Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Hari Hutan Sedunia, Ini Ikhtiar PHR Jaga Rimba Raya dan Populasi Gajah Sumatra

Riauterkini-PEKANBARU-Hari Hutan Sedunia yang diperingati setiap 21 Maret menjadi momentum berharga untuk merefleksikan kembali akan pentingnya ekosistem hutan dan pupulasi di dalamnya. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai perusahaan yang memiliki visi global dan keberlanjutan, turut andil dalam menjaga konservasi alam dan pelestarian habitat Gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus).

Berbagai program kolaboratif dilaksanakan PHR untuk menjaga marwah alam yang terlindungi, salah satunya melalui Program Agroforestri atau Wanatani. Program tersebut bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat, pemulihan fungsi hutan sebagai habitat satwa dan pengurangan konflik antara gajah dan manusia.

Pelaksanaan program itu diimplementasikan di landskap koridor Balai Raja - Giam Siak Kecil, Provinsi Riau. Dalam hal ini PHR tak sendiri, bersama Rimba Satwa Foundation (RSF) dan didukung Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, perusahaan Upstream Migas terkemuka di Regional Sumatera dan Tanah Air ini terus berikhtiar dalam mewarisi alam yang lestari.

Secara umum, program agroforestri diterapkan di lahan-lahan masyarakat yang kerap berkonflik dengan gajah. Masyarakat yang lahannya berada di home-range dan perlintasan gajah dilibatkan. Dengan menanam berbagai jenis tanaman yang rendah gangguan dari gajah, namun bernilai ekonomi tinggi.

“PHR memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga konservasi dan melestarikan alam yang lestari bagi generasi penerus bangsa ini, salah satunya lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR di bidang lingkungan tersebut,” ujar Corporate Secretary PHR, Rudi Ariffianto.

Rudi menjelaskan, inisiatif program agroforestri ini memiliki manfaat yang multi dimensi. Selain mendukung pengurangan jejak karbon melalui penanaman pohon, menjaga keanekaragaman hayati, memberdayakan ekonomi masyarakat, juga memperbesar ruang di mana gajah dapat diterima oleh masyarakat. “Dengan demikian ruang-ruang yang berpotensi konflik akan mengecil,” tuturnya.

Adapun luas area yang telah ditanam saat ini sekitar 234 hektar. Membentang di 32 desa di dua kantong populasi gajah di kawasan hutan Giam Siak Kecil, Kabupaten Siak dan Balairaja, Kabupaten Bengkalis.

Sejak 2011, Gajah sumatra termasuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN), dengan status kritis atau sangat terancam punah (critically endagered). Hal ini disebabkan karena populasi gajah sumatra yang menurun lebih dari 80% dalam waktu tiga generasi terakhir, atau sekitar 75 tahun. Penurunan populasi gajah sumatra terutama disebabkan oleh hilangnya habitat, degradasi hutan dan fragmentasi habitat serta perburuan. Dengan begitu, peran Pentahelix yang dijalankan PHR merupakan salah satu langkah untuk melestarikan gajah dan habitatnya di hutan.

PHR bersama RSF mengembangkan pembibitan pohon-pohon yang bernilai ekonomi tinggi namun rendah gangguan gajah. Antara lain Alpokat, durian, petai, jengkol, matoa dan kakao. Sedangkan jenis tanaman untuk pakan gajah antara lain rumput odot. Program ini sangat didukung oleh masyarakat yang memiliki lahan di pelintasan gajah, sekitar 75 KK warga pemilik lahan di lokasi-lokasi tersebut ikut mengambil bagian karena sadar akan konservasi tersebut.

Selain itu, upaya konservasi gajah juga dilakukan secara terintegrasi melalui pembinaan habitat serta pemantauan populasi gajah. Dua unit kalung global positioning system (GPS collar) tambahan telah dipasangkan ke kelompok gajah. Melengkapi tiga unit yang sudah lebih dahulu dipasang, serta 18 unit kamera pengintai (camera trap).

Kalung GPS yang dipasangkan di leher gajah berfungsi untuk memonitor pergerakan kawanan gajah melalui satelit. Sehingga potensi konflik dengan manusia dapat dimitigasi secara dini. Selain itu, alat tersebut dapat memberikan data awal sebagai dasar penghitungan perkiraan berat badan gajah. Sedangkan kamera pengintai dipasang di kawasan perlintasan gajah guna memberikan informasi secara visual.

Selain agroforestri, program TJSL PHR di bidang lingkungan telah banyak dilakukan. Antara lain penguatan kelompok Bank Sampah, Program Kampung Iklim (PROKLIM), Konservasi Mangrove, serta Desa Energi Berdikari melalui pembangunan beberapa unit reaktor biogas dengan pemanfaatan kotoran sapi.

Di sisi lain, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 21 Maret sebagai Hari Hutan Internasional. Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian hutan, pepohonan hingga ekosistem di dalamnya bagi kehidupan. Hutan juga memainkan peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Peringatan ini juga mendorong masyarakat untuk terlibat dalam upaya-upaya pelestarian hutan demi kehidupan bumi yang lebih baik.

