Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Pertama di Siak, Petani Kampung Kayu Ara Kembangkan Kopi Liberika

Riauterkini-PEKANBARU- Ketua Kelompok Tani Naga Permai kampung Kayu Ara, Yulius, Rabu (30/11/22) mengatakan ada dua hektare lahan kabun karet yang ditanami 1800 bibit kopi liberika untuk pertama kalinya di kampung Kayu Ara kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Kopi jenis cocok untuk dikembangkan di lahan gambut.

"Kami sengaja memilih lahan desa yang terbengkalai tidak termanfaatkan untuk menanam dan mengembangkan tanaman kopi," terang Yulius.

Menurutnya, mereka para petani membersihkan lahan untuk mengembangkan kopi liberika tersebut tidak dengan cara membakar, namun dengan cara ditebas dan kemudian sampahnya dibiarkan untuk pemupukan.

Yulius menambah, bahwa mereka mengembangkan kopi jenis liberika ini dengan sistem tumpang sari dengan pohon karet. Hal itu dilakukan tanaman kopi butuh naungan ketika baru ditanam.

Untuk penjualan hasilnya, kata Yulius, mereka akan bekerja sama dengan Bumkam (Badan Usaha Milik Kampung). Targetnya, 3 tahun ke depan, kopi sudah belajar berbuah. Perkiraan panen raya-nya kemungkinan 4 sampai 5 tahun ke depan.

Lembaga Kerapatan Adat Penyengat IKBBSAR di Kampung Penyengat, memilih menanam kelapa hibrida di rumah-rumah anggotanya. Kelapa hibrida dipilih karena kemampuannya beradaptasi di lahan gambut dan tingkat produktivitasnya yang tinggi, dalam waktu 2 hingga 3 tahun kelapa hibrida sudah bisa dipanen.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Penyengat IKBBSAR, Kehong menyampaikan, dengan menanam kelapa hibrida di pekarangan rumah diharapkan dapat meningkatkan ekonomi selain budidaya nanas.

Sejauh ini telah disalurkan 3-4 bibit kelapa hibrida kepada 22 kepala keluarga anggota Lembaga Kerapatan Adat Penyengat IKBBSAR untuk ditanam di pekarangan rumah mereka.

“Saya sudah menanam kelapa hibrida di pekarangan rumah saya. Dari awal mereka sangat tertarik. Itulah awal dari upaya untuk mengembangkan kelapa hibrida di kampung kami di Penyengat ini,” ujar Kehong.

Penanaman bibit kopi liberika di Kampung Ara Permai Siak maupun penanaman dan pengembangan kelapa hibrida di Penyengat tersebut merupakan sejumlah arena aksi dalam program Riset Aksi Partisipatif untuk Pencegahan Kebakaran dan Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat di Kabupaten Siak oleh Lembaga Riset Internasional CIFOR. Total ada dua kampung yang menjadi objek riset di Kabupaten Siak, Kampung Ara Permai dengan lima arena aksi, dan Kampung Penyengat dengan empat arena aksi.

Setiap arena aksi dikelola kelompok tani setempat. Mereka bebas memilih tanaman apa yang mereka minati. Ada yang memilih menanam matoa, kelengkeng, kelapa hibrida, pisang dan lainnya. Untuk memaksimalkan lahannya, ada juga yang membuat sekat kanal secara permanen.

Pelaksanaan, pendistribusian, pendampingan dan pendanaan, seperti penyediaan bibit hingga pengadaan pupuk, dilakukan eh CIFOR.

Menurut Deputy Country Director & Senior Scientist CIFOR-ICRAF Indonesia Country Programme yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof Dr Herry Purnomo Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan perlu mengedepankan partisipasi masyarakat.

"CIFOR menyerap aspirasi masyarakat kemudian difasilitasi untuk melaksanakan aspirasi tersebut di kampung terpilih di Kabupaten Siak Riau CIFOR telah menggelar rangkaian kegiatan aksi pembangunan model bisnis pencegahan Karhutla dan restorasi gambut di Kampung Kayu Ara permai dan Kampung Penyengat.

“Bukan hanya mengamati, setelah mengamati kita membuat rencana dan aksi yang kecil kemudian dipantau. Ada fase refleksi, fase rencana, fase aksi dan fase pemantauan dan dialog dengan masyarakat setempat. Setelah berdialog dengan warga dan kepala desa di wilayah tersebut, mereka kemudian mengembangkan beragam model bisnis wanatani. Misalnya wanatani kopi dan kelapa. Jadi CIFOR menyerap ide-ide di lapangan untuk membangun model bisnis berbasis masyarakat. Apa value yang ingin dikembangkan dari kampung tersebut. Kemudian mencoba untuk menerapkannya di lapangan. Sehingga nantinya masyarakat mempunyai penghidupan yang ramah gambut," terang Herry.

Riset Aksi Partisipatif CIFOR di Siak

Siak Sejak tahun 2021, CIFOR bersama dengan para mitra melaksanakan RAP secara intens bersama dengan masyarakat di Kampung Kayu Ara Permai dan Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Riset Aksi Partisipatif sebenernya sudah dilaksanakan sejak 2018 hingga 2020. Temasek Foundation (TF) dan Singapore Cooperation Enterprise (SCE) mendukung CIFOR dan mitra, PSB UNRI, untuk memfasilitasi pengembangan model pencegahan kebakaran dan restorasi lahan gambut di Provinsi Riau.

