sekitar operasional perusahaan, berbekal dengan pendidikan yang sudah saya tempuh, saya berharap nantinya dapat menjadi bagian dari perusahaan RAPP dan berkontribusi untuk kemajuan Pelalawan,” ucap Novi.

Salah satu dosen TPK Unri, Syelvia Putri Utami ST., MEng, PhD, menuturkan, para mahasiswa yang menimba ilmu di TPK Unri adalah anak-anak muda yang memiliki motivasi tinggi dan siap memasuki dunia kerja begitu lulus.

"Tidak ada perbedaan antara mahasiswa penerima beasiswa dan yang jalur mandiri, semua sama-sama tekun menjalani perkuliahan dan dari awal sudah terlihat bertekad kuat," jelas dosen yang meraih gelar doktor di University of Tsukuba Jepang ini.

Di TPK Unri, para pengajar ada yang merupakan praktisi di RAPP. Suatu keistimewaan yang tidak diperoleh di program studi yang lain. Dua orang tenaga pengajar di prodi ini juga adalah doktor di bidang pulp dan kertas.

Dengan beragam keistimewaan, Prodi TPK Unri terus berkontribusi dalam menciptakan lulusan yang siap kerja di industri pulp dan kertas. Hal ini seperti diutarakan Prof. Evelyn, ST., MSc., MEng., PhD., Ketua Prodi TPK Unri saat ditemui di kantornya, Senin (29/7/2024).

Prof Evelyn menyampaikan bahwa sejak tahun pertama pendirian program studi ini, RAPP selalu berkomitmen memberikan dukungan, mulai hibah gedung, fasilitas yang diperlukan untuk proses pembelajaran, termasuk penyediaan peralatan laboratorium untuk pratikum dan penelitian dalam bidang pulp dan kertas.

"Termasuk juga hibah buku cetak untuk referensi kuliah bidang pulp dan kertas. RAPP juga membantu kalibrasi instrumen di laboratorium, bahan-bahan penelitian mahasiswa dan dosen, hingga penyusunan kurikulum yang di-update bersama dosen praktisi," jelas Prof Evelyn.

Disebutkannya juga, kerjasama dengan Tanoto Foundation dan PT RAPP ini untuk mendukung mempersiapkan sumberdaya manusia yang siap kerja. Dengan konsep link and match, TPK Unri memastikan kurikulum pembelajaran yang diberikan selaras dengan kebutuhan pada dunia kerja.

"Sejak dibuka pada tahun 2018 lalu, TPK Unri terus konsisten dalam mendistribusikan lulusan yang siap kerja. Saat ini 90% lulusan TPK Unri telah tergabung dan menjadi bagian dari karyawan RAPP, baik lulusan penerima beasiswa maupun yang bukan penerima beasiswa," jelasnya.

Prof Evelyn berharap, prodi TPK Unri akan terus berkembang di masa yang akan datang, menjadi salah satu studi vokasi yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat Riau.

"Terwujudnya Prodi Teknologi Pulp dan Kertas ini merupakan bentuk kepedulian Tanoto Foundation dan PT RAPP terhadap pendidikan, serta langkah konkret pelaksanaan konsep link and match," sebutnya.

Konsep Ini memastikan dunia pendidikan agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang siap pakai dan produktif, khususnya di bidang pulp dan kertas.

Direktur RAPP Mohd Ali Sabri Nasution mengatakan kerjasama RAPP dengan Unri, khususnya untuk program D3 TPK ini sudah berlangsung sejak pendirian gedung TPK Unri pada tahun 2018 lalu. Dimana RAPPberkontribusi dalam pendirian bangunan dan penyediaan fasilitas dengan nilai investasi miliaran rupiah.

"Ini adalah satu-satunya di Indonesia, Prodi Teknik Pulp dan Kertas di bawah pengelolaan universitas negeri," ujar Mohd Ali Sabri Nasution, belum lama ini.

Total dana hibah yang diberikan oleh RAPP kurun waktu 2018-2023 mencapai Rp 17,2 miliar. Dukungan yang diberikan oleh RAPP berupa bangunan, fasilitas, peralatan laboratorium, buku, hingga beasiswa. Perusahaan pulp, kertas dan serat ini juga membantu merancang kurikulum agar skill mahasiswa sesuai dengan kompetensi dunia industri.

