Riauterkini - PELALAWAN – Seorang pemuda dilaporkan tewas setelah menjadi korban dugaan aksi pembegalan di wilayah Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Jumat malam (29/5/2026).
Korban yang identitasnya belum diketahui itu mengalami luka parah di bagian kepala. Ia sempat mendapatkan pertolongan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan korban saat itu sedang melakukan perjalanan bersama adiknya melintasi kawasan Pangkalan Panduk. Dalam perjalanan, keduanya diduga dihadang oleh sejumlah orang yang diduga merupakan pelaku begal.
Menurut keterangan adik korban yang beredar di media sosial, ia sempat dipukul hingga terjatuh saat kejadian berlangsung.
"Saat itu kami sedang dalam perjalanan. Tiba-tiba ada beberapa orang menghadang. Saya sempat dipukul hingga jatuh," ujarnya.
Dalam kondisi ketakutan, ia mengaku berpura-pura pingsan setelah menerima pukulan dari para pelaku. Ia kemudian diikat dan mulutnya dilakban.
"Saya pura-pura pingsan. Setelah itu saya diikat dan dilakban oleh mereka," katanya.
Sementara itu, korban diduga berusaha melawan para pelaku. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami luka akibat serangan senjata tajam di bagian kepala. Selain itu, korban juga disebut mengalami pukulan benda keras pada bagian belakang kepala hingga mengalami luka berat.
Setelah melumpuhkan kedua bersaudara tersebut, para pelaku diduga membawa kabur sepeda motor milik korban sebelum melarikan diri.
Meski dalam kondisi terikat, adik korban berupaya menyelamatkan diri dengan membuka lakban yang menutup mulutnya. Setelah berhasil melepaskan diri, ia mencari bantuan warga di sekitar lokasi kejadian.
Warga kemudian memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Korban sempat dibawa ke praktik bidan sebelum dirujuk ke Puskesmas Bunut.
Namun nyawa korban tidak tertolong. Petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia dalam perjalanan menuju puskesmas.
"Kami sangat terpukul. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya," ujar salah seorang anggota keluarga korban.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah kisahnya viral di media sosial. Warga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku yang terlibat.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi, S.T.K., S.I.K., M.H membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, polisi masih mendalami kasus itu.
"Betul bang, lagi didalami bang," kata Bayu saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Hingga kini, polisi belum mengungkap kronologi lengkap maupun identitas para pelaku. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap fakta dan menangkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.*(ang)