Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Dedikasi Pabrik Sawit Grup Astra Birukan Langit Riau Ubah Gas Metana Jadi Energi Bersih



Riauterkini-PEKANBARU – Di pagi hari yang cerah, permukaan kolam limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) di pabrik kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) tampak tenang. Tak ada yang berbeda di permukaan, namun di bawahnya, jutaan gelembung gas metana perlahan terperangkap dalam kubah geomembran raksasa.

Gas yang dulu lepas begitu saja ke udara dan menjadi salah satu penyumbang pemanasan global, kini ditahan, dikendalikan, lalu diubah menjadi energi terbarukan yang menggerakkan operasional pabrik anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk itu.

Teknologi Methane Capture bukan sekadar instalasi teknis. Di tangan Astra Agro, ia berubah menjadi simbol babak baru industri sawit Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan semakin strategis dalam peta dekarbonisasi nasional.

Perjalanan itu dimulai di Riau. Tidak banyak yang menyadari bahwa provinsi yang dikenal sebagai salah satu pusat perkebunan sawit, diam-diam menjelma menjadi laboratorium inovasi iklim Astra Agro.

Dua fasilitas Methane Capture telah beroperasi penuh, yakni berada di PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) di Kabupaten Indragiri Hulu, dan PT Eka Dura Indonesia (EDI) di Kabupaten Rokan Hulu. Keduanya menjadi pionir yang membuktikan bahwa limbah cair pabrik sawit dapat diubah menjadi sumber energi yang tak hanya bersih, tetapi juga berkelanjutan.

Di penghujung tahun ini, fasilitas serupa di PT Kimia Tirta Utama (KTU) yang berada di Kabupaten Siak akan segera menyusul beroperasi. Dengan demikian, tiga anak usaha Astra Agro di Provinsi Riau sekaligus membentuk klaster percontohan methane capture yang lengkap dan progresif di industri kelapa sawit nasional.

Gas metana yang dilepas dari proses fermentasi POME memiliki potensi pemanasan global 28 kali lebih tinggi dibanding CO₂. Dengan teknologi penangkapan, gas ini tidak lagi menjadi ancaman, melainkan bahan bakar.

Di bawah kubah penangkap gas, metana dialirkan ke sistem biogas untuk menjalankan boiler dan genset, menyediakan listrik bagi pabrik, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Di PT EDI dan TPP, efisiensi energi semakin terasa. Penggantian sumber energi dari solar dan batu bara ke biogas mengubah wajah pabrik menjadi jauh lebih ramah lingkungan.

Dampaknya nyata dan dapat diukur. Menurut catatan Astra Agro, sebanyak 126,33 kiloton CO₂ berhasil direduksi sepanjang 2024 dari seluruh inisiatif pengurangan emisi, dan methane capture di Riau menjadi salah satu penyumbang terbesar.

Climate & Conservation Management Manager Astra Agro, Dian Ary Kurniawan, menjelaskan bahwa teknologi methane capture bukan sekadar program teknis, melainkan bagian dari strategi besar perusahaan menuju 2030.

“Astra Agro telah membangun dan mengoperasikan dua unit fasilitas methane capture di Provinsi Riau. Fasilitas ini menangkap gas metana dari POME agar tidak lepas ke atmosfer dan kemudian mengubahnya menjadi energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Dian Ary.

Menurutnya, teknologi ini bukan hanya menurunkan emisi, tetapi juga mengubah cara mengelola limbah dan energi. “Di sini, inovasi bertemu tanggung jawab iklim,” tambahnya.

Dengan tambahan fasilitas baru di PT KTU, kemampuan penyerapan emisi diproyeksikan semakin meningkat. Astra Agro tengah memosisikan Riau sebagai hub energi hijau berbasis limbah sawit melalui pemanfaatan biogas, biomethane, hingga produk energi masa depan.

Astra Agro Sustainability Aspirations 2030 Di forum internasional COP30 Brasil, Astra Agro menegaskan komitmennya terhadap peta jalan keberlanjutan melalui Astra Agro Sustainability Aspirations 2030, yang mencakup 12 inisiatif transformatif. Pengurangan intensitas emisi hingga 19,56% pada 2024, peningkatan energi terbarukan, sampai manajemen gambut melalui rewetting.

