Logo RTC
 
 
Ketua Umum FKPMR Resmi Laporkan Larshen Yunus ke Polda Riau

Riauterkini-PEKANBARU-Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Dr.drh.H.Chaidir, MM Senin 27 Desember 2021 kembali menindaklanjuti "Laporan dan Pengaduan dugaan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik dan/atau Fitnah dan/atau Penghinaan" dengan "Terlapor Sdr. Larshen Yunus" ke Polda Riau, setelah sebelumnya pada Hari Jumat 24 Desember 2021 diterima oleh Direktur Reskrim Umum Kombes.Pol. Teddy Ristiawan, SH., S.I.K., MH didampingi oleh AKBP. Dr. Azwar, S.Sos., M.Si., MH., sebagaimana yang disampaikan oleh H. Tengku Syed Muhammad Amin, Pengurus FKPMR yang juga Zuriyat Sah Sultan Siak Sri Indrapura, kepada media Senin (27/12/21).

Pada saat penyampaian laporan di hari Jumat lalu turut mendampingi Ketua Umum FKPMR (Dr.drh.Chaidir, MM) antara lain Wakil Ketua Umum FKPMR (Hj. Azlaini Agus, SH., MH), Wakil Sekjen FKPMR (Muhammad Herwan), Pengurus FKPMR (H.Tengku Syed Muhammad Amin), dan Pengurus FKPMR Bidang Hukum yang juga Pengacara Muda Riau (Gusti Randa, SH., MH.). Pada tindak lanjut pelaporan hari ini, Ketua Umum FKPMR didampingi oleh 9 orang Tim Kuasa Hukum yang terdiri dari Aziun Asyaari, SH., MH (Anggota Majelis Pemuka Masyarakat Riau FKPMR dan Advokat Senior yang juga Mantan Ketua DPC Peradi Pekanbaru), sejumlah pengacara muda Riau yakni Gusti Randa, SH., MH., Fiil Heples, SH., Abdur Ketum FKPMR melaporkan Larshen Yunus ke Mapolda Riau. Laporan atas pencemaran nama baik. , SH., MH., Candra Sahputra, SH., Pepsa Rolis, SH., Helmi Yardi, SH., Reza Nugraha, SH., dan Advokat Senior dari Kantor Bantuan Hukum (KBH) Riau, Ali Husin Nasution, SH. Selain itu, turut serta beberapa tokoh Riau antara lain H. Sarjono Amnan, SE., Letkol.Laut.Purn. Said Amir Hamzah, SKM., H. Zailand Izhar dan Drs. H. Endang Sukarelawan, SH (Sekjen FKPMR dan Ketua Umum DPW Provinsi Riau Komite Nasional Setia Indonesia).

"Kami para pengacara merasa terpanggil atas tindak pidana penghinaan dan fitnah yang telah mencemarkan nama baik tokoh Riau yang juga telah kami anggap sebagai orang tua kami-kami," demikian tegas Gusti Randa, SH., MH dan Aziun Asyaari di sela-sela proses pelaporan di MaPolda Riau.

Tengku Amin menyatakan, "Indonesia ini negara hukum, maka semua warga negara wajib menjunjung tinggi supremasi hukum, tidak boleh ada orang yang bukan aparat penegak hukum semena-mena atas nama hukum, seolah memiliki kuasa dan wewenang melebihi aparat penegak hukum".

"Selain itu, Riau ini Negeri Melayu yang syarat dengan Nilai dan Norma Adat Melayu, Tamadun (Peradaban) Melayu itu sangat tinggi, Adat bersendi Syara, Syara bersendi Kitabullah (Al Quranul Karim). Negeri ini ada Tuan nya, untuk itu semua warga dan siapapun yang bermastautin di Riau patut dan wajib menghormati adat dan budaya Melayu Riau, dimana bumi di pijak disana langit di junjung", sambung Tengku Amin.

Gusti Randa menambahkan, "Semua kita, sebagai warga negara yang baik, wajib menegakkan supremasi hukum dengan cara dan prosedur yang benar, tak bisa hanya seenak pikiran dan pendapat kita saja. Inilah pertimbangan kita untuk membuat delik aduan dan melaporkan persoalan ini. Jangan sampai ada orang bertindak diluar batas kewajaran dan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa yang kasar, tidak etis dan tidak bermoral apalagi sampai memvonis seseorang tanpa mengedepankan asas hukum praduga tak bersalah".

"Aparat hukum saja punya kode etik dan prosedural hukum terhadap seseorang yang disangkakan bersalah", demikian ucap Gusti Randa saat menerima Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Model B-1 dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polda Riau dengan Nomor : SPTL/8/520/XII/SPKT/RIAU tanggal 27 Desember 2021.

Dari pantauan yang ada, ternyata secara spontan, diluar gedung pemeriksaaan Polda Riau, tampak ratusan massa dari simpul-simpul organisasi Melayu Riau turut memberikan dukungan moril kepada Ketua Umum FKPMR, antara lain terlihat Sekjen Penggawa Melayu Riau (Doni Rian), Muhammad Irfan (Panglima Laskar Melayu Kota Pekanbaru) dan Anju (Komandan Satgas Laskar Melayu Pekanbaru, Panglima Besar Pagar Negeri Bumi Riau (Datuk Atman), juga dari GPM (Gerakan Pemuda Melayu), PMN (Pemuda Melayu Nusantara), Serikat Pekerja Rumpun Melayu Industri Indonesia ( SPRMII), dan Pemuda Melayu Riau Bersatu ( PMRB).

"Kami dari Penggawa Melayu Riau yang tergabung dari 17 organisasi simpul-simpul Melayu Riau, siap sedia menjaga dan menjunjung Marwah Melayu Riau. Saat ini Datuk Dr. Chaidir, MM., Ketua Umum FKPMR, merupakan orang yang kami tuakan dan sangat dihormati, tokoh Melayu Riau, demikian juga Gubernur Riau, Danrem 031 Wira Bima yang juga anak jati Melayu Riau dan beberapa Bupati (Pelalawan, Rohil dan Siak) serta beberapa tokoh dan pejabat di Riau dilecehkan, dihina dan difitnah dengan kata-kata dan bahasa yang tidak beretika dan sudah sangat keterlaluan, tersebab itu dengan spontanitas kami memberikan simpati dan dukungan moral", ungkap Doni Rian (Sekjen Penggawa Melayu Riau).

"Kami meminta Polda Riau dan aparat penegak hukum dapat segera menindak tegas Sdr. Larshen maupun oknum-oknum yang berbuat hal sama dan menuntaskan secepatnya persoalan ini, agar Negeri Melayu Riau yang selama ini suasananya kondusif dan damai, tidak terganggu atau menjadi keruh atas perbuatan oknum-oknum pribadi yang merasa hebat dan bertindak diluar jalur hukum yang berlaku di negara kita", pungkas Doni.*(H-we)

BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Senin, 06 Desember 2021

Kota Pekanbaru Terima WTP 5 Kali Berturut-turut dari Kemenkeu

PEKANBARU - Pemko Pekanbaru menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Prestasi ini diperoleh karenakan tata kelola dan pengelolaan keuangan Pemko Pekanbaru yang transparan dan akuntabel selama lima tahun terakhir.

Advertorial
Jumat, 06 Nopember 2021

Bupati Pelalawan Panen Raya di Desa Kuala Panduk

Riauterkini-PELALAWAN- Bupati Pelalawan H Zukri Misran menghadiri kegiatan panen raya padi di desa Kuala Panduk Kecamatan Teluk Meranti Pelalawan.Jumat (05/11/21).

Galeri