Riauterkini - PEKANBARU - Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, Suparman, tegaskan komitmennya untuk membenahi struktur dan kinerja Fraksi Partai Golkar di DPRD Riau. Menurutnya, fraksi sebagai representasi partai di parlemen saat ini dinilai melempem. Sehingga perlu dilakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh.
Suparman menyebut, keberadaan Fraksi Golkar di DPRD Riau saat ini belum lagi memiliki daya tawar yang kuat seperti pada masa-masa sebelumnya. Kondisi tersebut, berdampak terhadap menurunnya wibawa Partai Golkar di lembaga legislatif.
"Hari ini fraksi kita kurang menggigit. Kalau ketua (Yulisman) mengizinkan, saya ingin membenahi. Sekarang trennya, kalau Fraksi Golkar tidak hadir, rapat tetap berjalan seolah tidak ada persoalan. Dulu berbeda. Kalau Fraksi Golkar belum hadir, rapat belum dimulai," kata Suparman, di sela rapat pleno dan silaturahmi pengurus DPD I Golkar Riau. Rapat pleno yang digelar pada Kamis malam (23/7/26) dipimpin Ketua DPD I Golkar Riau, Yulisman.
Ia menilai lemahnya peran fraksi tidak terlepas dari kualitas kepemimpinan dan manajemen internal yang perlu diperkuat. Karena itu, DPD I Golkar Riau akan mengevaluasi komposisi kepengurusan fraksi agar diisi oleh kader-kader yang memiliki kapasitas dan kemampuan.
"Kita akan lihat siapa yang benar-benar mampu memimpin. Jangan sampai Fraksi Golkar tidak lagi dihargai. Wibawa partai di DPRD itu ada di fraksi. Karena itu kita harus tegas. Tujuannya semata-mata mengangkat kembali marwah Golkar," tegasnya.
Suparman juga mengingatkan pentingnya koordinasi yang erat antara Fraksi Golkar di DPRD dengan struktur partai. Menurutnya, fraksi tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus menjadi perpanjangan tangan partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat sekaligus menjaga citra organisasi.
Ia mengakui, Partai Golkar di Riau saat ini sedang menghadapi tantangan besar. Dominasi Golkar yang dahulu menjadikan Riau sebagai salah satu basis terkuat partai itu kini mulai memudar.
"Kita tidak usah sungkan mengakui kelemahan dan kekurangan kita. Dulu Riau dengan 12 kabupaten/kota adalah lumbung Golkar. Sekarang coba lihat kondisinya. Kalau kita sama-sama membenahi, saya yakin Golkar bisa bangkit kembali," paparnya.
Sebagai contoh, Suparman mengenang keberhasilan Partai Golkar memenangkan Pemilu di Kota Dumai pada masa lalu. Saat itu, seluruh ketua DPD II Partai Golkar di Riau turun langsung membantu perjuangan partai.
"Waktu itu saya Ketua DPD II Golkar Rokan Hulu, Pak Yulisman Ketua Golkar Indragiri Hulu, Eet Ketua Golkar Bengkalis, semuanya turun tangan. Hasilnya Golkar menang dan berhasil mengantarkan Ilyas Labay menjadi Ketua DPRD Dumai. Harapan kita bukan hanya memenangkan pemilu, tetapi bagaimana membuat Partai Golkar kembali dicintai masyarakat," tutup Suparman.
Sebagai catatam tambahan, Ketua Fraksi Golkar di DPRD Riau saat ini adalah Nalladia Ayu Rokan. Penunjukan ini diumumkan oleh pimpinan sementara DPRD Riau pada September 2024. Kemudian ada juga Wakil Ketua fraksu Evi Juliani serta Sekretaris Jons Ade. Akankah ketiganya bakal tergeser dari posisinya di fraksi. ***(mok)