Proyek Riset Aksi Partisipatif (RAP) ini merupakan tahap pertama dari program yang lebih besar yang bertujuan untuk mencapai tujuan jangka panjang restorasi hutan dan lahan gambut dengan mengubah perilaku masyarakat untuk menghindari penggunaan api dalam penyiapan lahan tanpa mengurangi produksi dan pendapatan pertanian.

RAP telah menunjukkan keberhasilan awal di Desa Dompas, dimana masyarakat dibekali dengan peningkatan pengetahuan, teknik, keterampilan manajerial dan jaringan, sehingga selanjutnya masyarakat dapat menjadi penggerak aksi lebih lanjut.

Melihat keberhasilan tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak mengundang CIFOR dan para mitra, PSB UNRI dan Sedagho Siak, untuk meningkatkan dan memperluas upaya pencegahan kebakaran dan restorasi lahan gambut berbasis masyarakat ke Kabupaten Siak.

Melalui sejumlah diskusi, CIFOR dan para mitra menyusun strategi bagaimana merintis pendekatan RAP di Kabupaten Siak untuk berkontribusi terhadap Inisiatif Siak Hijau. Ada peluang untuk meningkatkan model ini ke seluruh Provinsi Riau sebagai bagian dari komitmen terhadap program Riau Hijau di tahun 2019-2024.

Perkembangan kegiatan dan pembelajaran dari inisiatif yang telah dilakukan di Kabupaten Siak ini diharapkan dapat mendorong dan mendukung upaya yang serupa di daerah lainnya.

CIFOR-ICRAF mengharapkan sebuah dunia di mana penduduknya menikmati mata pencaharian yang didukung oleh bentang alam yang sehat dan produktif serta tangguh melalui kekuatan transformatif hutan, pohon, dan agroforestri. CIFOR-ICRAF merupakan salah satu Pusat Penelitian di bawah organisasi CGIAR.*(H-we)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Berita Lainnya

Selasa, 13 Oktober 2026

Aksi Mahasiswa Demo Penanganan Kabut Asap Hingga Beasiswa di Riau


Selasa, 13 Oktober 2026

Puji Keramahan Muklisin dan Istri, Bupati Bengkalis Apresiasi Porseni IGTK Riau di Kuansingy


Selasa, 13 Oktober 2026

Unggul Telak! Ahmad Fadli Raih 53 Suara, Resmi Terpilih Rektor Unri


Selasa, 13 Oktober 2026

FAO dan Yayasan Bina Usaha Lingkungan Luncurkan Program Hibah Kecil Global Environment Facility, Dukung Inisiatif Lokal Indonesia


Selasa, 13 Oktober 2026

Mengharukan, Tiga Warga Binaan Lapas Bengkalis Ucapkan Dua Kalimat Syahadat


Selasa, 13 Oktober 2026

Kapolres Kampar AKBP Boby Langsung Minta Lakukan Rehabilitasi Usai Melihat Kondisi Rumah Nenek Ini


Selasa, 13 Oktober 2026

Terima LAMR, Kemenbud Apresiasi HKN di Riau


Selasa, 13 Oktober 2026

Tak Sekadar CSR, BRK Syariah Ikut Mengukuhkan Identitas Melayu di Kampus Universitas Riau


Selasa, 13 Oktober 2026

Cegah Kemacetan dan Kecelakaan, Polsek Ukui Gelar Penjagaan Pagi


Selasa, 13 Oktober 2026

Jaga Standar Pelayanan, RSUD Arifin Achmad Kembali Ikuti Survei Akreditasi


Selasa, 13 Oktober 2026

Perkuat Sinergitas Polri dan Pers, Kapolres Bengkalis Sidak PWI


Selasa, 13 Oktober 2026

Semarak HUT ke 27 Kuansing, Plt Bupati Buka Batik Carnival


Selasa, 13 Oktober 2026

Siaga Karhutla, Kapolsek Tanah Putih Pastikan Peralatan Pemadam Berfungsi Baik


Selasa, 13 Oktober 2026

31 Tahun Citra Plaza Pekanbaru, Tutup dan Jadi Gedung Kosong


Selasa, 13 Oktober 2026

Indonesia Unjuk Inovasi Pertanian dalam Pameran Global FAO di Roma


Selasa, 13 Oktober 2026

Wali Band Hibur Belasan Ribu Pengunjung di Puncak Hari Jadi ke-27 Pelalawan


Selasa, 13 Oktober 2026

Jarak Pandang 100 Meter, Asap Pekat Ganggu Jadwal Pesawat di Bandara SSK II Pekanbaru


Senin, 12 Oktober 2026

Digerebek Bareskrim Polri, 54 Orang di MP Club Pekanbaru Positif Narkoba


Senin, 12 Oktober 2026

Diskes Riau Terima 20 Ribu Masker Medis dari BPJS Kesehatan


Senin, 12 Oktober 2026

Beli Mobil di Arista Expo 2026 Pekanbaru, Konsumen Bisa Dapat Libur Cicilan 6 Bulan dari Maybank