Hutan menutupi lebih dari 30% daratan bumi dan menjadi sumber dari beragam jenis kayu, makanan, dan tumbuhan obat-obatan. Sekitar 1,6 miliar penduduk dunia bergantung pada hutan sebagai mata pencaharian dan tempat tinggal mereka. Hutan adalah ekosistem yang paling beragam secara biolo gis di darat, rumah bagi lebih dari 80% keanekaragaman hayati darat dunia, termasuk spesies yang terancam punah dan endemik, termasuk gajah sumatra tersebut.

Peran hutan lainnya yaitu sebagai penghasil oksigen dan air bagi manusia. Hutan menjaga keanekaragaman hayati planet ini dan bertindak sebagai pertahanan alami terhadap perubahan iklim.

Melansir berbagai sumber, pertama kali, peristiwa 21 Maret yang ditetapkan sebagai Hari Hutan Sedunia ini diadakan pada tahun 2021 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peringatan ini diadakan untuk merayakan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya semua jenis hutan. Selain itu, peringatan ini juga mendorong partisipasi masyarakat untuk turut melakukan upaya-upaya nyata dalam membangun kelestarian hutan yang lebih baik.

Dalam hal ini, PBB mendorong setiap negara untuk melakukan upaya lokal, nasional, dan internasional untuk mengadakan kegiatan untuk berpusat pada hutan dan pohon, seperti gerakan menanam pohon tersebut. Program agroforestri PHR merupakan salah satu ikhtiar dalam menjaga marwah hutan tersebut.

Dengan adanya peringatan Hari Hutan Sedunia ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tahu dan turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sehingga bumi bisa lebih sehat dan masih layak untuk menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup.***(rls)

Teks foto:
atas: Seruni, salah satu Gajah Sumatra Betina yang menghuni habitat kawasan Hutan Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Bawah: Kawasan hutan dan keanekaragaman hayati yang berada di lingkungan kerja PHR WK Rokan.

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 29 Oktober 2026

New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru

New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru.

Galeri
Minggu, 25 Oktober 2026

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda ke XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Berita Lainnya

Rabu, 28 Oktober 2026

Pangdam Bersama Forkopimda Riau Distribusikan 260 Papan Peringatan


Rabu, 28 Oktober 2026

Pastikan Pilpeng Kondusif, Kapolsek Tanah putih Bersama Personel Amankan Rapat Pleno di Sintong Bakti


Rabu, 28 Oktober 2026

Hari Ketiga Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Inhil Berikan 80 Teguran Humanis kepada Pelanggar


Rabu, 28 Oktober 2026

Hakim PN Pekanbaru Gelar Sidang PS Pengalihan Fungsi Fasilitas Sosial di Villa KBH


Rabu, 28 Oktober 2026

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Plt Bupati Kuansing Ajak Pemuda Bermental Pejuang dan Tak Terjebak Kultur Santai


Rabu, 28 Oktober 2026

Musda Golkar Bengkalis Jadi Ajang Reuni, Kasmarni, Syahrial dan Yulisman Kompak Bicara Kebersamaan


Rabu, 28 Oktober 2026

Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian, Imigrasi Pekanbaru Perkuat Tata Kelola Kearsipan


Rabu, 28 Oktober 2026

BRK Syariah Jalin Kerja Sama Payment System dengan STAI Auliaurrasyidin Tembilahan


Selasa, 27 Oktober 2026

Polsek Kubu Amankan Pria 56 Tahun atas Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Rohil


Selasa, 27 Oktober 2026

BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun


Selasa, 27 Oktober 2026

Harumkan Nama Kuansing di Kancah Internasional, Plt Bupati Muklisin Apresiasi Prestasi Leli Marlina


Selasa, 27 Oktober 2026

Ribuan Penonton Saksikan Final Terantang Manuk Cup IV, Payo ZV Jadi Kampiun


Selasa, 27 Oktober 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan Salurkan 1.090 Masker KN95


Selasa, 27 Oktober 2026

Anak Bunuh Ibu Kandung di Sungai Apit Ternyata Anggota Polri


Selasa, 27 Oktober 2026

Dukung Indonesia Hijau, PKB Inhil Tanam 10.000 Bibit Mangrove Di Desa Sungai Bela


Selasa, 27 Oktober 2026

Tertangkap, Pembunuh Warga Sungai Apit, Siak Anak Kandung Korban


Selasa, 27 Oktober 2026

Gebyar Pemuda Kuansing 2026, Muklisin Ajak Generasi Muda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda


Selasa, 27 Oktober 2026

Kawal Penyaluran Energi, PPN Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumut


Selasa, 27 Oktober 2026

Polda Riau Gagalkan Peredaran Narkoba Sebanyak 34,9 Kilogram Asal Malaysia


Selasa, 27 Oktober 2026

Kapolsek Tanah Bersama Wabup Rohil dan Camat Tanah putih Tinjau Pemungutan Suara Pilpeng Sintong Pusaka