Riauterkini - PEKANBARU - Abdul Razak senior sekaligus pimpinan regu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau. Mereka satu di antara tim gabungan bertugas memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. Secara geografis merupakan salah satu daerah terletak di pesisir Riau. Garis pantai yang cukup panjang, khususnya bagian timur bahkan langsung berbatasan dengan Selat Melaka, Malaysia.
Di sini, tim gabungan lainya yang juga melaksanakan misi yang sama adalah BPBD Dumai dan Masyarakat Pemadam Api (MPA) juga berasal dari daerah berjuluk kota minyak itu. Di areal perkebunan sawit dan semak belukar yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektar. Tim gabungan yang bertugas melakukan pemadaman api sempat dihadapkan situasi sulit.
Arah angin awalnya searah dengan gerakan petugas yang terus maju melakukan pemadaman tiba-tiba berubah arah. Kepulan asap berasal dari sebagian lahan yang sudah berhasil dipadamkan itu pun "berbalik menyerang". Masing - masing tim di posisi berbeda. Petugas dari BPBD Riau berjumlah 11 orang bertugas memblokir sisa lahan terbakar berdekatan dengan areal yang masih hijau. Begitu juga tim BPBD Dumai berjumlah tujuh orang.
Tim pemadam paling terdampak dari kepulan asap yang tiba-tiba berbalik arah tersebut adalah petugas MPA. Petugas relawan berjumlah empat orang ini berada di kawasan terbuka. Hembusan angin membawa kepulan asap yang tak terduga ini benar-benar situasi sulit.
"Ini benar-benar tak terduga. Angin tiba-tiba berubah arah," gumam Razak dalam hati.
Razak yang saat itu melihat tim pemadam dari MPA sedang tidak baik-baik saja. Posisinya agak berjauhan, kurang dari seratus meter. Razak mencoba mencari hand talky (HT) untuk menghubungi tim pemadam dari MPA yang biasanya diletakan di saku celana. Namun tak ditemukan, kecuali hanya ada handphone miiknya. Mungkin HT itu tertinggal di mobil atau terjatuh. Tapi Razak tidak mau berpikir terlalu panjang.
Handphone di sakunya itu pun lalu diraihnya. Razak sempat mengecek sinyal telephone genggamnya. Ternyata masih aktif. Walau cukup jauh dari akses pusat kota. Sinyal yang digunakan Telkomsel. Jarak antara Desa Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan ke Kota Dumai lebih kurang 15 - 20 kilo meter.
Razak pun langsung menghubungi salah satu petugas MPA tersebut agar melakukan langkah-langkah agar tidak menimbulkan hal yang tak diinginkan. Menurut Razak, petugas tidak boleh bergerak mudur terlalu cepat meski untuk menghindari "serangan" kepulan asap. Maklum di lokasi yang sedang terjadi Karhutla di Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan memiliki kedalaman tanah gambut hingga lima meter. Jika tidak hati-hati mencari pijakan yang pas sangat mungkin terperosok.
"Mainkan nozzlenya, semprotkan air terus," tuntun Razak.
Menyemprotkan selang mengarahkan ke kepulan asap dengan air terkembang melalui setelan nozzle di ujung selang pembuangan pilihan terbaik. Tujuanya meminimalisir "serangan" kepulan asap. Petugas MPA itu juga diminta mengambil posisi tiarap dengan selang terus menyemprot ke depan.
Tim pemadaman Karhutla, khususnya petugas gabungan di kawasan Lubuk Gaung menilai sinyal Telkomsel yang masih aktif sangat bermanfaat. Petugas juga bisa dengan mudah membuat update laporan ke pimpinan di Pekanbaru termasuk berkoordinasi dengan posko penanggulangan.
Koordinasi juga bisa lebih dilakukan melalui pesan whatsapp group meski posisi saat pemadaman tak saling berdekatan. Meski begitu, Razak juga tak menampik pada posisi tertentu, komunikasi juga bisa terhambat karena sinyal yang melemah.
Kepala BPBD dan Damkar Riau Edy Afrizal mengakui, layanan provider Telkomsel sangat bermanfaat bagi petugas pemadam Karhutla di lapangan.
Memang setiap tim ada dibekali HT untuk melakukan komunikasi. HT biasanya dipegang beberapa orang pemadam. Namun untuk laporan kegiatan tetap menggunakan handphone via whatshapp group. Laporan tersebut bisa dalam bentuk video dan photo disertai dengan titik koordinat ke pimpinan.
