Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Pengerjaan IPAL Pekanbaru Terus Digesa, Begini Masalah Dihadapi

Riauterkini-PEKANBARU - Pengerjaan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Pekanbaru terus digesa. Proyek yang bertujuan untuk penanganan air limbah domestik akibat dari padatnya penduduk dan aktivitas perekonomian hingga kualitas lingkungan dapat terjaga tersebut, masih menemui sejumlah masalah.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Riau, Yenni Mulyadi didampingi PPK Sanitasi, Taufik Hidayat mengatakan pekerjaan ini merupakan sistem pengolahan air limbah domestik, dari rumah-rumah warga secara kolektif (jaringan perpipaan), ke sub sistem pengolahan terpusat (IPAL), untuk diolah sebelum dibuang ke badan air permukaan (sungai).

Fokus utama program pembangunan ini, mendukung program Pemko Pekanbaru untuk mengurangi pencemaran air tanah dari limbah domestik, yang semakin mengkhawatirkan.

"Manfaat jangka panjangnya penggalian ini, akan terpenuhinya ketersedian sanitasi yang bersih, dan tersedianya sumber air tanah yang layak konsumsi, yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat," kata tim Satker PPP Provinsi Riau.

Dijelaskan, pembangunan jaringan IPAL di Pekanbaru terbagi 4 wilayah. Pertama adalah SC-1, progres pengerjaan hingga 19 November 2021 lalu telah mencapai 94,30 persen, naik dari 92,84 persen per 18 Oktober 2021 lalu. Target selesai pekerjaan akhir 2021. Kedua adalah SC-2. Progres pekerjaan sudah 89,37 persen dari 86,45 persen per 18 Oktober lalu.

Wilayah ketiga pembangunan jaringan IPAL adalah NC. Progres pengerjaan capai 22,84 persen dari sebelumnya 20,10 persen. Dan keempat adalah B1 yang progres pengerjaannya baru 17,27 persen dari 13,50 persen per 18 Oktober lalu.

Sejak awal pengerjaan proyek IPAL Pekanbaru, pihak pelaksana proyek atau kontraktor kerap kali menghadapi berbagai masalah sehingga berdampak pada target penyelesaian pekerjaan.

Permasalahan SC-1

Pemasangan pipa metode boring di Jl Tiung - Jl Kaswari dilakukan sepanjang 233 m, namun dari total panjang tersebut terdapat 111 m yang memerlukan perbaikan karena terjadi kegagalan pemasangan pipa, dimana terdapat kebocoran pada sambungan pipa akibat karet yang belum terpasang sambungan pipa. Hal ini akan menjadi kebocoran permanen dalam jangka waktu panjang sehingga perlu segera dilakukan perbaikan.

Selanjutnya pada Februari 2021 dilakukan perbaikan pipa terhadap 111 m pipa tersebut dan dilaksanakan pengujian pipa dengan hasil 70 m pemasangan pipa dinyatakan berhasil dan lolos uji, namun terdapat 41 meter pipa yang masih perlu dilakukan perbaikan.

Menindaklanjuti kegagalan tersebut, kontraktor kembali melakukan perbaikan pada September - Oktober 2021 pada sisa 41 meter pipa yang belum dinyatakan lolos uji pipa, namun masih terdapat kegagalan sehingga kembali dilakukan perbaikan di November 2021. Berdasarkan hasil perbaikan dan jika hasil pemasangan pipa ini berhasil dan dinyatakan lolos maka selanjutnya segera dilakukan pengembalian aspal.

Selama proses perbaikan pipa tersebut, kontraktor terus melakukan pembersihan saluran secara berkala dan juga melakukan perbaikan akses pada jalan tersebut. Adapun Jl Kaswari ditargetkan akan dilakukan pengaspalan secara bertahap. Untuk tahap pertama pada minggu ke-4 November 2021 dan untuk tahap kedua direncanakan Desember 2021.  

Pemasangan Pipa Jl KH A Dahlan

Pada bulan September 2020 lalu dilakukan pemasangan pipa di Jl KH A Dahlan - Simpang Jl Semangka (depan masjid muhammadiyah) dengan Metode Jacking Pipa RCP diamater 450 mm. Dalam proses pemasangan terdapat penyimpangan elevasi pemasangan pipa yang mengalami penurunan elevasi pipa secara signifikan (90 cm dari rencana) dikarenakan error fungsi sensor elevasi alat, pekerjaan ini tidak dapat diterima sehingga pada section tersebut harus dilakukan perbaikan elevasi pipa RCP.

Kontraktor telah mengajukan metode kerja dan rencana perbaikan kepada konsultan untuk di-review baik dari segi teknis maupun keamanan dari metode yang akan digunakan kontraktor, dimana kontraktor akan menggunakan metode galian terbuka dengan kedalaman 7 meter.

Rencana perbaikan dilaksanakan diakhir bulan November 2021. Adapun target perbaikan ini akan dilakukan sekitar dua minggu dan ditargetkan selesai pada minggu kedua Desember 2021.

Perlu diketahui bahwa pemasangan jaringan air limbah yang dilakukan kontraktor akan menggunakan sistem gravitasi dalam proses pengaliran air limbah dari rumah warga menuju ke tempat pengolahan air limbah. Hal ini membuat kesalahan elevasi dalam proses pemasangan pipa menjadi perhatian serius bagi kontraktor. Sebab selain penyelesaian pekerjaan, tentunya keberhasilan dan mutu pekerjaan pun juga menjadi hal yang harus diterapkan.

