Riauterkini - PEKANBARU - Tim dosen muda Universitas Riau (Unri) melakukan penelitian lapangan di Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Program Riset Peningkatan Kapasitas Dosen Muda (Ripekdom) 2026. Riset ini mengupas hubungan patron–klien antara nelayan dan pengepul ikan yang dinilai berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.
Penelitian bertajuk Hierarki Sosial, Relasi Patron–Klien, dan Ketergantungan Nelayan–Pengepul dalam Penanganan Hasil Tangkapan Ikan itu diketuai Asnika Putri Simanjuntak, M.Si., dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri.
Tim peneliti juga beranggotakan Alltop Amri Ya Habib, S.T., M.T. dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Unri serta Mutiara Fitri, S.P., M.Si. dari Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri.
Penelitian mendapat pendampingan akademik dari dosen senior Dr. Zulkarnain Umar, S.Pi., Lc., M.Si., M.Ag. sebagai mentor.
Riset dilaksanakan di Kota Selatpanjang, Desa Insit, dan Desa Tanah Merah yang merupakan sentra perikanan tangkap di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kawasan tersebut dipilih karena merepresentasikan hubungan ekonomi antara nelayan dan pengepul yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Ketua tim peneliti, Asnika Putri Simanjuntak, mengatakan penelitian ini bertujuan memetakan pola hubungan antara nelayan dan pengepul, termasuk tingkat ketergantungan yang terbentuk dalam sistem pemasaran hasil tangkapan ikan.
"Kami ingin memperoleh gambaran empiris mengenai pola hubungan antara nelayan dan pengepul, termasuk tingkat ketergantungan yang terbentuk dalam sistem pemasaran hasil tangkapan. Relasi ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mengandung dimensi sosial yang memengaruhi keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir," ujarnya.
Selama penelitian, tim melakukan observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan nelayan, pengepul, serta sejumlah pemangku kepentingan. Salah seorang nelayan, Rulis atau Tuah, mengungkapkan bahwa produksi ikan lomek meningkat signifikan pada musim tertentu. Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan dan penyimpanan membuat sebagian hasil tangkapan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menurunkan nilai jual.
Temuan awal tersebut menunjukkan bahwa persoalan nelayan tidak hanya terletak pada aspek produksi, tetapi juga pada sistem distribusi, pengolahan pascapanen, hingga kelembagaan pemasaran yang masih perlu diperkuat.
Penelitian ini juga mendapat dukungan dari Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau yang telah terjalin sejak 2024. Mentor penelitian, Dr. Zulkarnain Umar, menilai kajian mengenai relasi patron–klien memiliki nilai strategis dalam penyusunan kebijakan sektor perikanan.
"Relasi patron–klien antara nelayan dan pengepul merupakan fenomena sosial-ekonomi yang telah berlangsung lama dan berpengaruh terhadap kesejahteraan nelayan. Kajian ini penting karena memberikan dasar ilmiah bagi penyusunan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan ekonomi nelayan, peningkatan posisi tawar, dan pembangunan sistem pemasaran hasil perikanan yang lebih berkeadilan," katanya.
Melalui penelitian ini, tim berharap dapat menghasilkan pemetaan komprehensif mengenai pola ketergantungan nelayan terhadap pengepul beserta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Hasil riset diharapkan menjadi rekomendasi berbasis bukti bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor perikanan.
Mulai dari penguatan kelembagaan nelayan, peningkatan fasilitas pengolahan hasil tangkapan, hingga pembangunan sistem pemasaran yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkeadilan bagi masyarakat pesisir. ***(rls/mok)