Sinyal Telkomsel yang masih "menyala" meski di jauh dari akses perkotaan sangat membantu petugas di lapangan melaporkan progres kegiatan pemadaman.
"HT memang ada dibekali. Tapi untuk laporan kegiatan tetap menggunakan handphone. Makanya sinyal yang kuat terutama petugas kami di lokasi Karhutla sangat bermanfaat," ungkap Edy.
Bahkan di Kantor BPBD dan Damkar Riau sendiri papar Edy juga menggunakan indihome jaringan Telkomsel. Selama ini untuk meningkatkan pelayanan termasuk soal pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Riau.
Sebelumnya di Riau saat Menteri Kominfo dijabat Budi Arie Setiadi sudah membantu perangat internet atau wifi di dua puluh lima desa. Pemasangan perangkat internet ini bekerja sama dengan Telkomsel.
Bantuan perangkat internet tersebut sempena dengan kunjungan menteri Budi pada Kamis (24/8/23) lalu ke Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.
Sejumlah kepala desa yang ditunjuk menerima secara simbolis hadir. Penyerahan perangkat internet ini disaksikan oleh pimpinan Telkomsel di Riau. Ada pun kepala desa yang menerima secara simbolis adalah Kepala desa Kesumbo Ampai, Muara Dua, Tasik Serai, Muara Basung, Ketam Putih.
Pemerintah bekerja sama dengan Telkomsel pun menurut menteri upaya mengatasi kesenjangan internet di Indonesia khususnya di Riau. Tujuanya, pemerataan akses internet berdampak pada kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, desa-desa yang disasar pembagian perangkat internet tersebut. Sehingga internet tidak hanya dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat perkotaan. Hal ini sejalan dengan target pemerintah yang ingin menjangkau akses internet di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3 T.
Selain itu, kehadiran sinyal internet melalui program pembangunan menara BTS 4G dan penyediaan akses internet di Riau. Dimana telah terbangun 7 BTS di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir serta Kepulauan Meranti yang sudah menghantarkan sinyal seluler. Sementara itu, sejumlah 88 lokasi Akses Internet tersebar di seluruh 12 kota dan kabupaten, melayani fasilitas layanan kesehatan, sekolah, dan kantor pemerintahan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, Sabtu (17/8/25) menegaskan bahwa komitmen Indonesia merdeka dari keterbatasan dari sinyal bukan main-main. Komitmen itu bahkan sudah dilakukan sejak 30 tahun secara konsisten.
Faktanya Telkomsel hingga saat ini telah membangun jaringan lebih dari 280 ribu BTS di Indonesia. Secara persentase bahkan sudah mencakup 97 persen dari penduduk. Melayani 158,4 juta pelanggan mobile serta 10.juta pelanggan Indihome - B2C.
Kontribusi nyata ini bak kado terindah pada perayaan Hari Ulang Tahun ke 80 Republik Indonesia. Kerja nyata Telkomsel ini menyalakan Indonesia dari kegelapan jaringan internet. Nyatanya Telkomsel sudah "memerdekakan" masyarakat yang berada di wilayah terdepan, terluar, tertinggal atau 3T.
"Kami dari Telkomsel terus berupaya berinovasi mewujudkan masyarakat yang berdaya saing melalui produk layanan digital," papar Nugroho.
inovasi itu mulai dari evolusi kartu SIMPATI yang kini menawarkan berbagai benefit, hingga layanan terintegrasi seperti Telkomsel Halo, IndiHome serta Telkomsel One.
Telkomsel juga gencar memperluas jaringan 5G secara contiguous di 56 kota/kabupaten, termasuk wilayah strategis seperti Bandung, Batam, Makassar, Surabaya, Jabodetabek, Bali, hingga Ibu Kota Nusantara. Upaya ini didukung oleh lebih dari 3.000 BTS 5G.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara end-to-end juga diterapkan untuk mengoptimalkan layanan, menjadikan Telkomsel sebagai satu-satunya perusahaan telekomunikasi Indonesia yang menjadi pendiri Autonomous Networks.
Atas dedikasinya, Telkomsel berhasil meraih enam penghargaan internasional dari Ookla Speedtest Awards pada Q1-Q2 2025. Penghargaan yang berhasil diraih Telkomsel antara lain Fastest Mobile Network, Best Mobile Coverage, Best Mobile Gaming Experience, Fastest 5G Mobile Network, Best 5G Network, serta Best 5G Gaming Experience.***
Penulis : Mokhtiar