Riauterkini - TELUKKUANTAN - Sejumlah pekerja yang tengah membersihkan gulma di lahan menemukan kerangka manusia yang menyisakan tulang belulang di Desa Bukit Raya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing, Rabu (4/3/2026).
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban, SH menyebutkan, pihaknya menerima laporan dari perusahaan pada Rabu (4/3/2026) dini hari sekira pukul 00.10 WIB.
Melalui laporan tersebut, sekitar pukul 10.00 WIB tim gabungan dari Polsek Singingi Hilir dan Satreskrim Polres Kuansing langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Penemuan kerangka manusia bermula Selasa, 3 Maret 2026 sekira pukul 17.30 WIB. Saat itu, saksi Dedi Sumardin Laia bersama 17 pekerja lainnya tengah melakukan pembersihan gulma sejak pukul 10.00 WIB hingga 16.30 WIB.
Sekitar pukul 17.00 WIB, salah seorang pekerja bernama Palisbet menemukan tulang belulang yang berserakan di sekitar lokasi kerja, tidak jauh dari aliran sungai kecil. Temuan tersebut kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada pihak manajemen PT RAPP.
Pada malam harinya, pihak perusahaan melakukan pengecekan awal ke lokasi dan menemukan satu unit sepeda motor Suzuki Smash tanpa nomor polisi yang terparkir di areal tanaman eukaliptus dengan kondisi rantai digembok dan kepala busi dicabut.
Kerangka manusia ditemukan dalam kondisi berserakan dengan jarak sekitar 300 meter dari kendaraan tersebut. Di sekitar lokasi juga ditemukan papan asbuk PETI serta satu helai baju.
Berdasarkan hasil identifikasi awal dan keterangan saksi yang ditanyai, sepeda motor yang ditemukan diduga kuat merupakan milik seorang warga Desa Bukit Raya inisial T (47) yang sebelumnya telah dilaporkan hilang ke Polsek Singingi Hilir pada 18 Februari 2026.
Dalam laporan tersebut disebutkan yang bersangkutan tidak kembali ke rumah sejak Februari 2026 dan diketahui sehari-hari bekerja sebagai pendulang emas dengan lokasi yang berpindah-pindah.
"Tapi kami belum bisa memastikan apakah itu benar dia. Karena harus dilakukan tes DNA di rumah sakit Bhayangkara Polda Riau untuk memastikan itu," kata Alfredo.
Kapolsek IPTU Alferdo Krisnata Kaban menjelaskan pihak kepolisian telah melakukan pemasangan garis polisi, mengamankan barang bukti, menghubungi keluarga yang bersangkutan, serta membawa kerangka tengkorak manusia ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan forensik guna memastikan identitas serta penyebab kematian.
Saat ini poses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak berspekulasi sebelum hasil resmi dari pemeriksaan forensik diumumkan.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Kuansing bersama Polsek Singingi Hilir masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara pasti penyebab kematian dan memastikan identitas kerangka manusia yang ditemukan tersebut.*** (Jok)