Permasalahan SC-2

Keterlambatan pekerjaan paket SC-2 karena adanya permasalahan pecahnya pipa PDAM diameter 400 mm dan dia 150 mm yang berada pada trase jalur utama yaitu pada Jalan Melur dan Jl Cempaka yang posisinya berada di sebelah kiri dan kanan Pit Jacking. Pecahnya pipa PDAM disebabkan kondisi material pipa PDAM berbahan asbes yang berumur 37 tahun pecah akibat bergesernya tanah yang diakibatkan getaran baik saat pemancangan sheet pile untuk pembuatan pit jacking maupun saat adanya beban lalu lintas yang melewati trase pipa PDAM 400 mm.

Kondisi tanah di lokasi proyek yang rata-rata berpasir mengakibatkan mudahnya terjadi longsor disekitar pipa PDAM yang diakibatkan getaran maupun hujan yang membawa material pasir masuk ke dalam galian pit sehingga terjadi pergeseran tanah di bawah pipa PDAM yang membuat pipa PDAM pecah karena kondisi material pipa PDAM yang terbuat dari asbes dan sudah berumur 37 tahun.

Kondisi ini terjadi disetiap pembukaan pit jacking di Jalan Rajawali, Jl Melur dan Jl Cempaka. Untuk saat ini beberapa pit manhole sudah selesai dilakukan perbaikan, hanya pada pit MH.79 Jalan Cempaka yang masih dalam proses perbaikan. Target penyelesaian perbaikan pada pit jacking MH.79 Jalan Cempaka dijadwalkan Senin (22/11/2021).

Pecahnya pipa PDAM diameter 400 mm ini terjadi 2 sampai 3 kali pada titik yang sama setelah diperbaiki pihak PDAM. Kontraktor sudah berkordinasi dengan pihak PDAM untuk perbaikan namun pipa PDAM diameter 400 mm ini tidak ada pipa pengganti dari PDAM, sehingga pipa yang pecah diganti dengan pipa diameter 400 mm milik kontraktor dan harus menggunakan G-Bolt Join (costume) yang harus diproduksi terlebih dahulu oleh PDAM (tidak ready stok).

Pekerjaan ini memerlukan waktu perbaikan 3 hingga 5 hari karena harus menunggu G-Bolt Joint yang harus dibuat costume pabrikan. Hal tersebut berdampak pada terlambatnya pembuatan pit jacking sehingga progress pekerjaan paket SC-2 menjadi terlambat dari rencana schedule yang telah direncanakan.

Untuk itu, masyarakat sangat diharapkan ikut mendukung pekerjaan ini karena manfaatnya ke depan untuk masyarakat. Masyarakat juga diminta bersabar dan memahami hingga penyelesaian proyek ini agar dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.***(adv)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Berita Lainnya

Selasa, 08 September 2026

Polisi Intensifkan Imbauan Pencegahan Karhutla Lewat Halo-halo Keliling


Selasa, 08 September 2026

Ribuan Masker Sudah Didistribusikan, Diskes Riau Kembali Ajukan 850 Ribu Pcs ke Pusat


Selasa, 08 September 2026

Persiapan KKI 2026 Capai 80 Persen, Polbeng Matangkan Venue hingga Akomodasi Peserta


Selasa, 08 September 2026

Dinyatakan Sembuh, Pasien RSJ Tampan Malah Ditemukan Tergantung di Pohon


Selasa, 08 September 2026

Erupsi Anak Gunung Krakatau Reda, Penerbangan Rute Jakarta di Bandara SSK II Kembali Beroperasi


Selasa, 08 September 2026

Latma Manyar Indopura 2026 Resmi Dibuka di Lanud Roesmin Nurjadin, Perkuat Sinergi TNI AU dan RSAF


Selasa, 08 September 2026

Dorong Percepatan Dekarbonisasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Juara 1 AEBT 2026


Selasa, 08 September 2026

Pasca Kasus MBG Basi, Diskes Inhu Imbau SPPG Patuhi SOP


Selasa, 08 September 2026

Pemuda Tembilahan Ditemukan Meninggal di Sungai Indragiri Ketika Pergi Memancing


Selasa, 08 September 2026

Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW, Murid Muhammadiyah Harus Jadi Pelanjut Persyarikatan


Selasa, 08 September 2026

Karhutla Meluas di 14 Kecamatan dan Siak Dikepung Asap, Siswa Terpaksa Belajar Daring


Selasa, 08 September 2026

Maulid Nabi di Panipahan, Polres Rohil Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas


Selasa, 08 September 2026

Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api Karhutla di Siak


Selasa, 08 September 2026

Lewat Pengeras Suara, Polsek Tanah Putih Ajak Warga Bersama Cegah Karhutla


Selasa, 08 September 2026

Jalan Transmigrasi Giri Sako Segera Diaspal, Plt Bupati Kuansing Sebut Sudah Diajukan ke Kementerian Transmigrasi


Senin, 07 September 2026

Nyaris Timbulkan Keracunan, Korcam di Inhu Tegur SPPG Sajikan MBG Basi


Senin, 07 September 2026

Danamon Raih Penghargaan Pembiayaan Otomotif Terbaik di Indonesia


Senin, 07 September 2026

RSUD Indrasari Rengat Inhu Segera Buka Kembali Ruang Perawatan VIP


Senin, 07 September 2026

Karhutla di Sungai Beringin Kembali Menyala, Luasan Terbakar Capai 15 Hektar


Senin, 07 September 2026

Gunakan Pengeras Suara, Polisi Imbau Jaga Kamtibmas dan Peduli Lingkungan