Riauterkini-PEKANBARU-Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau (Unri) kembali memiliki Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru yakni PPDS Urologi, PPDS Dermatologi, Venerologi dan Estetika (DVE), kemudian PPDS Neurologi, PPDS Ilmu Penyakit Dalam serta PPDS Ilmu Kesehatan Anak. Lima PPDS itupun diluncurkan secara resmi di Auditorium lantai 2 FK Unri, Kamis (02/04/26).
"Launching PPDS ini kita lakukan berdasarkan mandatori langsung dari Presiden Prabowo Subianto tentang pemenuhan akan kekurangan dokter spesialis di Indonesia, terkhusus juga di Provinsi Riau. Lalu dilatarbelakangi juga pentingnya peningkatan layanan kesehatan untuk masyarakat. Tentu kita dari Universitas Riau sangat mendukung secara penuh kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat," ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra SH MH ketika memimpin launching 5 PPDS FK Unri tersebut secara daring.
Mexsasai tak lupa pula berpesan bahwa setelah dibukanya 5 PPDS itu, Unri pun berkomitmen meningkatkan akademik dan aspek pendidikan di FK Unri. Setelah nantinya 5 PPDS tersebut beroperasi, kata dia lagi, Unri juga akan fokus melakukan penguatan akreditasi.
"Mudah-mudahan, kehadiran 5 PPDS ini nantinya bisa menghasilkan dokter spesialis yang memiliki daya saing di Indonesia khususnya di Provinsi Riau, bisa semakin meningkatkan pelayanan kesehatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sampai menjangkau ke daerah terpencil," harapnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr Nopriadi SKM Mkes turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas launching 5 PPDS di FK Unri. Apalagi menurutnya, membuka program spesialis kedokteran bukanlah perkara mudah. Sangat banyak persiapan dan kesiapan yang harus dilakukan, termasuk menjalin kemitraan dengan Rumah Sakit Pendidikan (RSP).
"Melalui seluruh PPDS yang ada, kita tak hanya mencetak dokter yang cerdas, tapi juga dokter yang mempunyai empati yang tinggi pada masyarakat. Melahirkan SDM yang dapat menjadi motor penggerak pelayanan kesehatan. Kepada pengelola program studi agar selalu menjaga mutu terhadap nyawa manusia," tuturnya yang juga hadir secara daring.
Di lokasi yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Dr dr Tubagus Odih Rhomdani Wahid MKM mengatakan, kelima PPDS tersebut dilaunching dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Indonesia, khususnya di Riau. Oleh karena itu, sambungnya, dalam penyelenggara pendidikannya, FK Unri tidak berdiri sendiri dan sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah mitra, salah satunya RSUD Arifin Achmad Pekanbaru yang menjadi RSP sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi pusat pendidikan, penelitian dan pelayanan terpadu bagi mahasiswa kedokteran FK Unri.
"Sebelum melaunching 5 program PPDS baru tersebut, kita sebelumnya sudah mempunyai 5 PPDS lain. Jadi sudah ada 10 PPDS yang dimiliki FK Unri. Meski begitu, tentu kita juga masih mendapat tugas untuk membuka prodi-prodi lain yang dibutuhkan masyarakat Riau," katanya.
Odih menyebutkan, khusus untuk 5 PPDS yang baru dilaunching, pembukaan dan pendaftaran sudah bisa dilakukan di tanggal 6 April sampai pertengahan Mei 2026 mendatang. Sedangkan proses belajar dan prakteknya akan dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
"FK Unri dengan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sudah bermitra sejak sekitar tahun 2012. Kita sama-sama mendukung kehadiran PPDS tersebut. Di Riau, harapannya, anak-anak Riau, generasi muda Riau bisa menikmati pendidikan ini dan nantinya dapat memanfaatkan ilmu kedokterannya untuk mengabdi pada Provinsi Riau," tutupnya didampingi Dirut RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih.***(gas)