RAPP juga menyediakan 15 orang tenaga pengajar dari praktisi yang merupakan karyawan senior RAPP dari level superintendent dan manager.

Komitmen RAPP yang merupakan anak perusahaan APRIL Group untuk melakukan upaya transformatif dalam bidang pendidikan sejalan dengan visi APRIL2030 dalam pilar Kemajuan Inklusif.

Pada tahun 2022 lalu, APRIL Group telah menerima penghargaan Best Practices Pengembangan Vokasi dari Kementerian Perindustrian.***(rls)

Teks foto:

Rajab Vadil, Indah Amalia Ramadhan, dan Devti Marna Syafitri, berdiskusi di perpustakaan TPK Unri.

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 29 Oktober 2026

New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru

New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru.

Galeri
Sabtu, 31 Oktober 2026

Hari Santri Nasional, Bupati Inhu Tegaskan Beranilah Mengatakan Tidak Pada Narkoba

Hari Santri Nasional, Bupati Inhu Tegaskan Beranilah Mengatakan Tidak Pada Narkoba

Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Galeri
Minggu, 25 Oktober 2026

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda ke XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Berita Lainnya

Selasa, 03 Nopember 2026

Silaturahmi, Danlanal Dumai Kunker ke Inhil


Selasa, 03 Nopember 2026

UNDP, Kemenko Pangan, dan Parlemen Eropa Dorong Bisnis Berkelanjutan di DAS Citarum


Selasa, 03 Nopember 2026

Oknum ASN di Siak Diamankan Atas Dugaan Tindak Asusila terhadap Anak di Bawah Umur


Selasa, 03 Nopember 2026

Peduli Pendidikan, Bupati Zukri Serahkan Bantuan Pakaian Sekolah untuk 19 Siswa Bernas


Selasa, 03 Nopember 2026

Police Goes to School, Polsek Tanah Putih Edukasi Pelajar SMPN 06 Bahaya Berkendara Sebelum Cukup Umur


Selasa, 03 Nopember 2026

SIMPATIK Digagas Dishub Kuansing, Bidik Peningkatan PAD dan Tekan Kebocoran Parkir


Selasa, 03 Nopember 2026

Sepekan Operasi Patuh 2026, Satlantas Bengkalis Tindak 303 Pelanggar, 78 Terjaring ETLE


Senin, 02 Nopember 2026

Dua Lokasi Digerebek, Satresnarkoba Polres Rohil Amankan 55,84 Gram Sabu


Senin, 02 Nopember 2026

13 Unit SPPG di Inhu Disuspensi, Ribuan Siswa Tak Lagi Nikmati MBG


Senin, 02 Nopember 2026

Polres Inhu Terapkan Larangan Penggunaan Rokok Elektrik bagi Personel Polri


Senin, 02 Nopember 2026

Pj Sekda Muradi Tekankan Percepatan Program Prioritas Kesehatan, CKG Kuansing Baru Capai 28 Persen


Senin, 02 Nopember 2026

Operasi Patuh LK 2026, Satlantas Polres Inhu Razia Humanis di Persimpangan Perboden


Senin, 02 Nopember 2026

Jelang Libur Akhir Tahun, PPN Sumbagut Pastikan Kesiapan Operasional AFT Sultan Iskandar Muda


Senin, 02 Nopember 2026

Jejak Harimau Muncul di Jalan Lingkar Kota Bangkinang, Warga Diimbau Waspada


Senin, 02 Nopember 2026

Ada jejak Diduga Harimau Sumatera di Kampar, Tim BBKSDA Langsung Cek Lokasi


Senin, 02 Nopember 2026

Dorong Produksi Pangan Berkelanjutan; Bappenas, FAO, dan AOI Luncurkan Laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia


Senin, 02 Nopember 2026

Warga dan Ninik Mamak Kasang Mungkal Rohul Tolak Marteem Jadi Calon Kades, Ini Alasannya


Senin, 02 Nopember 2026

Lindungi Karya Musisi Lokal, PAPPRI Riau Perkuat Sinergi dengan Kemenkum


Senin, 02 Nopember 2026

Tokoh Masyarakat Pelalawan Keluhkan PLN Kedap Kedip Ala "Lampu Disko"


Senin, 02 Nopember 2026

Polsek Tanah Putih Gelar Strong Point Pagi di Jalinsum