Selain itu, digitalisasi perkebunan untuk efisiensi dan pencegahan kebakaran, serta pengembangan pupuk hayati Astemic untuk menurunkan ketergantungan pupuk kimia telah berhasil dijalankan Astra Agro.

Saat fasilitas Methane Capture di PT Kimia Tirta Utama mulai beroperasi, Riau tak lagi sekadar lokasi pabrik. Ia akan menjadi wilayah percontohan untuk pembangunan rantai pasok sawit rendah karbon, sekaligus membuktikan bahwa sektor sawit Indonesia dapat memimpin transisi energi berkelanjutan.

Pemandangan kubah-kubah raksasa yang menahan metana di PT TPP, PT EDI, dan nanti PT KTU adalah pengingat penting bahwa teknologi bisa menjadi jembatan antara produktivitas dan planet yang sehat.

Di Riau, Astra Agro membuktikan bahwa industri sawit Indonesia tidak harus terjebak dalam narasi lama. Ia bisa berubah, bisa memimpin, dan bisa menjadi bagian dari solusi iklim global.***(Rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Galeri
Selasa, 23 Juni 2026

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan.

Advertorial
Selasa, 23 Juni 2026

HUT ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

HUT Ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

Advertorial
Senin, 22 Juni 2026

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Galeri
Rabu, 13 Mei 2026

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Advertorial
Senin, 15 Juni 2026

Disambut Wabup Hendrizal, 214 Jemaah Haji Inhu Tiba dengan Selamat

Disambut Wabup Hendrizal, 214 Jemaah Haji Inhu Tiba dengan Selamat

Berita Lainnya

Kamis, 16 Juli 2026

Merasa Disekap Mantan Majikannya, Kasir Koperasi Ini Melapor ke Polisi


Kamis, 16 Juli 2026

Warga Rimbo Panjang Resah, Aroma Busuk Kandang Ayam dan Bebek Dekat Permukiman


Kamis, 16 Juli 2026

Waspadai El Nino, PT Arara Abadi - APP Group Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla di Seluruh Distrik Operasional


Kamis, 16 Juli 2026

Hasil Otopsi Awal Ditemukan Memar di Jenazah Dokter RSUD Siak


Kamis, 16 Juli 2026

Kekerasan Terhadap Anak, Tiga Bocah di Inhu Diduga Digagahi Ayah Tiri


Rabu, 15 Juli 2026

Diduga Edarkan Narkoba, Pria di Ukui Pelalawan Ditangkap Polisi


Rabu, 15 Juli 2026

PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Sumatera, Perkuat Prospek Bisnis dan Konektivitas Gas


Rabu, 15 Juli 2026

Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru


Rabu, 15 Juli 2026

Dihantam Ombak, Speedboad Menuju Guntung Karam di Tepian Laut Pulau Busung


Rabu, 15 Juli 2026

Dampingi Pemanen Semangka di Lahan Tumpang Sari, Polsek Ukui Dukung Ketahanan Pangan


Rabu, 15 Juli 2026

APHI Riau Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon


Rabu, 15 Juli 2026

Museum di Jakarta Perkuat Perannya dalam Mendorong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan


Rabu, 15 Juli 2026

Demam Nobar Piala Dunia 2026, Capella Honda Ajak Masyarakat Tetap #Cari_Aman


Rabu, 15 Juli 2026

Berstatus Kabupaten Layak Anak, Kekerasan Terhadap Anak di Inhu Cenderung Meningkat


Rabu, 15 Juli 2026

Plt Gubri Dijadwalkan Buka Rakerprov KONI Riau, Penetapan TPP Baru Calon Ketua


Rabu, 15 Juli 2026

Bupati Zukri Resmikan TMMD Ke-129 di Pelalawan, Pembangunan Dipusatkan di Pangkalan Terap


Rabu, 15 Juli 2026

Wabup Siak Syamsurizal Lantik Pj Penghulu Tumang dan Bapekam Suak Lanjut


Rabu, 15 Juli 2026

75 Pelajar Bengkalis Lolos Seleksi Paskibra, Empat Wakili Tingkat Provinsi


Rabu, 15 Juli 2026

Respons Cepat Laporan Call Center 110, Polsek Tanah Putih Urai Kemacetan di Simpang Bukit Timah


Rabu, 15 Juli 2026

Tak Miliki Rekomendasi IPAL, SPPG di Inhu Bebas Beroperasi