Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Ribuan Petani Rokan Hulu Tumbuh dan Berkembang bersama PTPN IV Regional III

Riauterkini - ROKAN HULU - Hingga awal 2026, tercatat lebih dari 2.500 petani sawit di Kabupaten Rokan Hulu telah menjadi mitra dan tumbuh berkembang bersama PTPN IV PalmCo melalui entitasnya di Provinsi Riau, PTPN IV Regional III.

Data yang dirangkum menunjukkan bahwa entitas yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V itu tidak hanya memenuhi kewajiban 20 persen kemitraan plasma sesuai regulasi pemerintah, namun telah melampauinya dengan total luas areal mitra mencapai 5.271 hektare.

Group Manager Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional III, Ferry P Lubis saat dikonfirmasi mengatakan para petani mitra tersebut tergabung ke dalam tujuh kelembagaan dalam bentuk lembaga pekebun.

"Sejak awal keberadaan PTPN IV di Rokan Hulu adalah untuk tumbuh dan berkembang bersama petani mitra. Itu adalah khittahnya PTPN. Dan kami masih membuka ruang kolaborasi serta sinergi seluas-luasnya untuk maju bersama," kata Ferry dikonfirmasi dari Rokan Hulu, Rabu (14/01/26)

Dari tujuh lembaga pekebun petani yang bermitra, lanjut Ferry, dua diantaranya bahkan telah memenuhi standar global dengan meraih sertifikasi roundtable on sustainable palm oil (RSPO). Kedua koperasi tersebut adalah Makarti Jaya dan Dayo Mukti. Dengan adanya sertifikasi tersebut, petani memeperoleh beragam insentif harga terbaik sehingga meingkatkan pendapatan mereka.

Ke depan, ia mengatakan para petani lainnya turut akan mendapat sertifikasi serupa. Komitmen tersebut, ujar Ferry, bukan hanya sebagai peningkatan pendapatan semata, namun sebagai bentuk kesadaran petani akan isu-isu keberlanjutan sesuai standar internasional.

Lebih jauh, Ferry menjelaskan seluruh petani yang bermitra dengan PTPN IV Regional III juga telah melangsungkan peremajaan sawit renta mereka, baik melalui program revitalisasi maupun program peremajaan sawit rakyat (PSR).

"Melalui pola PSR misalnya, petani mendapatkan manfaat berupa jaminan produksi. PTPN IV Regional III menjamin produksi para petani di atas standar nasional. Di bawah itu, kami ganti rugi. Dan alhamdulillah, dengan kerjasama yang baik, produksi petani sangat luar biasa," jelasnya.

Inisiatif tersebut, kata dia lagi, juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempersempit selisih produksi sawit petani dengan perusahaan, yang selama ini memiliki jurang yang cukup besar. "Intinya, komitmen kami adalah bagaimana petani memiliki pendapatan tinggi, dan produksi melimpah. Sehingga, petani menjadi bagian tak terpisahkan untuk mewujudkan asta cita Presiden Prabowo, ketahanan pangan dan energi nasional," paparnya.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir) Setiyono menambahkan kemitraan yang terjalin para petani dengan PTPN IV melalui penerapan pola single management membawa manfaat besar bagi petani mitra. Menurutnya, pola pengelolaan terpadu yang dilakukan perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat tata kelola kemitraan yang lebih transparan, profesional, dan berkeadilan.

"Dulu, bahasa single management sempat jadi momok di kalangan petani. Namun kenyataannya, PTPN justru memberikan kesempatan yang luas kepada petani untuk terlibat langsung dan berkembang. Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian aktif dari sistem pengelolaan yang profesional,” jelas Setyono.

Single management sendiri merupakan pola pengelolaan seluruh proses budidaya kelapa sawit petani secara terpadu. Mulai dari peremajaan hingga pemanenan, dengan standar perusahaan yang tinggi.

Sistem ini mencakup operational excellence, kesetaraan produktivitas antara kebun perusahaan dan petani, pemberdayaan petani melalui program cash for works, korporatisasi kelembagaan petani, serta prinsip transparansi dalam seluruh aktivitas pengelolaan. Setiyono menegaskan bahwa sistem ini mampu mendorong peningkatan produktivitas kebun plasma hingga setara dengan kebun inti perusahaan.

“Produktivitas tinggi, bahkan usia sawit muda sudah menghasilkan TBS dengan volume luar biasa. Ini bukti bahwa ketika petani dilibatkan, hasilnya nyata,” tuturnya.

Selain peningkatan produksi, single management juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani melalui pola kemitraan yang inklusif.

