Riauterkini - PEKANBARU - Sebanyak 330 atlet dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Riau ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Satria Muda Indonesia (SMI) Komda Riau Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Hall A Sport Center Rumbai, Pekanbaru sejak 20 hingga 21 Juni 2026.
Kejuaraan yang mengusung tema “Melestarikan Budaya, Menyatukan Prestasi” ini resmi dibuka dengan dihadiri sejumlah, di Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) sekaligus Penasehat SMI Komda Riau, Prof Dr Junaidi.
Pengurus SMI Pusat yang juga Wakapolda Riau, Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr Syahrial Abdi, yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, serta Ketua SMI Komda Riau Yusup Hidayat.
Ketua Panitia, Gery Ismanto, SH., M.Hum., dalam laporannya menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi ajang seleksi sekaligus pembinaan atlet pencak silat berbakat yang nantinya akan dipersiapkan untuk memperkuat tim SMI Komda Riau pada Kejuaraan Nasional Satria Muda Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Agustus 2026 di Hall Bucket Lisp, Taman Budaya Bogor.
“Kejuaraan ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mencari bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Riau di tingkat nasional,” kata Gery.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Kejurda mengacu pada petunjuk teknis Kejurnas SMI 2026. Seluruh atlet peserta juga difasilitasi penginapan di Asrama Atlet Sport Center Rumbai selama mengikuti pertandingan.
Sebanyak 20 wasit dan juri yang terdaftar di SMI Komda Riau diterjunkan untuk memimpin jalannya pertandingan yang menggunakan Peraturan Pencak Silat Tahun 2025.
Adapun 330 atlet yang bertanding berasal dari berbagai daerah di Riau, yakni Rohul sebanyak 85 atlet, Kepulauan Meranti 68 atlet, Pekanbaru 55 atlet, Siak 54 atlet, Indragiri Hulu 23 atlet, Pelalawan 19 atlet, Kampar 9 atlet, Bengkalis 9 atlet, Indragiri Hilir 7 atlet, dan Dumai 1 atlet. Pada kejuaraan ini, panitia memperebutkan total 392 medali yang terdiri dari 141 medali emas, 108 medali perak, dan 143 medali perunggu.
Lanjut Gery,, pencak silat tidak hanya sekadar olahraga bela diri, melainkan warisan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur seperti disiplin, keberanian, sportivitas, persaudaraan, dan saling menghormati.
“Melalui kejuaraan ini, kita ingin menjaga dan melestarikan budaya bangsa sekaligus melahirkan atlet-atlet pencak silat yang berprestasi dan berkarakter,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, disiplin, dan persaudaraan selama bertanding.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah pertandingan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menghormati lawan, menjaga persatuan, dan menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.
Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari pengurus SMI pusat, Pemerintah Provinsi Riau, para ketua komisariat wilayah kabupaten/kota, pelatih, official, hingga seluruh peserta yang telah berpartisipasi.
Kejuaraan Daerah Pencak Silat SMI Komda Riau 2026 diharapkan menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antarperguruan, meningkatkan prestasi atlet, serta memperkuat upaya pelestarian pencak silat sebagai identitas budaya bangsa Indonesia. ***(mok)