Riauterkini-BENGKALIS- Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM. Makmur Jaya 89 dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut di Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis sejak Ahad (4/1/26). Hingga Rabu (7/1/26), Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian intensif dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Rapat (38), warga Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pekanbaru pada Senin (5/1/26) pukul 13.50 WIB dari salah satu ABK kapal.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Ahad (4/1/26) sekitar pukul 12.00 WIB di titik koordinat 1°30 46” LU dan 102°41 46” BT, wilayah Perairan Selat Malaka (Bengkalis).
Berdasarkan keterangan saksi bernama Muslim, sekitar pukul 11.55 WIB dirinya dan korban baru terbangun dari tidur. Korban kemudian meminta tepung untuk memasak. Saat saksi pergi mengambil bahan tersebut, korban masih berada di kapal. Namun ketika kembali, korban sudah tidak ditemukan.
"Lima orang ABK yang berada di atas kapal langsung melakukan pencarian di seluruh bagian kapal, namun korban tidak ditemukan. Kondisi tersebut menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh ke laut (Man Overboard/MOB)," Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi melalui Humas Kukuh Widodo, Rabu (7/1/26) siang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti yang berjumlah empat personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada 5 Januari 2026 pukul 14.10 WIB dengan jarak tempuh sekitar 29 mil laut dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.40 WIB.
Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan melakukan pencarian serta penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan RIB 03 Meranti. Namun hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.
Pada Selasa (6/1/26), pencarian dilanjutkan dalam Operasi SAR hari kedua (H2) dengan penyisiran di area yang telah ditentukan berdasarkan analisa arus laut dan kemungkinan pergerakan korban. Hingga pukul 18.00 WIB, korban belum juga ditemukan.
Memasuki hari ketiga pencarian, Rabu (7/1/26), Tim SAR Gabungan kembali melakukan briefing dan melanjutkan operasi sesuai Rencana Operasi SAR H3 dengan memperluas area pencarian ke beberapa titik koordinat baru.
Selain unsur SAR, pencarian juga melibatkan koordinasi dengan instansi terkait serta masyarakat nelayan setempat. Tim SAR mengimbau warga yang ikut membantu pencarian agar tetap mengutamakan keselamatan dan menggunakan alat pelindung diri saat melaut.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih terus berlangsung dan Tim SAR Gabungan berharap korban dapat segera ditemukan.***(dik)