Petani tidak hanya mendapatkan pendapatan dari hasil kebun, tetapi juga terlibat sebagai tenaga kerja dalam kegiatan operasional kebun maupun sebagai kontraktor lokal.

“Single management ini tidak tertutup, bahkan sangat terbuka. Kami para petani didorong untuk menjadi mitra dalam berbagai kegiatan, termasuk sebagai kontraktor. Pola ini membuat hubungan antara petani dan perusahaan menjadi setara, saling menguntungkan, dan saling membutuhkan,” tutupnya.***(Rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Rabu, 11 Pebruari 2026

Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

PHR konsisten memulihkan fungsi tanah di Riau. Dalam rangka menumbuhkan kembali kehidupan.

Galeri
Rabu, 11 Pebruari 2026

Polisi Periksa 33 Saksi Kasus Pembunuhan Gajah di Ukui, Pelalawan

Pembunuhan gajah dan dugaan pencurian gadingnya diselidiki Polda Riau. 33 saksi telah diperiksa.

Advertorial
Selasa, 03 Pebruari 2026

Sinergi Bagi Negeri, Capella Group Kembali Gelar Donor Darah

Kepedulian dalam Sinergi Bagi Negeri kembali digelar. Berupa bakti sosial donor darah Capella Group.

Advertorial
Kamis, 22 Januari 2026

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat dan Potensi Lokal di Pelalawan

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Potensi Lokal di Kabupaten Pelalawan.

Galeri
Jumat, 28 Nopember 2025

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Advertorial
Senin, 19 Januari 2026

Touring Bersama New PCX 160, Betah dan Nyaman Tanpa Khawatir Merasa Lelah

Komunitas New PCX 160 Pekanbaru gelar touring bersama. Perjalanan panjang menjadi nyaman dan tanpa kelelahan.

Berita Lainnya

Kamis, 05 Maret 2026

Perdana, Magister Ilmu Lingkungan Unilak Meluluskan Mahasiswa Non-Tesis melalui Publikasi Ilmiah


Kamis, 05 Maret 2026

Aparat Kepolisian Gerak Cepat Membantu Pemadaman Kebakaran di Concong Luar, Inhil


Kamis, 05 Maret 2026

Pekerja di Kuansing Menemukan Kerangka Manusia Saat Bersihkan Semak


Kamis, 05 Maret 2026

Menkopolkam Tegaskan Tanggulangi Karhutla Butuh Kolaboratif Semua Pihak


Kamis, 05 Maret 2026

RAPP Tegaskan Komitmen Dukung Pencegahan Karhutla di Riau


Kamis, 05 Maret 2026

Bupati Kuansing Hadiri Apel Nasional Kesiapsiagaan Karhutla


Kamis, 05 Maret 2026

Menkopolkam Pimpin Apel Siaga Karhutla Nasional di Riau


Kamis, 05 Maret 2026

Berantas Peredaran Perusak Otak, Polres Bengkalis Ringkus Dua Pengedar di Mandau


Kamis, 05 Maret 2026

Wali Kota dan BRK Syariah Serahkan Bantuan di Masjid Al Hidayah Tanjung Pinang


Kamis, 05 Maret 2026

Lewat Program JALUR, Polsek Tanah Putih Perkuat Pelayanan dan Kepedulian Masyarakat Pesisir Sungai Rokan


Rabu, 04 Maret 2026

Sudah Lima Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Karhutla


Rabu, 04 Maret 2026

Patroli Sore Hari, Polsek Ukui Berikan Rasa Aman bagi Warga Pasar Ramadhan


Rabu, 04 Maret 2026

Polsek Gaung Ungkap Kasus Dugaan Tindak Pidana Pornografi di Desa Belantaraya


Rabu, 04 Maret 2026

Dibuka Paksa Warga, Bupati Kuansing Ancam Batalkan Pembangunan Jembatan Sungai Lintang Sentajo


Rabu, 04 Maret 2026

Magang Kerja PHR Batch 8: Putra-Putri Riau Siap Taklukkan Tantangan Profesional


Rabu, 04 Maret 2026

RKPD 2027, Wabup Siak Bahas Lima Program Prioritas Pembangunan


Rabu, 04 Maret 2026

Wali Kota Pekanbaru Terbitkan Dua Surat Edaran Seruan Doa Untuk Kedamaian Dunia


Rabu, 04 Maret 2026

RKPD 2027, Wabup Siak Bahas Lima Program Prioritas Pembangunan


Rabu, 04 Maret 2026

Ruas Jalan Provinsi Teluk Kuantan - Cerenti Mulai Diperbaiki


Rabu, 04 Maret 2026

Belasan Paket Perusak Otak Disita, Polisi Ringkus Pengedar dan Pengguna di Batsol Bengkalis